
"baiklah aku akan membaca materi ini, kau bisa kembali ke ruangan mu dan lanjutkan pahami materi yang kau susun ini, " ujar Josep setelah mereka berdua selesai membicarakan tentang rapat hari ini.
"baiklah, kalau begitu saya undur diri, " sahut Alesia sopan lalu segera pergi dari ruangan Josep.
Josep yang melihat Alesia sudah pergi dari ruangannya melompat kegirangan. sejujurnya ia menahan salah tingkah saat di suapi oleh Alesia. ada sedikit kemajuan dari yang kemarin.
bukan kemajuan lagi, yang kemarin ia di tolak mentah-mentah dan sekarang ia bisa menikmati waktu berdua layaknya sepasang kekasih meski sebentar dan itu kemauan dari Alesia sendiri.
Josep benar-benar senang sekarang. ia tersenyum sambil melamun bahkan wajahnya sudah terlihat memerah. Hanzo yang masuk ke dalam ruangan Josep untuk memberi tahu jika ia sudah membatalkan perjanjian ke kantor sipil terkejut melihat Josep tersenyum.
baru pertama kali ia melihat Josep tersenyum seperti itu. Hanzo yang melihat itu sedikit bergidik ngeri. lalu ia memberanikan diri untuk masuk dan memberikan laporan kepada Josep.
juga ada hal yang ia ingin beri tahu terlebih ini menyangkut tentang Alesia. tentunya Josep tidak akan menolak jika itu semua tentang Alesia. entahlah semenjak laki-laki itu bertemu Alesia, rasanya ia menginginkan Alesia seutuhnya.
tubuh, hati dan perlakuan manisnya. harus ia miliki dan tidak ada yang boleh memilikinya selain dirinya. entah ini cinta atau obsesi, Josep tetap akan mencari cara agar Alesia mau terus bersamanya.
Hanzo berdiri di hadapan Josep membuat laki-laki terdiam dan mengubah kembali ekspresinya. Hanzo memberikan berkas kepada Josep membuat laki-laki itu bingung namun tetap mengambil berkas itu.
"apa ini? " tanya Josep sambil menaikan sebelah alisnya.
"baca saja, semuanya tentang Alesia dan juga nanti malam kau di suruh datang ke makan malam keluarga mu dan rekan bisnis ayahmu. tentu saja ini sepertinya tentang perjodohan itu, " jelas Hanzo to the point.
Josep mengangguk-angguk, namun secepat kilat ia tersadar dan menatap tajam ke arah Hanzo. Hanzo yang di tatap seperti itu menunduk. tentu saja ia tahu kenapa, karena ini pasti tentang perjodohan dan Josep terus menolak perjodohan itu bagaimana pun juga.
"ck! mengapa kau baru memberi tahu? sial! " tanya Josep kesal.
"kau yang tidak membuka handphone mu, " sahut Hanzo masih menunduk.
Josep yang mendengar itu langsung mengambil handphonenya, ia melihat banyak sekali notifikasi pesan dari ibunya dan juga telepon yang sudah hampir puluhan telepon.
Josep menggigit bibir bawahnya, lalu menyuruh Hanzo untuk keluar. ia harus memikirkan cara agar saat pertemuan makan malam nanti tidak membahas tentang perjodohan.
hanya dengan cara Josep membawa seorang wanita, Namu ia harus mencari wanita yang tidak tergoda dengan uang sedikitpun. jika itu terjadi mungkin keluarga dari pihak wanita akan memanfaatkan itu dan menyogok wanita sewaannya dengan sejumlah uang.
"aku harus mencari wanita mana lagi? apa aku minta tolong pada Alesia saja?" gumam Josep bingung.
"ya benar, sebaiknya dengan Alesia saja. dengan begitu aku memiliki kesempatan untuk semakin dekat dengannya, " lanjut Josep tersenyum lalu menelepon Hanzo untuk menyiapkan gaun untuk Alesia nanti malam.
sedangkan Alesia yang tengah fokus bekerja sempat bersin. dan tidak memperdulikan itu dan kembali bekerja. ia juga harus memahami materi yang akan di rapatkan nanti siang.
__ADS_1
waktu berlalu begitu cepat, dan sekarang sudah hampir waktunya makan siang. Alesia bersiap-siap dengan berkas yang akan ia bawa dan segera menghampiri Josep untuk segera menuju cafe tempat perjanjian di adakan.
Alesia masuk ke dalam ruangan dan melihat Josep yang sibuk dengan handphonenya. Alesia berdehem tepat di hadapan Josep membuat laki-laki itu tersenyum dan menghentikan bermain handphonenya.
"ekhem, " dehem Alesia.
"ada apa sweetheart ? " tanya Josep sedikit menggoda.
Alesia yang mendengar itu menatap datar Josep. sungguh panggilan yang menyebalkan, namun karena sebentar lagi mereka akan rapat Alesia menahan diri untuk tidak memaki Josep yang ada di hadapannya dengan senyum mengejek.
"tidak usah basa-basi, sudah hampir waktu makan siang. sebaiknya kita segera menuju cafe tempat perjanjian di adakan, " to the point Alesia malas.
"baiklah sayang, kita berangkat sekarang, " ucap Josep masih terus menggoda dan meninggalkan Alesia.
Alesia yang semakin bingung dengan sikap sang bos menggeleng. sungguh tidak habis pikir. karena tidak mau di tinggalkan oleh Josep, Alesia segera menyusul Josep.
langkah Alesia dan Josep berbeda. Alesia harus sedikit berlari agar dapat mengejar Josep sedangkan Josep berjalan dengan tenangnya tanpa peduli Alesia yang terengah-engah karena mengejarnya.
Josep tersenyum saat mereka masuk ke dalam lift, ini sungguh kesempatan karena mereka hanya berdua saja. lalu Josep berjalan mendekati Alesia membuat Alesia segera melangkah mundur hingga terpentok.
sesampainya di depan Alesia, Josep mengambil beberapa helai rambut Alesia dan di mainkanya. Alesia sudah waspada takut-takut Josep melakukan hal-hal yang tidak senonoh padanya.
"kau sungguh cantik sayang, namun sayangnya kau bukan milikku, " ucap Josep sebelum pintu lift terbuka.
saat pintu lift terbuka Josep segera menjauh dari Alesia dan turun dari lift. Alesia yang masih terkejut dengan kata-kata Josep terdiam sambil menatap punggung Josep dalam.
saat tersadar Alesia segera menahan pintu lift yang hendak tertutup kembali, lalu segera keluar dari lift dan menyusul Josep yang sudah hampir keluar dari perusahaan.
setelah menyusul Josep. Alesia segera berdiri di samping laki-laki itu, bersikap seolah tidak ada apapun yang terjadi. mereka hendak menyebrang jalan. menunggu lampung berubah menjadi hijau.
setelah lampu pengguna pejalan menyala hijau, mereka berdua segera menyebrang dan langsung menuju cafe di sebrang perusahaan. Alesia sudah memesan tempat untuk mereka jadi mereka tidak perlu menunggu untuk mendapatkan tempat kosong.
sesampainya mereka di cafe, sudah ada pelayan yang akan mengantar mereka menuju meja mereka. setelah sampai di tempat yang ia pesan, mereka berdua duduk dan segera memesan minuman untuk menyegarkan.
"sepertinya klien kita akan sedikit terlambat, " cetuk Alesia sambil melihat ke jalan raya.
kebetulan Alesia memilih tempat yang tepat di dekat jendela agar mereka dapat melihat keramaian luar dan juga dekat jendela jauh lebih segar dari pada di tengah-tengah cafe.
"jika mereka terlambat lebih dari 20 menit, aku tidak akan mau berbisnis dengan mereka lagi. lebih baik batalkan kontrak ini, " tegas Josep membuat Alesia menatap laki-laki itu.
__ADS_1
ada hal yang Alesia belum tahu, yaitu Josep sangat tidak suka menunggu. jika bukan karena ingin terus berduaan dengan Alesia, Josep sudah memilih untuk kembali ke perusahaan.
tidak lama kemudian pesanan mereka datang begitu juga dengan klien mereka. laki-laki yang sudah berumur dengan sekertaris seksinya datang dan meminta maaf atas keterlambatan mereka.
"maaf kami terlambat, apa kalian sudah menunggu lama? " tanya orang itu tidak enak.
"sebaiknya mulai saja rapatnya, tidak perlu basa-basi, " celetuk Josep membuat mereka terdiam.
"baiklah mari kita mulai, " Alesia mengambil alih dan mulai menjelaskan tentang isi bisnis mereka.
mereka melakukan ralat cukup memakan waktu. Josep sejak tadi hanya diam sambil memperhatikan Alesia. ia hanya akan memberikan beberapa pertanyaan dan usulan saja sisanya benar-benar Alesia yang memegang kendali.
sudah hampir pukul tiga sore dan mereka baru selesai rapat. klien mereka sudah pulang lebih dulu karena masih ada urusan lain. sedangkan Alesia dan Josep masih berada di sana.
lebih tepatnya Alesia di tahan oleh Josep. Josep ingin membicarakan soal ia akan meminta tolong kepada Alesia untuk nanti malam.
"Alesia, ada hak yang ingin aku bicarakan, " ujar Josep.
"katakan saja sekarang, masih ada pekerjaan yang harus aku lakukan, " balas Alesia.
Josep terdiam, dia agak sedikit ragu namun ia harus mengatakan ini dan hanya Alesia lah yang tepat. tidak lebih tepatnya Alesia lah yang ia mau, tidak ada wanita lain yang lebih menarik daripada Alesia sekarang.
Alesia yang menunggu Josep merasa jengah. sejujurnya ia ingin segera kembali ke pekerjaannya dari pada harus terus bersama Josep yang nantinya bisa membuatnya jika kapan saja.
'bisakah kau cepat katakan? " tanya Alesia kesal.
"aku ingin meminta bantuan mu, " ujar Josep.
"bantuan? bantuan apa? " tanya Alesia.
"aku sangat membutuhkan bantuan mu. nanti aku ada makan malam dengan keluargaku, namun di sana dan pihak keluarga wanita yang akan di jodohkan denganku.... aku belum mau menikah bahkan belum ada pikiran untuk menikah, " jelas Josep.
"lalu aku harus membantumu seperti apa? " tanya Alesia bingung.
"berpura-pura lah menjadi kekasihku dan datang ke sana bersamaku. ku mohon hanya malam ini saja, " ucap Josep sambil sedikit memohon.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...DIKEJAR DUDA BY GORESAN PENA...
__ADS_1