
"mengapa kau masih di sini? " tanya Josep datar dengan suara beratnya.
Alesia yang tersadar dari lamunannya. langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan tersenyum pepsodent, lalu segera pergi dari ruangan Josep dengan malu. sebelum keluar Alesia pamit terlebih dahulu.
"hehe, kalau begitu saya izin undur diri, " ucap Alesia lalu sedikit berlari keluar ruangan itu.
Josep yang melihat itu tersenyum tipis dengan tingkah laku Alesia, namun wajahnya kembali berubah menjadi datar dan kembali mengerjakan tugasnya. terlebih masih ada berkas lagi yang harus ia tanda tangani.
Josep sangat fokus dengan laptop yang ada di hadapannya. ia benar-benar lelah namun tetap ia lanjutkan. sedangkan Alesia yang baru saja keluar dari ruangan Josep sedikit terengah-engah.
Alesia menyender di pintu masuk ruang direktur sambil memegang dadanya yang terus berdetak cepat. ia benar-benar malu tertangkap basah oleh Josep saat memperhatikan wajah tampan laki-laki itu.
"astaga, bodohnya aku! bisa-bisanya aku melamunkan laki-laki itu! bodoh kau Alesia! " makinya pada dirinya sendiri.
Hanzo yang dapat melihat Alesia dari ruangannya tersenyum. Alesia terlihat sangat malu dan menggemaskan dengan wajah yang memerah dan terlihat sangat panik.
entah apa yang di lakukan bosnya hingga membuat wanita itu malu. Alesia yang masih berdiri di depan pintu segera menggeleng agar melupakan wajah dan keadaan tubuh Josep yang sangat menggoda itu.
"sudahlah, tidak perlu memikirkannya lagi! aku masih harus menyelesaikan pekerjaan ku, lebih cepat lebih baik, " gumam Alesia dan berjalan kembali masuk ke dalam ruangannya.
sesampainya di ruangannya Alesia segera melanjutkan pekerjaannya yang tinggal sedikit lagi. biasanya jam lima sore sudah waktunya mereka pulang namun karena pekerjaan Alesia yang menumpuk ia tidak bisa pulang lebih cepat.
Alesia tidak lupa mengabari ibunya, agar wanita paru baya itu tidak khawatir kepadanya. sudah cukup lama Alesia duduk di hadapan komputer dan berkas yang tertumpuk.
Alesia bahkan sampai meninggalkan makan malamnya karena pekerjaannya akan segera selesai. setelah semuanya selesai Alesia kembali me ruangan Josep untuk menyerahkan berkas yang tersisa.
Alesia memasuki ruangan Josep, kali ini laki-laki itu tengah berbicara dengan Hanzo mengenai kado pernikahan untuk orang tuanya. Hanzo dan Josep yang melihat kedatangan Alesia berhenti dan beralih membahas proyek yang tengah di kerjakan oleh Hanzo.
__ADS_1
"tuan ini berkas terakhir yang harus kau tanda tangani, " ujar Alesia setelah berdiri di hadapan Josep.
Josep menerima berkas itu. lalu karena mereka berdua sudah ada di sana, Josep ingin menjelaskan jika mereka akan membangun proyek baru dan proyek itu akan di tanggung jawabkan oleh Alesia.
"baiklah, kalian jangan pergi dulu... mungkin ini sudah mulai malam namun ada hal yang harus aku katakan pada kalian karena ini penting, " ucap Josep menaruh berkas di atas meja.
"hal penting apa? " tanya Alesia to the point.
"proyek ini tentang makanan, ini pertama kalinya perusahaan ini bekerja sama untuk membuat produk makanan.... dan aku ingin kau, Alesia yang menjadi pemimpin dari proyek ini,
" aku tahu kau memang masih baru, namun Hanzo tidak bisa meng-handle ini... ia sudah memiliki proyek lain yang jauh lebih penting, jadi bagaimana? apa kau akan menerima ini? " ucap Josep menjelaskan.
Alesia tentu saja terkejut. baru hari pertama ia kerja sudah di berikan tugas seperti ini. yang berarti kemampuannya di akui oleh Josep maka dari itu Josep memberikan tugas ini kepadanya.
tanpa basa basi Alesia langsung mengangguk menjawab dengan matang jika ia sanggup menerima tangung jawab ini. selain itu kesempatan ini akan membuahkan hasil yang sangat bagus baginya, yaitu menghasilkan uang lebih.
"ya aku mau!" jawab Alesia tegas.
Alesia hanya mengangguk saja. ia belum liat datanya, namun malam ini ia pastikan jika mereka akan mengadakan rapat dengan klien tanpa ada halangan.
"pekerjaan mu sudah selesai, kau boleh pulang, " lanjut Josep
"baiklah, kalau begitu aku undur diri, " jawab Alesia dan segera pergi dari hadapan Josep dan Hanzo.
setelah memastikan Alesia sudah benar-benar pergi. Hanzo segera bertanya kepada Josep mengapa laki-laki itu memberikan proyek yang penting pada Alesia, terlebih Alesia belum ada pengalaman sama sekali.
"tuan apa kau yakin memberikan proyek ini pada Alesia? kau bisa saja memberikannya kepada ku. kau tahu bukan Alesia baru pertama kali kerja dia belum memiliki pengalaman, " cetus Hanzo to the point.
__ADS_1
Josep menatap Hanzo datar. ia jelas tahu itu, namun jika Alesia tidak di berikan tugas tersebut sampai kapan ia akan menjadi seperti itu? tidak memiliki pengalaman dalam menjalankan proyek yang penting seperti ini.
tujuan Josep adalah, agar Alesia memiliki pengalaman pertama dalam menyusun dan memimpin proyek lalu belajar dari pengalaman tersebut buat kedepannya.
"tentu saja aku tahu itu! jika aku tidak memberikan proyek ini, kapan dia akan memiliki pengalaman sendiri? dengan aku memberikan tugas ini ia akan belajar dari pengalaman itu! " jawab Josep dengan tegas.
"lagi pula kau ada proyek yang belum kau selesaikan dan itu jauh lebih penting dari proyek yang aku berikan kepada Alesia! sudahlah jika kau hanya akan protes sebaiknya pergi, aku masih harus menyelesaikan ini! " lanjut Josep sedikit emosi.
Hanzo yang mendengar itu terdiam. benar apa yang di katakan Josep, karena ia tidak memiliki urusan lagi. Hanzo segera pergi dari ruangan Josep. lebih tepatnya ia akan pulang karena pekerjaannya sudah selesai dan membiarkan Josep menyelesaikan tiganya sendiri.
Alesia merasa sangat seneng setelah di berikan tugas itu. Alesia keluar dari ruangan Josep dengan wajah yang sumringah. karena pekerjaannya sudah selesai Alesia segera mengambil tasnya yang ada di ruangan tidak lupa ia membereskannya terlebih dahulu baru ia pulang.
"aku akan mengerjakan proyek ini dengan sungguh-sungguh, " gumam Alesia sangat senang saat berada di dalam lift.
perusahaan sudah sepi, karena para karyawan sudah pulang. namun masih ada beberapa karyawan yang masih lembur mengerjakan tugas mereka masing-masing seperti Alesia tadi.
setelah keluar dari lift, Alesia segera keluar dari perusahaan dan langsung menuju halte bus yang ada di depan perusahaan. hari memang sudah mulai larut namun masih ada bus yang bekerja sampai malam.
Alesia sedikit bersenandung senang sambil menunggu bus datang. entahlah meski hari ini ia sangat lelah, emosi namun juga sangat senang. sekarang ia tahu bagaimana lelahnya bekerja, ia sudah tahu bagaimana lelahnya ibunya saat berkerja mencari nafkah untuk mereka.
kriyuk.... kriyukkk
suara perut Alesia berbunyi. ia baru ingat jika dirinya melewatkan makan malam demi menyelesaikan pekerjaannya. Alesia memegang perutnya yang terus berbunyi.
ia ingin segera pulang dan makan masakan sang ibu, rasanya sangat merindukan masakan sang ibu padahal pagi tadi ia sarapan dengan masakan sang ibu.
tidak lama kemudian bus yang tujuannya ke arah rumah Alesia datang. setelah berhenti tepat di halte bus, Alesia segera masuk ke dalam bus yang sudah hampir terisi penuh para pekerja sepertinya.
__ADS_1
...JOSEPHTONE MATILDA...