TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 49


__ADS_3

Alesia yang sudah mendinginkan cake yang ia buat, segera ia bawa menuju ruang tamu karena Josep menunggu di sana. cukup lama untuk mendinginkan cake itu, terlebih ia tidak memasukannya ke dalam kulkas.


sesampainya di ruang tamu. Alesia menyajikan cake tersebut di hadapan Josep. Josep yang melihat itu sangat senang. ia mengambil cake itu dan mulai memakannya.


rasanya sangat enak menurutnya. terlebih coklat yang meleleh dari tengah cake tersebut. Alesia tidak hanya membuat satu macam cake saja. ia membuat beberapa jenis cake dan sudah ia masukan ke dalam kulkas, agar nanti mereka memakannya dengan mudah.


"bagaimana rasanya? " tanya Alesia kepada Josep yang tengah menikmati cake buatannya.


"enak, aku tidak menyangka buatan mu seenak ini, " jawab Josep asik dengan cake nya.


Alesia hanya menggeleng melihat Josep yang sangat lahap saat memakannya cake buatannya. ia bersyukur ada yang menyukai cake buatannya selain ibu dan adiknya.


mereka berdua menonton televisi sambil memakan cake. Josep yang suram lebih dulu selesai makan cake. ia membaringkan tubuhnya di sofa dan menjadikan paha Alesia sebagai bantalannya.


Alesia tidak marah. karena ia mau membuka hatinya untuk Josep, dengan cara memperlakukan Josep dengan lembut. jika nantinya mereka tidak cocok Alesia akan memilih untuk benar-benar pergi.


mereka tidak menyadari waktu yang terus berlalu. mereka menonton televisi cukup lama. hingga Josep di Kagetkan dengan handphonenya yang berbunyi menandakan ada yang meneleponnya.


Josep dengan malas mengambil handphonenya dan mengangkat telepon itu yang berasal dari asistennya. siapa lagi jika bukan Hanzo yang meneleponnya.


"halo? " ujar Josep.


"baiklah, kami akan segera ke sana... bonus bulan ini aku tambahkan untukmu, " ucap Josep dan setelah itu ia mematikan teleponnya.

__ADS_1


ia belum ada niatan untuk beranjak dari tidurannya. Alesia melihat ke arah Josep dan bertanya siapa yang menelpon laki-laki itu tadi.


"siapa yang menelepon? " tanya Alesia.


"Hanzo, sebaiknya kau bersiap kita akan pergi, " jawab Josep dan segera bangun dari tidurnya.


"kemana? " tanya Alesia penasaran.


"kau akan tahu nanti.... cepat bersiap, " jawab Josep mengambil hoodienya dan mengambil kunci mobilnya.


Alesia yang penasaran segera bersiap. ia hanya merapikan dirinya dan sedikit memilih wajahnya dengan bedak dan lipbalm saja. lalu ia kembali ke Josep yang sudah siap menunggunya.


setelah siap Josep mengajak Alesia untuk keluar dari panthousnya. mereka naik lift yang langsung menuju ke parkiran apartemen. sesampainya di sana Alesia dan Josep segera masuk.


tidak lama kemudian mereka sampai di salah satu pantai. beruntung mereka ke sana sudah sedikit sore jadinya matahari tidak terlalu menyengat dan tidak terlalu panas.


"untuk apa kita ke pantai? " tanya Alesia penasaran.


"lihat saja nanti, ayok, " ajak Josep sambil menggenggam tangan Alesia.


Josep mengajak Alesia ke suatu tempat. saat mereka menginjak pasir pantai. Josep menghentikan langkah mereka dan mengeluarkan kain panjang yang sedikit tebal. ia menyuruh Alesia untuk memakai itu sebagai penutup matanya.


"Alesia pakai ini dulu, " ujar Josep sambil menyodorkan kain hitam itu.

__ADS_1


"untuk apa? " tanya Alesia tidak menerima kain itu.


"sudah ikuti saja. sini biarkan aku yang mengikatnya, " jelas Josep dan memutar tubuh Alesia lalu mulai memakai penutup mata.


"perfect, " gumam Josep


😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻😻


...KISAH CINTA ANAK JURAGAN BY : IPAH...



Blurb


Nama adalah doa. Hal itu telah diketahui semua orang.


Banyak orang yang memberi nama anaknya sesuai dengan karakter tokoh idola masing-masing. Sama halnya dengan pasangan Reyhan dan Laura yang memberi nama anaknya Salman Alfarisi.


Keduanya berharap kelak putranya mewarisi segala kebaikan yang ada pada diri salah satu sahabat nabi yang di jamin masuk surga itu.


Namun apa jadinya, jika doa tulus itu di kabulkan Allah? Termasuk soal percintaannya.


Mau tau seperti apa kisahnya? Silahkan ikuti novel ini.

__ADS_1


.


__ADS_2