TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 12


__ADS_3

Di dalam lift, mereka berdua terus mengobrol dan bercanda. Orang-orang yang ada di dalam lift merasa curiga dengan mereka berdua apalagi terhadap Alesia.


Sebab Hanzo sangat jarang mau mengobrol dengan bawahan, namun tidak dengan Alesia justru mereka terlihat sangat akrab bak sepasang kekasih. Padahal mereka baru saja bertemu hari ini.


"Sudah, kita terus di perhatikan oleh mereka... Aku tidak mau memiliki musuh pada hari pertama bekerja, " Bisik Alesia tepat di samping Hanzo.


Hanzo yang mendengar itu melihat ke sekitarnya dan benar saja mereka berdua terus di perhatikan, Hanzo benar-benar lupa jati dirinya saat di kantor ketika bertemu Alesia.


Sejujurnya memang sifat Hanzo adalah periang dan mudah akrab dengan orang lain, hanya saja berbeda saat di kantor ia akan cenderung lebih pendiam dan tidak peduli. Itu pun di ajari oleh Joseph atasannya.


Mereka berdua menghentikan obrolan mereka dan fokus kedepan, tidak lama kemudian lift berhenti tepat di lantai tujuan mereka berdua. Hanzo keluar lebih dulu dan di ikuti oleh Alesia di belakangnya.


Alesia menunduk sambil terus mengikuti Hanzo dari belakang. Sejak ia keluar dari lift banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan yang tidak suka.

__ADS_1


Mungkin karena ia dekat dengan atasan saat baru masuk kerja, atau mungkin karena ia dekat dengan orang setampan Hanzo sedangkan mereka tidak bisa.


Hanzo berhenti tepat di depan pintu yang menjulang tinggi dan ada papan nama yang bertuliskan 'Direktur' yang sudah jelas jika itu ruangan direktur.


Hanzo tidak berjalan menuju ruangan itu, melainkan menuju ruangan yang tidak begitu kecil dan juga besar tepat di depan pintu besar itu.


Sesampainya di dalam sana Hanzo menjelaskan cara kerja Alesia.


"Disinilah tempat mu bekerja, semuanya sudah di tata dan di beri nama. Berkas penting ada di jejeran rak ini dan jejeran rak sebelahnya adalah dokumen yang sudah di tandatangani... Oh ya ini jadwal untuk 1 bulan ke depan, aku sudah menyiapkannya untukmu agar lebih mudah tapi nanti kau harus mengerjakannya sendiri, "


Alesia mendengarkan semua ucapan Hanzo, ia juga membawa catatan untuk mencatat apa yang harus ia lakukan selama menjadi sekertaris.


Alesia menerima catatan untuk satu bulan ke depan dan membaca semua jadwal itu. Sungguh ia sangat berterimakasih karena di berikan pembimbing seperti Hanzo.

__ADS_1


"Baiklah sebaiknya kita mulai, karena ada berkas yang harus kau selesaikan hari ini... Kau cukup mengecek ulang semuanya sampai sama seperti yang ada di catatan yang aku berikan, setelah itu baru kau bawa untuk di tandatangani oleh direktur, aku masih ada urusan lain, " Lanjut Hanzo memberi tahu berkas yang terkumpul di atas meja samping laptop.


Alesia yang melihat itu ternganga, tidak menyangka jika berkasnya akan sangat banyak. Mungkin ia akan lembu di hari pertamanya bekerja.


"Baiklah, terimakasih Hanzo... Sepertinya aku akan lembur, " Ucap Alesia berterimakasih.


"Ya sepertinya, semangat aku harus memberikan laporan lain, bye, " Ucap Hanzo dan pergi meninggalkan Alesia di ruangan yang tertumpuk cukup banyak berkas itu.


Alesia yang sudah sendiri, duduk di kursi depan laptop dan mulai membenahi semua berkas-berkas itu satu persatu sambil melihat petunjuk yang diberikan oleh Hanzo.


Sedangkan di waktu yang sama tempat yang berbeda, Josep tengah fokus menatap layar laptop. Sebenarnya ia sedang kesal namun berkas yang ada disi samping nya harus di selesaikan malam ini. Terlebih belum lagi berkas yang sekarang tengah di selesaikan oleh Alesia.


Mengingat Alesia, Josep menjadi kesal kembali saat melihat wanita itu berduaan dan bercanda dengan riang bersama Hanzo seakan-akan mereka sudah kenal lama.

__ADS_1


"Aish, ada apa dengan ku? Dia hanya wanita biasa... Paling akan sama seperti wanita yang lainnya, " Gumam Josep tidak fokus.


__ADS_2