
Matahari sudah kembali bersinar menerangi bumi, menghantarkan hangat lewat cahayanya. Para manusia penghuni bumi mulai bangun dan beraktivitas.
Begitu juga dengan Alesia yang sudah siap dengan pakaian formalnya, meski sederhana namun tetap sopan. Terlebih hari ini adalah hari pertama ia bekerja, jadi ia harus memberikan kesan positif saat ia masuk bekerja nanti.
Setelah memastikan jika semuanya sudah siap, Alesia segera keluar dari kamar dan menuju dapur untuk melaksanakan sarapan bersama ibu dan adiknya.
Sesampainya di dapur, Alesia melihat Henry yang sudah siap dengan seragam sekolahnya yang sudah terlihat sedikit kusam. Alesia yang melihat sedikit sedih namun ia tutupi karena ia sudah bekerja jadi ia dapat membelikan seragam sekolah yang baru untuk Henry.
Sedangkan sang ibu tengah mempersiapkan makanan di atas meja, ia melihat Alesia yang baru saja datang langsung mengajak Alesia untuk sarapan.
"Kenapa malah melamun? Cepat sini sarapan dan berangkat... Nanti kau bisa terlambat, " Ucap sang ibu dengan lembut.
Alesia tersadar dari lamunannya lalu tersenyum ke arah sang ibu yang sudah selesai menata sarapan lalu menghampiri mereka dan ikut duduk di meja makan dan mulai sarapan bersama.
Selama sarapan tidak ada yang berbicara, mereka fokus dengan makanan mereka masing-masing hingga sarapan mereka selesai. Alesia yang sudah selesai lebih dulu dari Henry membantu ibu membereskan bekas sarapannya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian Henry pun selesai dengan sarapannya dan memberikan piring kotor kepada Alesia agar di cuci, setelah selesai mereka berdua bersiap untuk berangkat.
"Ibu, aku dan Henry berangkat dulu.... Kau jangan sampai kelelahan, " Ucap Alesia dan berangkat.
Ibu Alesia hanya mengangguk saja mendengar itu, ya sebenarnya ibu Alesia memiliki penyakit asma yang membuatnya tidak begitu bebas dalam beraktivitas. Henry berangkat menggunakan sepedanya yang sudah lama, sedangkan Alesia berangkat menggunakan bus umum.
Alesia menunggu lima menit di halte bus, setelah bus sampai ia langsung masuk keke dalam bus dan menikmati perjalanan paginya yang ramai dan penuh dengan semangat.
Karena perusahaan tempat ia bekerja cukup jauh, Alesia berangkat lebih pagi agar tidak telat sampai di kantor. Sekitar tiga puluh menit perjalanan akhirnya bus yang Alesia tumpangi sampai di tujuan.
Lalu dengan cepat Alesia menyebrangi jalan, karena jalan yang masih sepi jadi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menunggu jalanan renggang.
Alesia berjalan memasuki gedung yang menjulang tinggi ke atas, Alesia masuk dan di sambut oleh seorang laki-laki yang sudah menunggunya sejak tadi.
"Pagi nona Alesia, saya Hanzo asisten pribadi direktur Josephton. .. Saya di sini pribadi yang akan memberi tahu semua yang harus di kerjakan oleh nona, " Jelas laki-laki itu dengan hormat.
__ADS_1
Alesia yang baru saja masuk dan di beri sambutan seperti itu tersenyum dan mengangguk mendengar penjelasan dari Hanzo, di saat seperti inilah Hanzo sangat di butuhkan.
"Baiklah, tolong kerjasamanya tuan Hanzo, " Ucap Alesia dengan ramah.
"Panggil saja aku Hanzo, tidak nyaman di panggil seperti itu, " Ujar Hanzo sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Alesia yang melihat respon Hanzo terkekeh lucu, lalu kembali tersenyum dan mengulang kembali perkataannya dan memanggil Hanzo tanpa embel-embel sebutan tuan.
"Baiklah, tolong kerjasamanya Hanzo, " Ucap Alesia.
"Baiklah kalau gitu kau bisa ikut aku untuk ke tempat di mana kau akan bekerja, dan di sana aku akan jelaskan semuanya bahkan sampai hal yang paling tidak di sungai direktur, " Ucap Hanzo yang mulai nyaman berbicara dengan Alesia.
Alesia yang di ajak mengobrol seperti itu menjadi nyaman, mereka berdua berjalan menuju lantai paling atas dimana tempat ruangan direktur berada dan tempat Alesia bekerja nantinya. Selamat perjalanan ke sana mereka terus mengobrol dengan di selipi candaan dan Hanzo tidak lupa memberi tahu peraturan di kantor ini.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang menatap mereka tajam dan tidak suka. Entahlah orang itu merasa sangat tidak suka saat Hanzo dekat dengan Alesia.
__ADS_1