
"apa maksudmu? jangan lukai keluarga ku! " tanya Alesia mulai berani kepada Josep.
di bawah kungkungan Josep Alesia berani menatap tajam Josep, ia sudah tidak memberontak lagi namun ia sekarang tengah marah karena Josep membawa-bawa keluarganya.
"jika kau memiliki masalah denganku, cukup selesaikan denganku! jangan bawa-bawa keluarga ku! " tegas Alesia sudah tidak habis pikir lagi.
Josep yang melihat iya tersenyum, ia mengangguk-angguk mendengar pernyataan Alesia. ternyata mengancam Alesia sangat mudah. cukup dengan membawa keluarganya sudah membuat Alesia marah.
Josep melepaskan Alesia dan kembali duduk dengan benar lalu laki-laki itu kembali menyeruput kopinya yang mungkin sudah dingin. Alesia yang suram terlepas dari Josep segera duduk dengan benar dan sedikit menjauh dari Josep.
"jika kau tidak mau keluargamu terluka itu mudah, cukup kau terus berada di sampingku sudah cukup... aku juga akan menghidupi mu dengan layak, membangun toko kue untuk ibumu, itukan yang kau inginkan? dan juga tidak akan melarang mu untuk tetap bekerja, " ujar Josep sambil fokus menatap televisi.
Alesia terkejut dengan pernyataan Josep. meski ia menolak pun Josep tetap akan menahannya untuk tetap tinggal bersamanya. memang ia memiliki impian untuk membangun toko sendiri untuk ibunya namun tidak seperti ini juga caranya.
ia merasa jika dirinya sebagai simpanan Josep, Alesia hendak protes dengan pernyataan Josep namun laki-laki itu jauh lebih cepat darinya.
__ADS_1
"aku tidak menerima protes apapun dari mu! dan juga hilangkan jauh-jauh pikiranmu itu! kau kekasihku bukan simpanan ku! " tegas Josep melirik tajam ke arah Alesia membuat Alesia terdiam.
Alesia menonton televisi sambil bersedekap dada. begitu juga dengan Josep. setelah perkataan itu tidak ada yang berbicara kembali, Alesia masih sangat kesal dan tidak terima.
"lagi pula sejak kapan kita pacaran, kau menyatakan perasaan mu kepada ku dengan benar saja tidak, " celetuk Alesia dengan wajah masamnya.
Josep yang mendengar itu hanya tersenyum. Diam-diam ia mengabari Hanzo untuk mempersiapkan sesuatu besok. besok ia tidak akan berangkat ke kantor begitupun dengan Alesia.
"besok kau izin tidak masuk kantor... oh ya satu lagi, mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku, aku sudah izin kepada ibumu dan dia mengizinkan, " jelas Josep dan pergi meninggalkan rumah tamu sebelum Alesia protes.
kriukk... kriukk..
Alesia mendengar suara perutnya yang berbunyi. ia baru ingat jika dirinya belum makan malam, tadi sebelum ia tertidur dengan pulas yang ia ingat adalah ia meminum kopi yang di berikan Hanzo.
"astaga aku lapar, huh sebaiknya aku ke dapur saja... semoga laki-laki brengsek itu memiliki stok bahan makanan, " gumam Alesia sambil mengelus perutnya yang sudah kelaparan.
__ADS_1
lalu ia segera bangkit dari duduknya dan menuju dapur. beruntung ruang tamu dan dapur tidak ada sekat jadi Alesia tidak perlu pusing mencari dapur dan harus bertanya kepada Josep.
sesampainya di dapur, Alesia membuka kulkas dan ternyata terdapat cukup banyak cake. karena ia sudah lapar ia tidak peduli milik siapa itu jadi ia mengambil 1 kotak cake dan mulai memakannya.
Alesia memakan cake rasa coklat kesukaannya, rasanya sangat enak namun menurutnya masih enakan buatan ibunya dan buatannya sendiri. sudah gitu kalau buat sendiri porsinya jauh lebih banyak.
saat tengah asik makan, Josep yang sudah pergi ke kamar datang menghampirinya hanya menggunakan celana pendek saja dan melihat Alesia tengah makan cake kesukaannya. tidak lebih tepatnya rasa cake kesukaannya.
"kenapa kau malah memakan yang rasa coklat? " tanya Josep kesal dan mikik wajahnya terlihat hendak menangis.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...PERJUANGAN SEORANG ANAK BY LENNI MASLINA NASTI...
__ADS_1