TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 18


__ADS_3

warning!! ada sedikit adegan dewasa hehe.


Tidak lama kemudian bus yang tujuannya ke arah rumah Alesia datang. setelah berhenti tepat di halte bus, Alesia segera masuk ke dalam bus yang sudah hampir terisi penuh para pekerja sepertinya.


membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Alesia sampai di halte dekat rumahnya. setelah sampai Alesia segera membayar uang ongkos dan keluar dari bus.


lalu Alesia berjalan menuju rumahnya, beruntung halte dan rumahnya tidak begitu jauh. jadi ia tidak perlu terlalu lama menunggu untuk makan malam. rumah Alesia sudah mulai terlihat di sana ada ibu Alesia yang tengah menunggu kepulangan Alesia.


Alesia yang melihat itu langsung berlari ke arah sang ibu dan memeluk wanita itu yang terlihat khawatir. meski Alesia hanya tinggal bersama ibu dan adiknya Alesia tetap mendapatkan kasih sayang yang cukup dari ibunya.


"mengapa sangat malam? " tanya ibu Alesia khawatir.


"maafkan aku, jika saja pekerjaan ku tidak menumpuk aku sudah pulang lebih awal. bukankah aku sudah mengabari mu? " jawab Alesia sambil mengajak ibunya masuk.


"ya kau memang sudah memberitahuku, namun aku tetap saja khawatir terlebih kau ini seorang jomblo. jadi aku khawatir akan terjadi apa-apa pada mu, jika itu terjadi pupus sudah aku menginginkan cucu secepatnya, " sahut ibu Alesia dan duduk di kursi makan.


mereka masuk ke dalam rumah dan langsung menuju dapur. Alesia yang mendengar ucapan ibunya memajukan bibirnya. ibunya itu memang ingin memiliki cucu segera, namun masalahnya Alesia belum mau menikah dalam waktu dekat.


terlebih ia baru saja bekerja. ia mau membahagiakan sang ibu lebih dulu sebelum menikah nanti dan juga ia belum memiliki calon yang cocok dan ia cintai sejauh ini.


"ayolah bu! aku baru saja bekerja, aku ingin membahagiakan mu dan Henry terlebih dahulu dan juga aku belum memiliki laki-laki yang aku cintai dan cocok dengan ku, " sungut Alesia kesal sambil bermanja di lengan sang ibu.


ibu Alesia tersenyum mendengar ucapan putri sulungnya. ia tahu jika Alesia memiliki niat seperti itu namun, ia juga harus memikirkan kebahagiaan nya sendiri dan tidak membebani dengan dirinya dan adiknya.


"dengarkan aku, aku akan bahagia saat kau bahagia. begitu juga dengan Henry, ibu tahu jika Henry selalu meminta apapun darimu. tapi ibu tahu jika Henry akan sangat bahagia jika kau bahagia... jadi carilah pasangannya dan berbahagia itu sudah cukup untukku, " ujar ibu Alesia dengan lembut sambil mengelus kepala Alesia.


Alesia yang mendengar itu tertegun, tidak menyangka ibunya akan mengatakan itu. Alesia tahu ia juga harus bahagia namun bukan sekarang. sekarang tugasnya adalah melakukan yang terbaik sebagai anak pertama dan kaka bagi adiknya.

__ADS_1


"terimakasih ibu aku menyayangimu dan juga aku lapar bolehkah kau ambilkan makanan untukku, " sahut Alesia tak kalah lembut namun di akhiri permohonan dengan wajahnya yang sangat memelas.


ibu Alesia yang mendengar itu tersenyum lalu tertawa. Alesia tetaplah Alesia yang ia kenal. manja ketika wanita itu tengah lapar. ibu Alesia hanya berharap jika Alesia menikah nanti pria itu tidak akan sama seperti ayahnya dan Alesia akan hidup bahagia dengan pria itu.


"baiklah aku akan ambilkan, kau ini sangat manja ketika tengah lapar, " ucap Ibu Alesia sambil tertawa.


Alesia hanya tersenyum. ia ingin terus melihat tawa bahagia di wajah sang ibu yang sudah mulai menua. nanti setelah ia memiliki tabungan yang cukup, ia akan membelikan satu tokok untuk ibunya berjualan kue.


itu salah satu impian Alesia. dan juga membelikan sepeda baru untuk adiknya. Alesia tersenyum sambil menatap punggung sang ibu yang tengah mengambilkan makan malamnya.


ibu Alesia sudah selesai mengambilkan makan malam Alesia, lalu menaruhnya di hadapan Alesia dan menyuruh wanita itu untuk segera memakan makanannya.


"ini, cepat habiskan lalu segeralah beristirahat, " ucap Ibu Alesia.


"baiklah aku akan makan, " sahut Alesia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Josep yang masih memeriksa berkas yang baru saja di berikan oleh Alesia mengerutkan keningnya. merasa lelah dan pusing karena pekerjaannya hari ini, namun ada hal yang membuatnya senang juga hari ini.


"huh setelah pekerjaan ini selesai, sebaiknya aku ke bar dan menyewa satu wanita, " monolognya.


lalu dengan cepat Josep segera menyelesaikan tugasnya. setelah semuanya sudah di periksa dan di tanda tangani. Josep segera mengambil dompet dan kunci mobilnya lalu melesat pergi keluar dari perusahaan.


saat di dalam mobil, jalan raya masih terlihat ramai oleh kalangan muda mudi yang berpacaran. tidak hanya muda mudi para orang dewasa juga banyak yang berlalu lalang.


Josep menancapkan gas dan segera melesat menuju salah satu bar yang biasa ia kunjungi. tidak membutuhkan waktu yang lama Josep sampai di tempat itu. Josep mengendarai mobil dengan kecepatan di atas rata-rata membuatnya cepat sampai di sana.

__ADS_1


Josep keluar dari mobilnya setelah memarkirkan mobilnya. banyak pasang mata yang kagum saat melihatnya, apalagi kaum wanita yang tergila-gila melihatnya.


Josep tidak memperdulikan pandangan orang-orang itu. ia langsung masuk dan memesan salah satu kamar dan wanita terbaik yang mereka punya untuk melayaninya.


resepsionis yang sudah hapal dengan tipe Josep segera memberikan kunci kamar VVIP dan menyuruh Josep untuk menunggu. setelah mendapatkan kamar Josep segera menuju ke sana.


sesampainya di sana ia sudah di suguhi dengan beberapa botol bir. Josep mematikan lampu dan membiarkan ruangan itu remang-remang. lalu Josep duduk di sofa yang tersedia dan mulai meminum bir yang sudah di siapkan sambil menunggu wanita panggilannya.


beberapa waktu kemudian, seorang wanita cantik berpakaian minim menghampiri Josep yang tengah minum dan langsung duduk di atas pangkuan Josep.


Josep tidak mempermasalahkan itu, ia justru menikmati sapuan halus dari jemari wanita itu. wanita itu menuangkan bir ke dalam gelas Josep lalu di minum habis oleh Josep saat itu juga.


"aku menginginkan mu! " ucap Josep dengan suara paraunya.


lalu dengan cepat Josep menyerbu bibir merah wanita itu. wanita itu mencoba untuk mengimbangi permainan Josep namun selalu gagal. Josep terlalu ganas dan cepat.


Josep mulai membuka satu persatu pakaian mereka berdua hingga tidak ada satupun di antara mereka yang mengenakan pakaian. Josep bermain dengan wanita itu di atas sofa, entahlah ia merasa akan lebih seru di atas sofa.


Josep membalik tubuh wanita itu dan mulai ngecup bagian belakang tubuh wanita itu. lalu ia beralih ke bagian intim wanita itu yang sudah sangat basah, karena tidak tahan Josep mulai membuka kaki wanita itu lebih lebar.


lalu Josep mulai memasukkan miliknya ke dalam milik wanita itu tidak lupa ia menggunakan pengaman sebelum bermain. di bawah Josep wanita itu terus berteriak kenikmatan dan juga kesakitan karena milik Josep yang cukup besar dan permainan Josep yang sangat kasar jika sudah di mabuk nafsu.


"akhhh sakit! " teriak wanita itu dan akhirnya pingsan di bawah kungkungan Josep.


Josep melakukan itu cukup lama hingga membuat wanita yang berada di bawah kendalinya pingsan karena kelelahan. sedangkan dirinya belum juga puas. karena belum puas ia meminta untuk di panggilkan wanita lagi.


pada akhirnya Josep bermain dengan dua wanita sekaligus untuk memuaskan dirinya malam ini. sungguh malam yang gila dan menyenangkan bagi si brengsek Josephtone Matilda.

__ADS_1


__ADS_2