
Pagi hari sudah kembali menyapa. bulan yang menerangi malam bergantian dengan matahari yang siap menerangi pagi sampai sore dengan cahaya hangatnya. pagi hari yang cerah burung-burung berkicauan di atas atap rumah.
Alesia sudah bangun lebih awal pagi ini. ia sudah siap akan berangkat bekerja hanya tinggal menunggu sarapan matang saja. hari ini Alesia sangat bersemangat karena hari ini adalah rapat pertamanya membahas proyek pertamanya juga.
Alesia berkumpul dengan ibu dan adiknya. mereka melaksanakan sarapan setelah semuanya matang. dengan semangat Alesia menceritakan jika dirinya di percayakan untuk memegang proyek yang cukup penting di perusahaan.
hal itu membuat ibu dan adik Alesia merasa senang. karena Alesia dapat bekerja dengan baik dan di percayakan untuk menyelesaikan proyek yang cukup penting itu.
setelah selesai sarapan Alesia segera menuju ke halte bus tidak lupa ia berpamitan terlebih dahulu kepada ibu dan adiknya. setelah itu Alesia menunggu bus sambil bersenandung ria hingga bisa datang.
tidak lama kemudian, bus datang dan berhenti tepat di depan Alesia. Alesia masuk ke dalam bus dan memilih salah satu kursi yang masih kosong dan menikmati perjalanan paginya menuju kantor.
berbeda dengan Josep. laki-laki itu masih di kediaman orang tuanya, lebih tepatnya di panggil oleh sang ibu untuk datang. tentu saja kedatangannya menimbulkan keramaian di rumah besar itu.
siapa lagi jika bukan sang ibu tercinta yang mengomelinya pagi-pagi, karena mencium bau parfum wanita dan bau bir yang sangat menyengat dari nafas laki-laki itu.
"sampai kapan kau akan bersikap seperti ini? sudahlah aku benar-benar lelah mengomeli mu setiap hari, " ucap sang ibu dan duduk di samping suaminya.
"siapa juga yang menyuruhmu mengomel mom? sudahlah aku ingin mandi, ada rapat hari ini, " sahut Josep kesal dan melenggang pergi meninggalkan kedua orang tuanya yang menggeleng melihat tingkah laku putra tunggal mereka.
"ck! sampai kapan dia akan bersikap seperti itu? kau benar-benar menurunkan sikapmu padanya, " kesal ibu Josep sambil memaki sang suami yang berada di sampingnya.
"biarkan saja dia, toh dia masih muda... biarkan dia menikmati masa mudanya, " balas suaminya sambil mengecup kening sang istri membuat ibu Josep tidak lagi merajuk.
Josep yang berjalan menuju kamar dengan sempoyongan. sebenarnya ia malas untuk ke perusahaan namun, ia sudah ada janji jika akan ada rapat hari ini. terlebih yang memimpin rapat ini adalah anak yang belum berpengalaman.
__ADS_1
Josep masuk ke dalam kamar dan langsung menuju kamar mandi. sesampainya di dalam kamar mandi Josep melepaskan seluruh pakaiannya hingga menampilkan tubuh atletis nya.
setelah itu Josep mulai membersihkan dirinya. tidak membutuhkan waktu yang lama untuknya mandi, hanya untuk menghilangkan lendir di tubuhnya yang terasa sangat lengket dan membuat kembali tubuhnya segera sudah cukup untuknya.
setelah selesai ia keluar dari kamar mandi dan langsung memakai pakaiannya yang sudah di siapkan selama ia mandi. setelah memastikan jika semuanya sudah rapi Josep segera keluar dari kamar dan langsung menuju ke parkiran tanpa sarapan terlebih dahulu.
ia akan sarapan di perusahaan nanti. sesampainya di parkiran ia mengambil mobilnya dan segera masuk lalu menjalankan mobilnya menuju perusahaan.
hanya membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk dirinya sampai di sana. jika tidak macet mungkin dia puluh menit sudah sampai namun karena jalanan pagi ini cukup padat membuat Josep mau tidak mau sedikit terjebak kemacetan.
tidak lama kemudian ia sampai di perusahaan dan segera memarkirkan mobilnya di garasi khusus petinggi perusahaan. Josep segera turun dari mobil dan memasuki lift yang langsung menuju ke lantai di mana ruangannya berada.
lift sampai di lantai yang di tuju, lalu Josep segera keluar dari lift dan menuju ruangannya. saat hampir sampai ke ruangannya, Josep melihat Alesia tengah tertawa bersama Hanzo membuat laki-laki itu terasa panas.
karena tidak mau melihat adegan itu terlalu lama Josep segera melewati mereka dan masuk ke dalam ruangannya.
Alesia yang baru saja sampai di perusahaan di sambut baik oleh Carla. Alesia membalas sapaan Carla dan segera menuju ke lift yang akan mengantarnya menuju ruang kerjanya.
sesampainya di tujuannya, Alesia segera menuju ruangannya dan mulai bekerja. sudah beberapa waktu berlalu dan sudah ada berkas yang ia selesaikan. ia hendak ke ruangan direktur untuk memberikan berkas itu namun ia berpapasan dengan Hanzo.
"selamat pagi, " sapa Alesia.
"pagi juga, " balas Hanzo.
Hanzo melirik tangan Alesia yang sudah terisi berkas yang siap untuk di tanda tangani oleh direktur tersenyum. Alesia sangat rajin meski hari masih sangat pagi.
__ADS_1
"kau ingin menyerahkan berkas itu? " tanya Hanzo.
"iya, sudah selesai jadi aku ingin memberikannya pada direktur, " jawab Alesia.
"bagaimana dengan mu? mengapa kau beli makanan sangat banyak? " lanjut Alesia bertanya.
"oh ini untuk direktur, dan juga direktur belum datang hehe, " jawab Hanzo terkekeh.
membuat Alesia yang melihat itu ikut tertawa. lalu mereka e
terus berlanjut mengobrol sambil bercanda. mengingat direktur mereka belum datang dan juga hari masih sangat pagi.
"oh aku baru tahu kalau kau memiliki adik laki-laki, " ucap Hanzo pura-pura tidak tahu.
"iya, aku sudah punya janji juga dengannya, jika aku memiliki gaji pertama ku, aku akan membelikannya sepeda baru, " sahut Alesia.
Hanzo hanya mengangguk-angguk, mungkin informasi ini akan sangat berguna untuk direktur jika ia memberi tahu kan nya. tidak lama kemudian Josep datang dan langsung melewati mereka begitu saja dan masuk ke dalam ruangan.
Hanzo dan Alesia terdiam. jelas sekali Hanzo melihat wajah kesal direktur mereka. sudah ia tebak jika laki-laki itu kesal karena pagi-pagi sudah di suguhi oleh wanita pujaannya yang mengobrol dengan laki-laki lain.
"sebaiknya aku memberikan sarapan terlebih dahulu, kau berikan berkas itu agak sedikit siang saja... lagi pula rapat di adakan saat jam makan siang bukan? " ujar Hanzo setelah lama diam dan bertanya.
"oh, a-ah baiklah... kau berikan sarapan saja dulu, tidak baik membuatnya menunggu terlalu lama, " jawab Alesia.
lalu Alesia dan Hanzo berpisah. Alesia kembali masuk ke dalam ruangannya dengan raut wajah bingung melihat tingkah laku direktur sedangkan Hanzo mengubah wajahnya menjadi datar dan siap mendapatkan hukuman dari sang direktur.
__ADS_1
lalu Hanzo melangkah menuju ruangan Josep. ia membuka pintu besar itu dan menghela napas. saat ia masuk kesan pertama yang ia lihat adalah, sang bis tengah fokus kepada laptop dan dengan wajah datar nan dinginnya.
"tuan, ini sarapan anda... sebaiknya anda sarapan dulu baru mengerjakan tugas mu, " ujar Hanzo setelah berdiri di hadapan Josep yang hanya diam saja.