Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Mengalah karena mu!


__ADS_3

Alzana keluar dengan wajah basah air mata. Ketiga orang yang melihatnya terkejut seketika.


"Kamu kenapa Nak? Ada apa? Apa abang mu menyakitimu dengan perkataan nya?" tanya Ummi Ira yang dijawab gelengan oleh alzana.


Ia menoleh pada Almaira yang kini menatapnya dengan wajah datar. "Masuklah Kak. Abang membutuhkan mu saat ini," ucapnya yang di jawab dengan kepergian Maira melewati dirinya begitu saja.


Maira berjalan dengan angkuhnya masuk kedalam ruangan Prince. Kini tinggallah Alzana, Azka yang kini mematung melihatnya menangis dan juga Abi raga segera memeluknya dengan erta.


"Sabar Nak.. Ikuti saja jalan takdir! Allah tahu yang terbaik. Bisa saja sekarang dia bukan milikmu. Tapi tidak menutup kemungkinan jika suatu saat dia menjadi milikmu??"


Deg!


Deg!


Azka terkejut mendengar suara lirih dari Abi Raga untuk Alzana. Walau seperti bisikan tetapi suasana rumah sakit yang lengang membuatnya mendengar ucapan Abi Raga.


Alzana tidak menjawab. Ia lebih membenamkan wajahnya di dada Abi Raga daripada harus menjawan ucapan sang Abi padanya.


Sementara di dalam ruangan sana, Maira sednag berhadapan dengan Prince yang kini berwajah datar dan dingin padanya.


Almaira menunduk takut. Ia memilin jarinya karena melihat wajah Prince begitu dingin saat ini.

__ADS_1


"Kamu sadar apa kesalahan mu Almaira??"


Deg!


Maira tidak menyahut tetapi hanya mengangguk saja.


"Apa yang kamu lakukan tadi sangat merugikan Abang dan juga Alzana. Kamu tahu jika Abang sangat mencintainya tetapi kenapa kamu tega melakukan hal ini?? Apa kurangnya Abang sama kamu, Almaira??"


Maira semakin menundukkan wajahnya. Ia tidak berani melihat wajah Prince yang begitu dingin saat ini.


Tubuh Maira bergetar. Ia menangis.


"Itu semua karena kesalahan mu! Jika bukan karena kamu, mungkin saat ini Alzana tidak akan menikah dengannya. Sekarang kamu tanggung sendiri akibatnya! Buang sifat egois dan obsesi kamu itu. Abang tahu, kamu gadis yang baik. Maka dri itu Abang menegurmu. Karena apa? Karena Abang sayang padamu. Bisa kamu berubah ke arah yang lebih baik lagi??"


Maira tidak menjawab. Tangannya semakin mengepal dengan erat. "kenapa sih abang selalu mementimngkan alzana dibandingkan aku?!"


"Karena aku mencintainya. Dan Abang tidak mencintai mu Maira!"


Deg!


Tangan Maira semakin mengepal erat.

__ADS_1


"Kalau begitu, lebih baik aku mati! Daripada aku hidup tetapi kamu tidak menginginkan kehadiran ku!! Aku akan membunuhnya! Agar kamu pun tidak bisa merasakan cinta lagi!!"


"Abang?"


Deg!


Prince terkejut dari lamunanya. Ia menoleh pada Maira yang kini tersenyum lembut padanya.


Jika bukan karena kondisi psikismu, ingin sekali aku mengatakan yang sebenarnya padamu. Jika aku begitu mencintai Alzana. Saudara kembar mu.


Tapi karena mengingat kondisi mu, maka aku lebih mengalah. Mengalah jika cintaku harus hidup dengan orang lain bahkan di depan mataku dia bersanding dengan pemuda yang tidak setara dengannya.


Karena kamu! Aku harus menerima kamu menjadi istriku. Aku akan menjalani semua ini dengan lapang hati.


Berharap jika akan datang keajaiban suatu saat nanti dimana aku dan Alzana akan bersatu kembali seperti yang aku inginkan selama ini.


Jika Alzana memanglah jodohku, sejauh apapun dia pergi maka akan kembali lagi padaku.


Aku yakin itu.


Prince menatap Almaira dengan wajah datranya. Sedangkan maira tersenyumlembut padanya yang membuat Prince ingin sekali membuang wajahnya dan tidak ingin melihat Maira sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2