
"kenapa kau malah memakan yang rasa coklat? " tanya Josep kesal dan mikik wajahnya terlihat hendak menangis.
Alesia mendoangak menatap Josep yang tengah menghapus air matanya. Alesia tersenyum geli, tidak menyangka jika Josep bisa menangis hanya karena hal kecil seperti ini.
"hey mengapa kau malah menangis? " tanya Alesia pura-pura tidak mengerti padahal mah lagi nahan ketawa.
Josep membuang wajahnya yang tadinya menatap Alesia kini membelakangi wanita itu. Alesia tidak tahan dan akhirnya tertawa, sebenarnya ia sedikit kasihan karena cake milik Josep ia makan hingga habis dan berakhir seperti ini.
"hahaha, maafkan aku... aku akan buatkan cake coklat untukmu besok, " ujar Alesia tertawa terbahak-bahak.
Josep yang mendengar itu menoleh kearah Alesia yang masih saja tertawa. mendengar Alesia akan membuatkannya cake rasa coklat kesukaannya. Josep menghampiri Alesia dan duduk di hadapan wanita itu yang masih tertawa.
saat Josep duduk di hadapan Alesia. Alesia menghentikan tawanya dan segera membereskan bekas ia makan. dan hal itu terus di perhatikan oleh Josep dengan serius.
__ADS_1
"apa kau benar-benar dapat membuatnya? " tanya Josep dengan polosnya.
jika orang-orang melihat Josep yang saat ini pasti tidak akan mengira jika Josep seorang hidung belang, yang tidak cukup satu wanita namun tiba-tiba berubah hanya karena Alesia.
Alesia menghentikan aktivitasnya yang tengah mencuci piring. ia membalikkan badan dan menatap Josep yang tengah menatapnya dengan serius dan sedikit memiringkan kepalanya.
Alesia yang melihat itu menjadi gemas sendiri. namun saat mengingat sifat asli Josep Alesia menjadi menggeleng dan melanjutkan aktivitasnya sambil menjawab pertanyaannya Josep.
"tentu saja aku bisa, ibuku seorang penjual kue mana mungkin aku putri Satu-satunya tidak bisa membuat kue, " jawab Alesia dengan santai dan membereskan piring dan juga sendok yang sudah ia cuci.
"ya besok aku buatkan, sekarang sudah malam kau ke kamarmu sana... oh ya jangan harap kita satu kamar, aku akan tidur di kamar satunya lagi, " jelas Alesia menatap tajam Josep.
"baiklah-baiklah aku tidak akan memaksamu untuk tidur denganku, " balas Josep pasrah.
__ADS_1
'namun, nanti malam aku akan ke kamarmu untuk tidur bersamamu saat pagi nanti aku baru pergi agar kau tidak tahu kalau aku tidur di kamarmu, ' batin Josep jahat.
Josep tersenyum mencurigakan membuat Alesia merinding melihatnya. lalu karena ia sudah mengantuk ia segera menuju kamar yang kemarin sempat ia tempati sebentar.
ia benar-benar tidak sudi untuk tidur satu kamar dan satu ranjang dengan Josep, terlebih perjanjian di awal adalah mereka hanya pasangan pura-pura saja dan tidak lebih.
sesampainya di kamar, Alesia tidak lupa mengunci pintu mengantisipasi Josep bisa masuk, padahal Josep memiliki kunci cadangan tanpa Alesia tahu. karena sudah lelah Alesia langsung merebahkan diri di atas ranjang dan tertidur dengan pulas nya tanpa mengganti pakaiannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
pagi hari sudah kembali menyapa Alesia menggeliat dalam tidurnya. Alesia mengguling-gulingkan tubuhnya hingga mendapatkan posisi nyaman lagi. namun ia merasa jika ia memeluk seseorang.
Alesia langsung terbelalak dan bangun saat melihat Josep yang tidur dengan pulas di sampingnya. Alesia benar-benar terkejut, bagaimana bisa dia masuk ke dalam kamarnya padahal sudah ia kunci tadi malam?
__ADS_1
"bagaimana kau bisa masuk? dan juga mengapa kau malah tidur di sini?! " tanya Alesia tidak selow sambil membangunkan Josep dengan menarik bantal yang ada di kepalanya.