
saat Alesia selesai memperban kepala Josep agar mengurangi pendarahannya. setelah itu terdengar suara ketukan pintu. Alesia segera bergegas untuk membuka pintu dan benar saja itu adalah dokter pribadi keluarga Matilda.
Alesia menyuruh dokter itu masuk. nah saat itu ia tidak melihat Rebbeca lagi, entah apa yang dikatakan oleh Josep hingga membuat Rebbeca lari ketakutan.
Alesia kembali menutup pintu dan menghampiri dokter yang tengah membuka kembali perban di kepala Josep. lalu dokter itu mulai memeriksa Josep.
Josep hanya diam kepalanya di utak atik. Alesia menghampiri Josep melihat dari sebelah kiri Josep. Alesia menggenggam tangan Josep membuat laki-laki itu tersenyum dan memejamkan mata kala dokter mulai mengeluarkan peralatannya.
"tuan, lukanya terlalu lebar jadi harus di jahit... saya hanya akan membius bagian yang terluka saja, agar saat di jahit tidak sakit, " ujar dokter sambil menyuntik kepala Josep.
"iya dok tak masalah, lakukan dengan benar, " jawab Alesia sambil memperhatikan Josep yang memejamkan.
lalu penjahitan di mulai. Alesia yang melihat langsung proses itu sedikit ngeri saat kepala Josep mulai di jahit. Josep sejak tadi hanya diam karena ia masih menahan emosi. namun melihat Alesia yang khawatir ia merasa jauh lebih lega dan senang.
beberapa menit kemudian, dokter itu selesai menjahit kepala Josep. lalu segera membereskan peralatannya dan izin undur diri. Alesia memperhatikan Josep yang ternyata kembali terlelap, karena tidak mau membangunkan Josep, Alesia melepaskan genggaman nya dengan perlahan lalu ia segera keluar dari kamar ujian menyiapkan sarapan untuk mereka.
sesampainya di dapur, Alesia melihat isi kulkas lalu segera mengeluarkan bahan makanan yang akan ia masak. setelah mempersiapkan bahan makanan ia segera menyiapkan peralatan masak.
setelah semuanya siap, Alesia segera berkutat di dapur membuat sarapan. pagi ini ia membuat sarapan yang sedikit berat. ia memasak ayam goreng dan capcay yang menurutnya simpel.
__ADS_1
setelah cukup lama berkutat di dapur dan masakannya selesai. Alesia segera mencicipi nya dan tersenyum karena rasanya pas seperti apa yang dia inginkan.
"perfect, " gumam Alesia.
setelah itu ia segera menatakan sarapan yang ia buat di meja makan. setelah itu ia segera kembali ke kamar dan membangunkan Josep. sesampainya di kamar ia melihat Josep yang sudah bangun. Alesia tersenyum dan menghampiri laki-laki itu yang masih memegangi belakang kepalanya.
"ada apa? apa masih terasa sakit? " tanya Alesia lembut pada Josep.
"tidak hanya sedikit pusing saja, " jawab Josep parau.
"ya sudah, sebaiknya sarapan dulu yuk, " ajak Alesia.
mereka makan dalam diam. karena memang sudah lapar dan Alesia yang panik akibat kejadian tadi. tidak membutuhkan waktu yang lama mereka sudah selesai sarapan. setelah selesai Alesia segera mencuci piring bekas mereka makan tadi.
saat tengah mencuci piring. Josep datang dan langsung memeluk Alesia dari belakang. Alesia hanya diam membiarkan laki-laki itu memeluknya, ia tahu jika Josep sebenarnya ingin bermalas-malasan hari ini namun karena kejadian tadi ia malah menjadi sangat manja.
"hari ini kita izin lagi tidak masuk kantor, " celetuk Josep tepat di telinga Alesia.
Alesia hanya menggeleng. laki-laki itu telat untuk bilang, padahal mereka telat bangun dan juga karena kejadian tadi pagi mana ada yang ingat untuk berangkat ke kantor lagi.
__ADS_1
"siapa yang masih mikirin untuk berangkat ke kantor, sedangkan keadaan kamu aja kayak gitu tadi? " tanya Alesia tidak habis pikir pada laki-laki itu.
Josep hanya tersenyum sambil menaruh dagunya di pundak Alesia. lalu Alesia dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya dan membawa Josep untuk menuju ke ruang tamu membiarkan laki-laki itu untuk istirahat sejenak.
😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻
...AQIDAH CINTA BY MERPATI_MANIS...
Blurb :
Fatiya, gadis sederhana yang menjalin hubungan asmara dengan Daniel, pemuda yang merupakan kakak tingkatnya di kampus.
Cinta mereka berdua tidak mendapatkan restu dari orang tua Fatiya karena aqidah yang berbeda.
"Bu, Daniel pernah berjanji pada Fafa, kalau dia akan mengikuti keyakinan kita, Bu," ucap Fatiya mencoba meyakinkan sang ibu.
"Jangan naif, Nak. Jika keyakinannya saja bisa dia tukar, ibu khawatir Daniel juga bisa melakukan hal yang sama untuk cintanya," tutur sang ibu dengan raut wajah khawatir. 6
__ADS_1
Apakah Daniel akan menepati janjinya untuk pindah keyakinan, demi cintanya pada Fatiya? Berhasilkah Fatiya meyakinkan sang ibu, bahwa Daniel adalah imam yang terbaik untuk dirinya?