
"Bangun dulu, Ra. Ayo!" ajak Azka pada Maira yang kini masih bersimpuh dan tersedu di lantai nan dingin itu.
Maira menuruti ucapan Azka. Ia pun bangkit dengan kaki bergetar. Sakit sekali hatinya melihat tatapan kecewa dan sedih ke empat orang itu padanya dan Azka.
Ia tersedu sampai terisak-isak.
Azka memeluknya dengan erat. Azka sangat merasa bersalah pada Maira dan Alzana. Tatapan mata itu begitu menyiratkan kekecewaan yang begitu dalam.
Menyesal.
Azka sangat menyesal. Kenapaia tidak menolak gelas dari rekannya itu. Jika saja ia menolaknya, pastilah ia tidak akan menodai Maira dan terpaksa menikahinya.
Yang berujung berakhirnya pernikahan antara dirinya dan Alzana.
Ya allah.. Maafkanlah kami pendosa ini.. Aku tahu aku salah karena sudah menodai istri orang. Tetapi aku tidak bisa menahan pengaruh obat haram itu!
Ya allah ya Robbi yang maha pengasih.. Ampuni kami berdua.. Kami sangat, sangat menyesal saat ini.
Aku tidak marah dengan keputusan Mu yang berakhir dengan menikahnya aku dengan Maira, saudara kembar istriku.
Tetapi kesalahan yang kami perbuat ini begitu meyakitkan untuk kami berdua. Kami menyesal ya Robb..
Aku terima setiap hukuman yang akan Engkau dan kedua mertuaku berikan kepadaku.
Aku ikhlas..
Aku akan membawa Maira dari sini seperti janji kami dulunya. Inilah yang terbaik. Benar kata Prince dulu.
__ADS_1
Jika memang kita berjodoh, maka akan dipersatukan. Maka jika tidak, maka akan putus sebelum bersatu.
Jodohku dan jodoh Prince saat itu tertukar. Aku tidak bisa mengelak lagi. Karena Maira lah jodohku.
Mulai saat ini, aku akan menelusupkan namanya dihatiku. Walau sebenarnya nama itu sudah lama bersemayam disana. Maira dengan cepat menggantikan posisi Alzana dihatiku.
Ya Robb.. Jika ini memnag jalan Mu. Maka aku ikhlas. Aku serahkan hidup dan matiku ada di tangan mu.
Aku melibatkan Mu dalam setiap urusan ku. Aku menyesal dengan yang telah kami lakukan ya Robb.. Kenapa aku sedikitpun tidak bisa menahannya hingga harus berakhir menodai Maira, istriku saat ini yang merupakan istri saudara iparku??
Ya Roob..
Robbana dholamna amfusana waillam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirin..
Batin Azka menangis pilu menharap pengampunan dari Ala SWT untuknya dan juga istrinya.
Azka semakin mengeratkan pelukannya di tubuh ringkih Maira yang kini begitu lemas dan tidak berdaya karena rasa bersalah dan menyesal sedang melanda hatinya saat ini.
Aku sudah menyediakan tempat yang teramat pedih untuk mereka berdua. Apakah aku ini berhak di sebut seorang anak lagi??
Kenapa aku tidak bisa menolaknya saat menyentuhku pertama kali? Kenapa tubuh dan hatiku menginginkannya?
Dan kenapa diriku ini terpengaruh dengan hasutan setan terkutuk?
Maafkan aku Alzana.. Bang Prince.. Aku benar-benar menyesal saat ini. Aku tidak menyangka perbuatan ku kalian menyaksikannya dengan mata kepala kalian sendiri.
Bodoh! Bodoh kamu Maira!
__ADS_1
Sekarang apa yang harus kamu lakukan agar mendapatkan maaf dari Allah dan juga dari mereka semua?
Belum lagi mami.
Astaghfirullah ya Allah..
Robbana dholamna amfusana waillam taghfir lana watarhamna lanakunanna minal khosirin..
Batin Maira semakin nelangsa saat mengingat wajah sang mami yang akan berubah menjadi dingin datar padanya.
Beruntungnya saat ini, mami Annisa tidak berada disana. Entah apa yang akan terjadi jika beliau tahu kejadian yang sebenarnya.
Pastilah Maira tidak akan dianggap anak lagi olehnya. Rasa bersalah terus menggerogoti hati Maira dan Azka saat ini.
Benar.
Keduanya menyesal telah melakukan perbuatan terlarang itu. Keduanya sangat menyesal. Bahkan lebih menyesal.
Akan tetapi, semua itu sudah terlambat dan tidak mungkin bisa di ubah lagi.
Benar kata orang.
Penyesalan itu datangnya diakhir. Jika di awal pastilah pendaftaran namanya.
Semoga Maira dan Azka sanggup menjalani hukuman ini. Mereka dibuang tanpa memiliki apapun.
Hanya baju dibadan saja.
__ADS_1
Begitu pun dengan Prince dan Alzana. Keduanya pun sangat menyesal saat ini. Kenapa mereka harus terlambat tiba di apartemen itu hingga keduanya tidak sempat untuk mencegah perbuatan itu yang akhirnya berujung dengan pembuangan bagi mereka berempat.
Semoga mereka sanggup dan kuat nantinya.