
"siapa ya? KALIAN! " ucap Ibu Alesia terkejut saat membuka pintu.
ia tidak menyangka jika tamunya adalah dua orang yang sangat tidak ingin ia temui. namun entah dari mana mereka tahu tempat tinggalnya yang sekarang.
Ibu Alesia yang tidak mau berurusan dengan kedua orang yang ada di hadapannya, siapa lagi jika bukan kedua orang tua Josep. bersiap untuk menutup pintu namun belum ia menutup rapat pintu sudah di tahan oleh ayah Josep.
"apa mau kalian? " tanya ibu Alesia parau.
ia masih tidak bisa melupakan kejadian waktu itu. memang sekarang ia sudah melupakan mantan suaminya namun kejadian menyakitkan itu masih saja berputar di otaknya.
kedua orang tua Josep saling pandang, mereka menghela napas kasar dengan respon ibu Alesia. mereka tahu jika ini akan terjadi namun ia tidak menyangka jika ibu Alesia masih mengingat nya sampai sekarang.
"Sintia, kami ingin berbicara denganmu... apakah kami boleh masuk? " ujar ibu Josep dengan tenang.
ibu Alesia menghela napas, ia tidak mungkin mengusir mereka. jadi ia mempersilahkan kedua orang tua Josep untuk masuk ke dalam rumah. kedua orang tua Josep yang sudah di izinkan masuk segera masuk.
__ADS_1
kesan pertama yang ibu Josep lihat saat masuk adalah suana yang berbeda. jauh lebih sederhana namun terasa nyaman. ibu Alesia mempersilahkan mereka berdua untuk duduk. setelah duduk ibu Alesia kembali bertanya maksud dan tujuan kedua orang tua Josep datang.
"ada apa? apa mau kalian datang kemari? " tanya ibu Alesia dengan datar.
"tenangkan dirimu, kami ke sini untuk membahas anak kita, " jelas ibu Josep dengan tenang.
"anak kita? apa maksudmu?! " tanya ibu Alesia yang memang tidak mengerti.
ibu Josep sudah menduga jika ibu Alesia tidak mengenali Josep sebagai anak mereka. ibu Josep tersenyum lalu memberi tahu tentang mereka berdua.
ibu Alesia terkejut, tidak menyangka jika Josep adalah anak dari teman mantan suaminya. ibu Alesia menutup mata menghembuskan napas terus-menerus.
ibu Josep yang melihat itu merasa khawatir. namun jawaban dari ibu Alesia membuatnya terkejut juga senang.
"baiklah, aku akan membiarkan putriku dengan putramu... ini hanya demi kebaikannya, aku tidak mungkin melarang Alesia mencintai seseorang... tapi ingat, aku tidak pernah sudi menjadi besan dengan mu! " jelas ibu Alesia sedikit emosi namun ia tidak boleh egois demi masa depan putrinya.
__ADS_1
"ya tidak masalah jika kau memang belum bisa memaafkan kami, yang jelas aku hanya tidak mau masa depan mereka terganggu karena keegoisan kita... dan juga suatu saat nanti kau akan mengetahui kebenaran dari kejadian waktu itu, kalau begitu kami pamit maaf sudah mengganggumu, " ujar Ibu Josep panjang lebar dan mengajak suaminya untuk segera pergi.
ibu Alesia hanya diam, ia masih mencerna ucapan dari ibu Josep yang terakhir. apa maksudnya ? apa yang sebenarnya terjadi pada waktu itu? apa yang sudah di sembunyikan oleh suaminya dulu?
"apa maksud dari perkataannya? sebenarnya apa yang tidak aku tahu? kalian benar-benar menyembunyikan sesuatu dari ku, " gumam ibu Alesia sambil mengusap wajahnya kasar.
sedangkan kedua orang tua Josep yang merasa puas dengan jawaban ibu Alesia segera kembali ke mobil dengan wajah sumringah. meski mereka belum di maafkan, setidaknya mereka akan jadi besan cepat atau lambat dan ibu Alesia akan mengetahui kebenarannya setelah itu mereka akan kembali seperti dulu.
"cepat atau lambat, kita akan kembali bersama seperti dulu... yang sekarang utama masa depan Alesia dan Josep lebih dulu, jangan egois hanya karena suatu kejadian, " ujar ayah Josep yang sejak tadi hanya diam saja.
"aku tahu, ini juga demi masa depan anak-anak... semoga sana hubungan mereka berjalan dengan lancar, " balas ibu Josep merasa senang.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...SUAMIKU BUKAN MILIKKU BY ZAFA...
__ADS_1