
"Tuan, " panggil Alesia.
Josep yang merasa di panggil mengalihkan perhatiannya dari handphone ke arah orang yang suram memanggilnya. Josep tertegun melihat kecantikan Alesia.
meski sederhana wanita itu terlihat sangat anggun dan manis, terlebih dulu tambah wajah cantik dan senyum manis Alesia membuat wanita itu terlihat sempurna.
untuk beberapa saat Josep terdiam melihat penampilan Alesia. membuat Alesia bingung, apakah masih ada yang kurang dengan penampilannya. namun saat ia bercermin tadi penampilannya sudah sempurna.
"tuan, apakah ada yang salah? " tanya Alesia membuat lamunan Josep buyar.
Josep langsung tersadar saat di tanya dan langsung berdiri. laki-laki itu memasukkan handphonenya ke dalam saku celana dan menjawab pertanyaan Alesia.
"ti-tidak, kau sudah perfect.... cantik, " jawab Josep dan memuji Alesia di akhir kalimatnya.
Alesia yang di puji seperti itu tentu saja senang. wanita itu berterimakasih dan tersenyum. senyum manis Alesia membuat Josep malu, wajahnya terlihat berubah menjadi kemerahan.
"sudahlah, kita sudah terlambat, " ujar Josep dan menarik tangan Alesia untuk di genggamnya.
"oh ya, saat sampai di sana jangan panggil aku dengan sebutan tuan... tapi panggil namaku, apa kau mengerti? " lanjut Josep memulai rencananya.
__ADS_1
Alesia yang mendengar itu mengangguk. entah mengapa ia tidak merasa risih saat dekat dengan Josep. namun ia tidak boleh baper terlebih dahulu dan juga ia belum tahu hati siapa yang dimiliki Josep sekarang.
Alesia berjalan dengan anggun di samping Josep yang berdiri tegak dan gagah, serta wajah dingin nan garangnya yang tak pernah ketinggalan. yang membuat orang-orang enggan memiliki masalah dengan laki-laki itu.
mereka segera menuju ke parkiran apartemen. setelah sampai di sana Josep segera membantu Alesia masuk. ia mengganti mobilnya karena yang tadi ia pakai sudah harus di bawa ke bengkel setiap bulannya.
di dalam perjalanan mereka sama-sama terdiam. Josep yang terkagum-kagum kepada Alesia. sedangkan Alesia yang tengah khawatir jika ia akan membuat kesalahan saat perjamuan makan malam mereka.
sedangkan di satu sisi, ibu Josep sudah menunggu laki-laki itu. sekarang mereka tengah mengadakan makan malam dua keluarga. keluarga dari rekan bisnis ayah Josep juga teman sosialita ibu Josep.
ibu Josep khawatir jika putranya itu tidak datang, terlebih mereka akan membahas tentang perjodohan namun ibu Josep juga berharap Josep tidak datang agar perjodohan di tunda.
"mommy, tenanglah dan duduk... kaka pasti akan datang, " ucap putrinya yang sudah kesal melihat sang ibu terus mondar-mandir menunggu sang kaka datang.
"aku tahu, tapi dia sudah telat terlalu lama sayang, " ucap sang ibu sambil mengelus kepala putrinya.
"Arsyla apa warna kesukaan mu? " tanya seorang wanita yang umurnya tidak jauh dari kakaknya.
namun Arsyla tidak menyukainya. wanita itu terlihat seperti seorang penghibur di bar. dari pakaian yang super ketat dan kekurangan bahan juga make-up yang sangat menor membuat Arsyla jijik melihatnya.
__ADS_1
ia lebih setuju jika kakaknya menikah dengan Alesia, sekertaris baru Josep. meski sederhana ia sangat menyukai sikap hangat Alesia.
"jangan sok dekat! ku peringatkan, yang akan menjadi kaka iparku hanya kaka Alesia bukan kau! wanita murah, " tegas Arsyla dan segera pergi dari sana untuk menunggu kakaknya di luar.
ibu Josep yang mendengar itu terkejut. namun juga bangga kepada putrinya yang dapat melawan seperti itu. ibu Josep juga tidak setuju, awalnya ia setuju karena melihat penampilan dari wanita yang akan ia jodohkan sangat sopan dan tertutup namun yang datang justru kebalikan nya.
wanita itu terdiam, ia sangat kesal karena di hina seperti itu. jika saja gadis itu bukan adik kesayangan Josep mungkin ia sudah mencabik-cabiknya sejak tadi.
"astaga, Hanzo kau susul Arsyla... aku takut terjadi apa-apa kepadanya, jika itu terjadi kemarahan Josep pasti kau suruh tahu bukan, " perintah ibu Josep kepada Hanzo asisten pribadi Josep yang datang lebih dulu dari tuannya.
Hanzo hanya menurut saja. ia tahu jika sang bos marah mungkin restoran yang menjadi pertemuan mereka akan hancur lebur dan kemungkinan besoknya restoran itu tidak ada kesempatan untuk buka lagi.
"maafkan putriku ya Felly, dia masih kecil dan terlalu di manjakan oleh Josep jadi dia seperti itu terlalu berlebihan kepada kakaknya, " ucap Ibu Josep formalitas.
"tidak apa-apa tante, " ucap gadis itu sopan agar mendapatkan kesan yang baik di mata kedua orang tua Josep.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...ANNISA ISTRI KECILKU BY MELISA...
__ADS_1