Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Kenapa sangat sulit melepaskan mu?


__ADS_3

Jika Alzana dan Prince saat ini sedang membereskan kamar Alzana dan juga berbelanja, lain halnya dengan Azka dan Maira.


Maira sangat kesal jika dirinya di kurung di apartemen itu. "Sial! Kenapa pula Bang Prince mengganti kode passwordnya? Kan jadi nggak bisa keluar? Ini gimana mau ketemu Bang Azka coba? Pastilah saat ini dia sedang sedih sekali karena baru saja melepas Alzana. Tetapi aku senang! Akhirnya Alzana terlepas juga darinya. Yang jadi pikiran ku saat ini, aku tidak bisa berpisah dari Prince tetapi aku mau Azka! Gimana dong?"


"Jika aku melepas Prince, maka Alzana akan bersatu dengannya. Dan aku tidak bisa bertemu lagi dengan Prince. Tapi Azka?? Dia cintaku. Aku sangat membutuhkannya! Haisshh.. Kok jadi rumit gini sih?" keluhnya sambil berjalan bolak balik kayak setrikaan dengan ujung kuku ia gigit.


Inilah kebiasaan Almaira jika sedang cemas atau memikirkan sesuatu.


Sedangkan Azka saat ini, ia masih tersedu tepekur di lantai dengan wajah yang semakin sembab.


Akibat kebodohannya, Azka sudah lepas dari cintanya. Ia meraung dan menjerit meluapkan rasa sakit dihatinya.


Setiap lelaki memiliki sisi lemahnya. Dan inilah kelemahan Azka.


Cintanya.


Ia sangat mencintai Alzana. Tetapi karena cemburu dan keegoisan nya, membuat ia melepas Alzana. Sementara bukan itu yang ia inginkan.


Ia hanya sedang kesal dan cemburu itu saja. Tetapi mengingat dirinya yang sudah berulang kali melakukan kesalahan bersama Maira, membuatnya semakin merasa bersalah.


Bukan Alzana yang salah. Tetapi dirinya. Ia yang haus akan kasih sayang, rela menerima kasih sayang wanita yang bukan mahram untuknya.


Kini, Cintanya itu sudah pergi dan tidak akan kembali lagi. Dan itu sangat membuatnya terpukul. Karenanya Alzana terluka dan karena nya Azlana pergi darinya dan tidak akan pernah kembali lagi.


Inilah masa-masa sulit untuknya. Tidak ada tempat mengadu dan berbagi selain hanya diri sendiri.

__ADS_1


Orang yang sangat ia cintai kini pergi meninggalkan nya untuk selamanya bahkan sebelum ia meminta kesempatan kedua untuk memperbaikinya.


*


*


Di Apartemen Alzana.


Saat ini Prince sedang memasak. Walau ia seorang lelaki, ia juga bisa memasak. Bahkan masakannya itu sangat enak. Tak kalah dari masakan Ummi Ira dan juga mami Annisa yang memang sudah pakarnya.


Alzana diminta olehnya untuk istirahat. Sementara Shan sedang sibuk dengan tugas kuliahnya di ruang tivi.


Sesekali ia mengomel dan mengumpati laptopnya. Prince yang melihat itu terkekeh.


Ia belum pulang dan melihat Maira seperti apa. Ia pikir, setelah masakannya itu siap, ia akan pulang melalui kamar Alzana saja.


Masakan prince begitu menggugah selera hingga Shan dan Alzana turun ke bawah karena aroma masakannya itu.


"Duduk Shan! Na! Abang harus pulang dulu mengantar makanan ini untuk Maira. Untuk makan malamnya. Setelah itu, Abang akan kembali lagi kesini. Ayo Shan!"


"Aku?" tunjuk Shan pada dirinya sendiri


"Ya, kamu! Kamu akan tinggal disini bersama adikku begitu??"


Shan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ehehehe.. Ya sudah. Ayo!" jawabnya segera menuju pintu apartemen Alzana.

__ADS_1


Prince menggelengkan kepalanya. Ia beralih melihat Alzana yang kini sedang melihat makanan yang terhidang di meja untuknya.


"Makanlah. Abang cuma sebentar. Setelah ini, akan kembali lagi kesini bersama Shan, hem?" ucap Prince yang diangguki patuh oleh Alzana dengan wajah sembabnya.


Prince tersenyum. Ia segera berlalu dan meninggalkan Alzana yang kini beralih ke lemari pendingin untuk mengambil es.


Ia duduk di salah satu kursi meja makan nya sambil mengompres matanya yang sangat bengkak.


Besok pagi, ia ada tugas kuliah di kampus. Dan perginya pun sesudah subuh. Maka dari itu ia berusaha mengurangi bengkak di kedua matanya itu sambil berpikir.


Kenapa Takdir selalu mengikat kita Bang? Sementara kita tidak bisa bersatu? Hal ini sangat membingungkan untukku. Ketika aku berusaha untuk menjauh, malah kamu selalu merangkulku untuk mendekat padamu.


Dan ketika kamu menjauh dariku, kenapa hati ini merasa berat? Sampai kapan kita seperti ini Bang Prince?


Aku tidak mungkin bersatu dengan mu karena kamu sudah menikahi saudara kembarku. Diharamkan menikah dua wanita sekandung sekaligus.


Aku harus apa agar bisa melupakan mu bang Prince? Untuk mencari gantimu, aku tidak bisa dan tidak akan pernah mau.


Cukup sudah diri ini merasakan luka sedari kecil hingga saat ini. Jika tidak menikah pun tidak apa-apa. Itu lebih baik untuk ku.


Kenapa aku sangat mencintaimu Bang Prince..


"Karena kamulah jodohku. Jodoh kita sedang tertukar saat ini. Ketika waktu yang sudah di tentukan, maka kamu yang merupakan tulang rusukku akan kembali kepadaku, Hunny.."


Deg!

__ADS_1


Deg!


__ADS_2