TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 8


__ADS_3

Josep memberhentikan mobilnya tepat di pintu masuk utama, ia turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah dengan tampilan gagah dan dinginnya, khas seorang Josepthon Matilda. Laki-laki masuk ke dalam rumah dan langsung menuju lantai dua untuk ke kamar sang adik, ibu Josep yang sedang bersama suaminya menggeleng melihat tingkah putra satu-satunya.


"Ada apa dengannya? " Tanya ayah Josep, Jack Matilda.


"Aku juga tidak tahu, " Jawab ibu Josep, veronica Matilda.


Karena tidak mau memikirkan ada apa dengan laki-laki itu, mereka berdua kembali mengobrol dengan asik. Sedangkan Josep yang baru sampai di lantai dua segera menuju kamar Arsyla.


Saat sampai di hadapan pintu kamar Arsyla, Josep langsung membuka pintu kamar yang tidak di kunci dan mendapati sang adik tengah menonton bias nya di laptop sambil rebahan dan memakan beberapa cemilan membuat Josep menggeleng melihat tingkah adik kecilnya.


"Sayang, kenapa kau belum tidur hmm? " Tanya Josep dan duduk di samping Arsyla, Josep sudah biasa memanggil Arsyla seperti itu jadi Arsyla sudah tidak aneh.


"Oh kak, aku belum mengantuk ada apa kau mencariku?" Balas Arsyla bangkit dari tidurannya dan balik bertanya.

__ADS_1


"Ada beberapa yang aku ingin tanyakan, apakah aku mengganggumu? " Tanya Josep lembut.


"Tidak, katakan saja kau ingin bertanya apa, "


Karena Arsyla sudah setuju, Josep mulai bertanya-tanya. Ia menanyakan wanita yang Arsyla sukai seperti apa, wanita yang akan menjadi kaka iparnya harus seperti apa dan juga wanita seperti apa yang di sukai oleh kedua orang tuanya. Pasalnya Josep tidak mengetahui itu semua karena ia memang jarang berinteraksi dengan kedua orang tuanya apalagi membahas soal ini.


Di waktu yang sama tempat yang berbeda, Alesia tengah berjalan-jalan di taman dekat rumahnya bersama Henry. Katanya ia bosan di rumah jadi mengajak adik laki-laki nya pergi keluar.


"Kak, sebaiknya kita kembali hari sudah semakin malam angin juga sudah berubah menjadi sangat dingin, " Pinta Henry khawatir kepada Alesia.


"Huh, baiklah... Oh kak lihat di sana ada penjual pentol goreng aku ingin itu, " Ucap Henry saat tidak sengaja mendapati seorang penjual pentol keliling.


Alesia melihat ke arah yang di tunjuk oleh Henry, ia langsung mengangguk menyetujui permintaan sang adik, lalu mengajak Henry untuk membeli pentol tersebut. Alesia membeli 20 ribu pentol masing-masing 10 ribu, kebetulan ia membawa uang simpanannya jadi saat ada penjual seperti ini ia tidak kerepotan.

__ADS_1


"Terimakasih kaka, "


"Sama-sama sudah makan, setelah habis kita akan pulang, "


Alesia dan Henry memakan pentol mereka dengan lahap, saat makan tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengikuti, orang yang sama saat Alesia pulang sore tadi. Entah siapa orang itu kenapa mencari tahu tentang Alesia dan keluarganya.


Setelah selesai memakan pentol, Alesia dan Henry kembali menuju rumah, selama di perjalanan mereka bercanda dan tertawa lepas, orang yang mengikuti mereka memotret mereka berdua dan mengirim ke seseorang yang tidak lain orang yang menyuruhnya mengikuti Alesia sejak pagi.


"Saat sampai rumah, langsung beristirahat besok kau harus sekolah. Ingat harus rajin belajar, " Ucap Alesia saat sudah sampai di rumah.


"Ya, kau juga cepat istirahat besok hari pertama kau bekerja, " Jawab Henry.


Ibu Alesia datang dari dapur menghampiri kedua anaknya dan menyuruh kedua orang itu untuk segera tidur, ia juga sudah selesai mempersiapkan bahan untuk sarapan besok pagi.

__ADS_1


"Sudah, ini sudah larut sebaiknya kalian tidur besok jangan sampai kesiangan, " Ujar ibu Alesia.


"Siap ibunda ratu hehe, " Jawab Alesia dan Henry bersama, lalu mereka berpencar untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.


__ADS_2