
pagi hari kembali menyapa, Alesia yang sudah siap deng pakaian kerjanya segera keluar dari kamar dan menemui ibu serta adiknya.
ia sudah melupakan kejadian kemarin, dan berharap jika Josep tidak membahas hal kemarin saat di kantor nanti dan juga Alesia bertekad untuk menjaga jarak dengan Josep.
"selamat pagi, " sapa Alesia sesampainya di meja makan.
"pagi kak, " sapa Henry sedangkan ibu Alesia hanya tersenyum karena sedang menyiapkan sarapan untuk mereka.
"sudah sekarang kita makan, lalu kalian segera berangkat, " ujar ibu Alesia.
Alesia dan Henry mengangguk. mereka makan dengan tenang terkadang di selingi oleh sedikit candaan yang di buat oleh Henry maupun Alesia.
ibu Alesia hanya tersenyum melihat keharmonisan keluarga mereka meski tanpa kepala keluarga. ibu Alesia terdiam mengingat kejadian kemarin dan memperhatikan Alesia yang tengah makan.
Alesia yang melihat sang ibu melamun sambil menatapnya kebingungan. ia memanggil sang ibu untuk menyadarkan wanita itu dari lamunannya dan bertanya.
"ibu hey! ada apa? mengapa kau melamun? " tanya Alesia sambil memegangi tangan sang ibu.
__ADS_1
ibu Alesia tersadar dari lamunannya dan mendapati kedua anaknya tengah melihat ke arahnya. ibu Alesia menghela napas dan kembali tersenyum lalu menjawab pertanyaan Alesia.
"ibu tidak apa-apa, ibu hanya kelelahan saja, " jawab ibu Alesia.
"ibu, sebaiknya kau berhenti bekerja saja. biarkan aku yang mengurus kalian sekarang, gaji ku juga lumayan untuk menghidupi kita semua, " jelas Alesia.
"tidak, bagaimana dengan pelanggan ibu jika ibu berhenti bekerja? sudahlah tidak masalah, kau juga masih ada keperluan yang harus kau penuhi biarkan ibu bekerja lebih lama, " jelas ibu Alesia menolak untuk berhenti bekerja.
"ibu.... baiklah jika itu mau ibu, nanti saat Alesia memiliki uang yang cukup Alesia akan dirikan toko ibu sendiri dengan beberapa karyawan untuk membantumu ya, " ucap Alesia sambil memegang tangan sang ibu.
tidak lama kemudian Alesia sadar jika ia hampir saja terlambat. dengan cepat Alesia membereskan sisa sarapannya dan berpamitan kepada ibu dan adiknya untuk berangkat bekerja.
"astaga, aku hampir terlambat... aku berangkat dulu ibu, kau belajarlah yang rajin, " ucap Alesia kepada ibunya dan Henry.
dengan terburu-buru Alesia keluar dari rumah dan sedikit berlari menuju halte bus. beruntung saat ia sampai di halte bus ia tidak tertinggal bus dengan tujuannya jika ia sampai tertinggal akan gawat urusannya.
ibu Alesia yang melihat tingkah putrinya itu hanya bisa menggeleng. ia memang sering menyuruh Alesia untuk mencari pasangan namun ia masih belum siap untuk melepaskan Alesia.
__ADS_1
"ibu aku juga berangkat, " ujar Henry menyadarkan ibu Alesia.
"baiklah, kau berhati-hati lah dan belajar dengan giat di sekolah, " nasehat ibu Alesia kepada Henry.
Henry hanya mengangguk saja lalu segera berangkat ke sekolahnya. ibu Alesia tersenyum melihat kepergian putranya lalu ia segera membereskan bekas sarapan mereka.
tanpa ia sadari dialah orang laki-laki masuk ke dalam rumahnya, yang satu menggunakan kursi roda dan yang satunya lagi mendorong kursi roda orang tersebut.
orang yang berada di kursi roda menatap rindu ke arah ibu Alesia sebelum memanggil wanita itu. wanita yang sangat ia rindukan.
"Sintia, " panggil laki-laki itu dengan suara parau.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...TERJEBAK CINTA DARA'JELITA BY CHACHA SHYLA ...
__ADS_1