TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 13


__ADS_3

"Aish, ada apa dengan ku? Dia hanya wanita biasa... Paling akan sama seperti wanita yang lainnya, " Gumam Josep tidak fokus.


Laki-laki itu menyenderkan punggungnya pada kursi kebesarannya. Ia memijat pangkal hidungnya yang terasa sakit, ia sangat lelah.


Satu sisi ia harus segera menyelesaikan proyek yang tengah berjalan dan di satu sisi lagi, ia harus mencari wanita yang mau ia nikahi atau tiduri hanya untuk memiliki anak.


Saat tengah asik memijat pangkal hidungnya, Hanzo asisten pribadinya datang dengan membawa file yang berisi tentang wanita yang ia telusuri atas perintah Josep.


"Tuan, ini laporan yang kau inginkan, " Ujar Hanzo sambil memberikan file yang ada di tangannya kepada Josep.


Josep menatap ke arah file yang di bawa oleh Hanzo. Hanzo yang di abaikan memilih menaruh file itu di atas meja sebelum Josep marah.


Namun berbeda dengan pikiran Josep. Laki-laki itu tengah berpikir bagaimana jika Alesia saja yang ia jadikan sebagai istri kontrak?


"Hanzo! Cepat siapkan apa saja yang di perlukan dalam mengurus surat nikah, " Ucap Josep sambil berdiri membuat Hanzo kebingungan dan juga terkejut.


"Siap tuan! Namun apakah kau sudah tahu siapa wanita yang akan kau nikahi? " Tanya Hanzo penasaran.

__ADS_1


"Alesia, " Jawab Josep singkat padat dan jelas.


Hanzo yang mendengar itu terkejut tidak menyangka. Sejujurnya ia tidak mau jika Alesia hanya di jadikan istri kontrak namun ia tidak memiliki hak apapun tentang itu.


"Apa kau yakin tuan? " Tanya Hanzo memastikan.


"Tentu saja! Sebaiknya setelah selesaikan yang di perlukan untuk membuat surat nikah, kita langsung menuju keluarganya! Mungkin dia akan menolak nantinya, namun aku sudah memiliki rencana ku sendiri! " Jawab Josep sambil tersenyum miring membuat siapapun yang melihat nya akan merasa ketakutan itu yang di rasakan Hanzo.


Setelah mendengar itu semua Hanzo hendak pergi menyiapkan apa yang di minta Josep dan membiarkan laki-laki itu tersenyum sendiri seperti sedang sangat senang.


"Hey! Aku hampir lupa... Kita tidak bisa melakukan apa yang kau minta sekarang tuan! Kau harus menyelesaikan berkas-berkas itu terlebih dahulu tidak ada penolakan! " Tegas Hanzo sambil menunjuk tumpukan berkas yang belum juga di tanda tangani.


Josep yang melihat itu tersadar dan menghembuskan napas lelah. Ini akibat dari ia kemarin berlibur beberapa hari. Jadinya sekarang banyak berkas yang harus di tanda tangani.


"Ck! Kau seperti ibuku saja! Baiklah akan aku selesaikan berkas ini hari ini juga dan kau! Selesaikan apa yang aku minta besok, " Jawab Josep dengan kesal.


Hanzo yang melihat itu hanya tersenyum, bukan untuk pertama kalinya dirinya di sebut seperti itu oleh Josep. Sudah sering, sebab Josep masih sering meninggalkan berkas yang harus di tanda tangan demi melakukan hal lain.

__ADS_1


Setelah itu Hanzo keluar dari ruangan Josep dan berpapasan dengan Alesia yang hendak menghantarkan brrkas yang sudah ia selesaikan. Hanzo tidak menyangka jika Alesia menyelesaikan tugasnya dengan cepat.


Mengingat percakapan dirinya dengan sang atasan. Hanzo justru berharap jika Alesia dapat meluluhkan hati Josep dan membuat Josep benar-benar mencintai Alesia. Hanzo menunggu hingga waktu itu tiba.


"Hanzo, aku sudah menyelesaikan ini... Lalu apa yang harus aku lakukan? " Tanya Alesia berhenti tepat di hadapan Hanzo.


Sungguh keberuntungan bagi Alesia bertemu dengan Hanzo di keadaan seperti ini. Alesia sempat bingung tadi dan hampir putus asa karena tidak mengerti harus melakukan apa lagi setelah berkas yang ia siapkan telah selesai.


"Oh apa sudah semua? Jika sudah semua kau bisa langsung membawanya ke Direktur setelah itu minta dia untuk tanda tangan, setelah selesai kau ambil. Berkas yang sudah di tanda tangani... Nanti aku akan bantu ruangan ku juga berada di sebelahmu, " Jelas Hanzo memberi tahu.


Alesia yang mendengar itu mengangguk paham, sebelum pergi ia mengucapkan terimakasih terlebih dahulu kepada Hanzo baru melenggang pergi menuju pintu besar yang tertutup itu.


Sesampainya di hadapan pintu besar itu. Alesia mengetuk pintu dan menunggu di persilahkan untuk masuk. Tidak lama kemudian suara berat menginterupsi untuk masuk.


Tok... Tok... Tok...


"Masuk, "

__ADS_1


__ADS_2