
Tok... Tok... Tok...
"Masuk, " Suara berat menginterupsi Alesia untuk masuk.
Alesia dengan yakin membuka pintu itu dan berjalan perlahan ke dalam dan menuju meja kerja yang berada di tengah-tengah ruangan tersebut.
Alesia dapat melihat sang direktur tengah sibuk dengan berkas yang ada di tangannya. Alesia berdehem dan memberikan berkas yang ada di tangannya untuk di tangan tangani oleh Josep.
"Tuan, ini berkas yang harus anda tanda tangani, " Ucap Alesia sambil meletakkan berkas tersebut di atas meja Josep.
"Baiklah, kau bisa kembali ke ruangan mu, " Balas Josep tanpa melihat ke Alesia.
Saking fokusnya dengan berkas yang ada di tangannya ia hampir lupa dengan tujuannya. Ia bermaksud saat Alesia memberikan berkas ia akan mengungkapkan rencananya, lebih tepatnya ia akan meminta pertolongan dari Alesia.
Alesia yang sudah selesai dengan tugasnya hendak kembali ke ruangannya, namun baru saja ia berbalik badan sudah di tahan kembali oleh Josep.
"Tunggu! " Tahan Josep dan mengangkat kepalanya menghadap Alesia.
Alesia menghela napa lalu memutar kembali tubuhnya dan menghadap sang direktur yang terlihat sangat lelah dari raut wajahnya.
__ADS_1
"Ada apa lagi tuan? " Tanya Alesia lembut.
Josep diam, ia tidak yakin dengan rencananya namun ia harus tetap mengucapkannya. Hanya Alesia yang cocok dengan tugasnya ini.
"Apa kau bisa membantuku? " Tanya Josep ragu.
Alesia mengangkat sebelah alisnya, tidak menyangka jika Josep dapat bertele-tele seperti ini. Menurutnya Josep adalah laki-laki tipe yang langsung to the point.
"Apapun akan saya lakukan jika saya bisa tuan, " Jawab Alesia sopan.
"Aku benar-benar membutuhkan bantuan mu, di balik bantuan mu ini. Kau akan hidup dengan nyaman begitupun dengan keluarga mu, " Lanjut Josep semakin membuat Alesia bingung.
"Apakah kau bisa berkata langsung ke intinya saja? " Tanya Alesia agar cepat selesai.
Alesia yang mendengar itu terkejut, sungguh tidak menyangka jika sang direktur akan berkata seperti itu. Dengan tegas Alesia menolak.
Tentu saja ia akan menikah nantinya namun menikah hanya 1 kali menurutnya. Dan itu hanya akan ia lakukan dengan orang yang ia cintai saja tidak untuk di permainkan dalam kontrak ini.
"Tidak! Aku tidak mau, aku hanya akan menikah dengan orang yang aku cintai... Sebaiknya kau cari wanita lain saja untuk melahirkan anakmu, _ tolak Alesia tanpa basa-basi lalu segera meninggalkan ruangan Josep dengan kacau.
__ADS_1
Josep yang melihat itu tersenyum miring. Baru kali ini ada wanita yang menolaknya, namun ia tidak akan berhenti di sana saja.
Josep melihat Alesia sangat cantik dan juga tubuhnya yang molek. Entahlah baru kali ini ia tertarik dengan seorang wanita.
Biasanya ia hanya akan memanfaatkan wanita untuk di tiduri saja. Saat melihat Alesia, ada perasaan yang berbeda di hatinya dan juga Alesia selalu menolak dengan tegas jika ia bukan wanita yang sama seperti wanita yang selalu mengejar-ngejarnya.
Alesia kembali ke ruangannya dengan wajah merah padam. Hanzo yang melihat itu tersenyum, sepertinya sang direktur sudah mengatakan keinginannya namun di tolak oleh Alesia melihat wajah Alesia merah dan kesal.
Hanzo yang baru saja menyelesaikan tugasnya menghampiri Alesia dan bertanya berpura-pura tidak mengetahui apapunapapun sambil memberikan sekaleng sodara kepada Alesia.
"Ada apa? Mengapa wajahmu sangat merah? " Tanya Hanzo.
Alesia menerima sekaleng sodara itu dan segera meminumnya. Alesia belum menjawab pertanyaan Hanzo, sungguh kejadian dan ajakan tadi membuatnya jengkel. Seakan-akan ia tidak memiliki harga dirinya lagi di hadapan Josep.
"Aku di tawari menikah oleh direktur, " Jawab Alesia setelah meminum habis sisanya.
Hanzo tersenyum, lalu memancing Alesia untuk berbicara lebih banyak lagi. Baru kali ini ia melihat wanita menolak tuannya terlebih wanita itu sangat cantik dimatanya.
"Lalu apa kau menerimanya? " Tanya Hanzo.
__ADS_1
"Tentu saja tidak! Aku akan menikah sekali seumur hidupku dan aku akan menikah dengan orang yang aku cintai. Bukan menikah hanya untuk menjadi penyewa rahim, dia pikir aku tidak punya harga diri?! Aiss, " Jawab Alesia cepat sambil memaki karena kesal.
Hanzo yang melihat itu hanya terkekeh, kasihan sekali bosnya ini. Di tolak bahkan di maki oleh bawahannya sendiri. Sungguh menarik.