TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 23


__ADS_3

"berpura-pura lah menjadi kekasihku dan datang ke sana bersamaku. ku mohon hanya malam ini saja, " ucap Josep sambil sedikit memohon.


Alesia terdiam melongok karena terkejut. entah hilang kemana harga diri Josep. sebelumnya ia tidak pernah memohon kepada siapapun selain sang ibu, namun sekarang ia memohon bantuan pada Alesia, wanita pujaannya.


sungguh Alesia benar-benar terkejut bahkan sampai tidak bisa berkata-kata melihat Josep yang memohon seperti itu. dimana letak kekejaman dan dinginnya Josep?


Alesia diam meski Josep terus berbicara meminta mohon untuk segera menjawab permintaannya. ia sangat berharap jika Alesia lah yang akan menjadi pasangannya nanti malam.


"kumohon Alesia, hanya malam ini saja, " mohon Josep lagi.


Alesia terdiam, ia paling tidak bisa melihat orang lain memohon kepadanya. pada akhirnya Alesia luluh dan menyetujui permintaan Josep. membuat Josep langsung berdiri dan memeluk Alesia.


Alesia hanya diam saat di peluk oleh Josep, namun sepersekian detik dia langsung mendorong Josep menjauh dan bersikap seolah tidak terjadi apapun Begitu juga dengan Josep. saat ini terlalu senang sampai lupa mengontrol dirinya.


"Terima kasih sayang, sudah mau menemaniku malam nanti, " ucap Josep sambil mengucap pipi Alesia pelan.


Alesia yang mendengar ucapan itu dan sapuan bibir Josep di pipinya terdiam dan tubuhnya menegang, karena saking terkejutnya. sungguh perilaku Josep benar-benar bukan seperti atasan dan bawahan. namun seperti sepasang kekasih.


Alesia hanya menunduk sambil mengangguk. wajahnya sudah sangat merah sekarang. ia tidak bisa melawan ataupun menolak. Entahlah kemarin dia masih bisa menolak Josep, namun sekarang ia tidak bisa melakukan apapun saat Josep melakukan itu.


Josep yang melihat itu tersenyum, Alesia menyembunyikan wajah merahnya malu. lalu Josep mengajak Alesia untuk kembali ke perusahaan dan melanjutkan pekerjaan mereka.


namun sebelum mereka pergi tentu saja Josep membayar semua pesanan mereka. setelah membayar Josep dan Alesia segera menuju ke perusahaan. namun Alesia sekarang berjalan di belakang Josep, tidak lagi berjalan di samping Josep.


Kenapa? karena ia malu kepada Josep dan juga entah bagaimana ia bisa tidak menolak ciuman dari Josep meskipun hanya di pipi, namun ini sangat tidak wajar dan tidak pantas. terlebih mereka adalah atasan dan bawahan dan juga mereka baru kenal beberapa waktu yang lalu.


Alesia hanya takut jika ucapan dan ajakan Josep benar-benar terjadi nantinya. terlebih Josep bukanlah kriteria laki-laki yang dia inginkan .


Ia hanya ingin bersama laki-laki baik sederhana namun dapat membuatnya bahagia. bukan karena uang ataupun kemewahan.

__ADS_1


Alesia berjalan sambil menunduk hingga masuk dalam perusahaan, Carla yang melihat Alesia berJalan menunduk di belakang Josep pun kebingungan.


Ia ingin menyapa Alesia namun tidak jadi karena Wajah aslinya terlihat murung dan juga seperti malu. Josep segera menuju ke lift khusus petinggi perusahaan sedangkan Alesia menuju lift biasa yang biasa karyawan pakai.


lalu sesampainya di dalam lift, Alesia segera mengatur lantai mana yang akan ia tuju. Alesia hanya seorang diri di dalam lift,ia terus terbayang-bayang dengan kejadian saat di cafe tadi.


sikap Josep sangat-sangat dipertanyakan. Mengapa laki-laki itu bersikap seperti itu ? Alesia tidak mau berpikir terlalu jauh, Josep melakukan itu padanya bukan karena cinta atau menyukainya. itu hanya obsesi, itu yang terus dia yakini dalam dirinya.


"kenapa tadi aku tidak menolak sama sekali saat dia melakukan itu, " gumam Alesia sambil memegang kedua tangannya.


"Aku benar-benar ceroboh hingga membiarkan dia melakukan itu, " lanjutnya lagi.


lalu tidak lama kemudian pintu lift terbuka. sebelum turun Alesia menghembuskan nafas kasar dan berjalan keluar dari lift dan langsung menuju ke ruangannya.


dia tidak bertemu dengan Josep, mungkin laki-laki itu telah berhenti di lantai lain dan bertemu wanita? mungkin saja.


karena pekerjaan Alesia masih banyak ia segera menuju ruangannya. dan segera mengerjakan pekerjaannya. seharusnya hari ini Alesia bisa pulang lebih cepat karena pekerjaannya tidak terlalu banyak.


namun saat Josep sampai di lantai tempat ruangannya dan langsung berjalan menuju ke ruangannya dengan wajah sumringah. Hanzo sudah menebak jika itu perbuatan atasannya yang membuat Alesia menjadi seperti itu.


ia hanya menggeleng, berharap semua baik saja-saja dan atasannya tidak melakukan hal-hal aneh kepada Alesia yang membuat dirinya jauh kepada Alesia nantinya.


Hanzo yang tadi diperintahkan untuk memilih beberapa gaun dan perhiasan yang akan digunakan oleh Alesia saat malam nanti. segera menuju ke ruangan Josep dan melaporkannya. Jika dia sudah memilih beberapa pakaian, aksesoris dan sepatu mewah yang cocok untuk Alesia.


Hanzo masuk ke dalam ruangan Josep, kesan pertama yang ia lihat adalah ruangan itu tidak seseram tadi pagi, dan ia melihat Josep tengah membaca berkas yang ia berikan tadi. yaitu tentang Alesia.


mungkin tadi saat ia berikan nya belum dibaca sama sekali olehnya. Sesampainya di hadapan Josep, Hanzo segera melaporkan apa yang diperintahkan nya tadi.


"Tuan semuanya sudah aku siapkan, hanya tinggal mengirimkannya kepada alamat rumah Alesia, " lapor Hanzo kepada Josep.

__ADS_1


Josep yang mendengar itu mengangguk namun tidak mungkin Jika ia mengirimkannya ke rumah Alesia. lebih baik Ke panthous nya saja yang kosong.


"Hanzo Lebih baik kau kirimkan semua pakaian, aksesoris, dan sepatu itu ke panthous ku agar jauh lebih aman dan aku sendiri yang akan meminta izin kepada orang tua Alesia, untuk membawa Alesia pergi.... dengan begitu, Itu akan lebih aman terlebih aku juga harus mencuri hati orang tuanya terlebih dahulu, dan juga adiknya bukan? sebelum aku memilikinya, " perintah Josep dan memberi tahu rencananya.


Hanzo yang mendengar itu mengangguk. namun ia tidak menyangka jika tuannya akan bergerak secara bersamaan pada hari yang sama.


"baiklah jika memang kau inginnya seperti itu...tidak ada lagi yang ingin aku sampaikan, aku permisi dulu," ucap Hanzo lalu segera pergi dari ruangan Josep.


sedangkan Josep yang melihat itu tersenyum. benar-benar sangat membahagiakan satu langkah kemajuan yang ia dapat dalam satu hari. tidak lebih tepatnya sudah banyak kemajuan hari ini. pertama Alesia berinisiatif menyuapi nya sarapan.


kedua dia tidak begitu peduli dipanggil sebutan sayang olehnya dan yang ketiga dia mau memenuhi permintaannya bahkan tidak marah saat dipeluk dan dicium olehnya. sungguh kemajuan yang sangat luar biasa.


Josep membalikkan kursinya menghadap ke kaca. di mana kaca itu tembus pandang dan menampilkan seluruh Ibukota yang sudah terlihat gemerlap lampu yang dinyalakan karena hari yang sudah mulai sore.


namun pekerjaan mereka tetap masih banyak. karena mengingat dia harus kembali cepat dan melakukan makan malam Josep segera kembali melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan membawa Alesia untuk diperkenalkan kepada kedua orang tuanya.


sedangkan di sisi lain Alessia dan Hanzo tengah mengobrol. Hanzo memberitahu jika nanti Josep yang akan mengantar Alesia pulang dan bahkan meminta izin kepada orang tua Alesia untuk bisa ikut bersamanya.


"Alesia tadi tuan berkata Jika dia yang akan mengantarmu pulang dan meminta izin kepada orang tuamu, Good luck! semoga malam ini berhasil! " ucap Hanzo sambil memberi selamat dan menepuk pelan bahu Alesia.


sedangkan Alesia yang mendengar itu terkejut sungguh Ia tidak menyangka jika Josep akan melakukan hal itu hanya demi Makan malam dengan keluarganya. bahkan itu pun hanya sebagai sepasang kekasih palsu bukan asli.


Bagaimana jika nantinya mereka beneran menjadi pasangan? mungkin Josep akan melakukan lebih dari ini. Alesia hendak mengutarakan pertanyaan kepada Hanzo namun saat ia mendongak ia sudah tidak melihat sosok Hanzo di depannya.


"Aiss, padahal aku ingin bertanya... mengapa direktur melakukan itu? ah sudahlah sebaiknya tidak usah pikirkan yang utama adalah menyelesaikan pekerjaan hari ini, " gumam Alesia dan segera kembali melanjutkan pekerjaannya yang hanya tinggal sedikit lagi selesai.


💘💘💘💘💘💘💘


...DADDY IS MY HUSBAND BY NITA P...

__ADS_1



__ADS_2