Terpaksa Menikahi Sepupu

Terpaksa Menikahi Sepupu
Kemarahan Prince


__ADS_3

Bagai tersambar petir di tengah hari Azkan dan Maira mematung dan terpaku di tempat saat mendengar ucapan Prince yang memang benar adanya.


"Kau makan setiap hari. Perutmu kenyang! Bahkan wajahmu sangat berseri-seri! Sama seperti wajah istriku!"


Deg!


"Sekarang aku tanya sama kalian berdua. Iastri kamu siapa Azka? Dan suami kamu siapa Almaira? Aku? Atau saudara iparmu, huh?!"


Deg!


"bisa-bisanya kalian bersenang-senang di atas penderitaan orang lain! Kamu tahu apa hukumannya bagi seorang istri yang tidak patuh pada suaminya??"


Deg!


"Dan kamu juga! Seharusnya kamu memberikan nafkah lahir padanya. Berdos bagi seorang suami yang tidak memberikan nafkah untuk istrinya sementara uannya banyak dan bisa berbagi dengan istri orang!"


Dddduuaarr!


Azka terkesiap mendengar ucapan Prince. "Kenapa? Benar bukan apa yang aku katakan? Kamu bisa menfkahi istri orang lain! Tetapi kamu dengan sengaja tidak menafkahi istri mu sendiri karena sakit hati! Apa hukuman yang pantas bagi seorang suami yang mengabaikan istrinya seperti ini?!"

__ADS_1


Deg! Maira yang mendengar jika Prince terus menyudutkan Azka tidak senang. "Jangan menyudutkannya terus bang Prince! Kamu opun begitu dengan ku! Kamu pun tidak menafkahiku secara lahir dnbatin!" seru Maira dengan nafas memburu.


Alzana terkejut mendengarnya. Azka biasa saja. Karena ia sudah tahu dari Maira.


Prince tertawa sumbang. "Aku? Tidak menafkahimu lahir dan batin?! Hahaha.. Ngacok kamu kalau ngomong! Bukankah kamu sendiri yang menolak diberikan nafkah olehku?"


Deg!


Maira terkesiap. Prince tertawa lagi. "Kamu sendiri yang mengatakan, jika kamu tidak butuh uangku walau kamu tahu itu nafkah dariku untukmu. Kamu bilang, Mami dan Papi mengirimu uang setiap bulannya!. Jika iya, kenapa hanya kamu saja? Kenapa Alzana tidk? Bukankah kalian berdua anaknya?"


Deg!


Deg!


Prince tertawa sumbang lagi. "Baru aku tahu.. Ternyata uang Azka mengalir ke rekening istriku ya?"


Deg!


"Pantas saja perut kamu selalu kenyang dan wajahmu semakin berseri? Ternyata suami adikmu menafkahi kakak ipasrnya sendiri?? Istri sah ku begitu?? Huh?!" sentak Prince dengan suara menggelegar di dalam ruangan vvip itu.

__ADS_1


Ruangan khusus yang dipesan oleh Prince jika ia sedang makan disana. Baik itu sendiri maupun ketika membawa teman nya.


Nafas Prince memburu melihat azka dan maira kini kompak terkesiap ketika melihatnya.


"Kurang ajar! Kau mengenyangkan perut istri orang! Tapi kau lua dengan istrimu sendiri! Mau kau itu apa Azka?! Kenapa dulu kau mengambil Alzana dariku jika akhirnya kau siksa lahir dan batinnya?! Tidakkah kau tahu Azka? Alzana hidupku! Separuh dari nyawaku bersamanya! Aku rela menyerahkan nya padamu agar kau bisa mengurus tulang rusukku dengan baik1 Tetapi apa?" seru Prince begitu menggelegar di dalam ruangan itu.


Alzana memegangi tangan Prince. Ia menangis. Melihat Alzana menangis membuat Prince sem,akin murka dan ingin menghajar azka dan Maira.


Tetapi Alzana menahannya dengan cara memeluk tubuh tegap itu. Azka mematung di tempat melihat alzana memeluk Prince yang merupakan Abang sepupunya dan juga orang yang dicintainya.


Ia terkekeh sinis. "tidak salah kan ya aklau aku senagja tidak menafkahi Alzana? Lihat saja tingkahnya saat ini? Memeluk seorang lelaki yang bukan mahramnya! Cih!"


"Dan bagaimana dengan kamu bang Azka? Hiks.. Aku selalu melihatmu berpegangan tangan dengan wanita yang bukan mahram mu! Aku baru kali ini memeluk Abang ku! Tetapi kamu?? Kamu setiap harinya berzina dengannya!!!"


DDdduuuaaarr!


"Apa? Apa katamu Na? Berzina?!" seru Prince pula begitu terkejut mendengar ucapan alzana yang saat ini begitu marah pada Azka yang menatapnya dengan sinis.


"Ya, mereka berdua duduk berdua berdempetan. Jalan berdua! Berpegangan tangan! bahkan aku pernah melihat mereka.. Astaghfirullah ya Allah.. Hiks.." isak Alzana yang membuat tubuh Prince luruh seketika dan jatuh terduduk di kursi nya. Prince tahu apa maksdu Alzana mengatakan hal itu.

__ADS_1


Karena Prince sendiri penah melihat keduanya ketika berada di dalam lift apartemen mereka.


Azka dan Maira terkejut mendengar ucapan Alzana. Prince menatap kosong pada Maira yang kini menatap terkejut pada Alzana.


__ADS_2