TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 47


__ADS_3

"bagaimana kau bisa masuk? dan juga mengapa kau malah tidur di sini?! " tanya Alesia tidak selow sambil membangunkan Josep dengan menarik bantal yang ada di kepalanya


Josep mengerang karena di bangunkan oleh Alesia. Josep menatap sekilas Alesia lalu kembali tidur dengan nyaman. hal itu membuat Alesia menggeram kesal tidak habis pikir dengan kelakuan Josep yang ada aja.


"yak! aku tanya mengapa kau berada di sini? " tanya Alesia lagi kesal.


Josep kembali melirik Alesia lalu menjawab pertanyaan Alesia dengan parau.


"bisakah kau tidak berteriak? hari masih sangat pagi, lagi pula nantinya kita akan seranjang juga toh untuk apa kau marah, " jawab Josep kelewat santai.


"huh! " Alesia menghela napas kesal lalu menundukkan kepala tidak dapat lagi berdebat dengan Josep yang selalu saja menemukan banyak alasan.


Alesia memilih untuk turun dari atas ranjang dan langsung menuju kamar mandi. seingatnya, di sini masih ada pakaiannya jadi ia bisa menggunakannya, mengingat ia tidak membawa sehelai pakaian pun.


sesampainya di kamar mandi, ia tidak lupa mengunci pintu kamar mandi lalu langsung menuju ke wastafel. ia menatap dirinya di cermin, tidak menyangka ia harus tertawan oleh Josep si hidung belang.

__ADS_1


Alesia lagi-lagi menghela napas kasar. ia segera mencuci wajahnya sebelum ia mandi. entahlah ia tengah berpikir keras, apakah ia harus menerima Josep dan mencoba untuk mencintai laki-laki itu atau justru sebaliknya. ia tetap bertahan dengan pendiriannya.


karena tidak mau prustasi hanya karena memikirkan hal itu. Alesia segera melucuti seluruh pakaiannya dan berlari menuju ruang shower dan membiarkan air mengalir ke tubuhnya yang cukup modis.


sedangkan Josep yang mendengar suara gemericik air terbangun. ia meregangkan otot-ototnya, ia lupa bilang pada Alesia jika perlengkapannya akan siap siang atau bahkan sore nanti.


"sudahlah, masih ada pakaiannya yang waktu itu... jadi tidak perlu terlalu panik, aku akan memberitahukannya nanti, " gumam Josep dan menyender di kepala ranjang.


suara gemericik air berhenti, dan Alesia keluar menggunakan jubah mandi. Josep menatap wanita itu yang terlihat sangat mempesona terlebih masih ada bulir air yang menetes dari wajahnya yang terkesan seksi.


Josep memikirkan hal jail, Alesia yang melihat senyum Josep yang seperti pedofil menatap datar laki-laki itu. lalu ia bertanya dimana pakaiannya yang waktu itu ia tinggalkan.


"dimana pakaian ku yang aku tinggalkan waktu itu? " tanya Alesia sambil membelit rambutnya yang basah sehabis keramas.


"di dalam lemari, kau bisa ganti pakaian di ruangan itu, " tunjuk Josep setelah memberi tahu Alesia.

__ADS_1


Alesia langsung menuju ke lemari dan mengambil pakaiannya setelah ketemu. lalu ia langsung menuju ruang ganti pakaian yang di beri tahu Josep.


saat Alesia masuk, Josep segera ikut masuk tanpa sepengetahuan Alesia. Alesia tanpa tahu segera membuka jubah mandinya dan segera memakai pakaiannya dengan cepat.


Josep yang melihat dengan jelas lekuk tubuh Alesia yang sangat modis tersenyum nakal. namun ia tidak akan melakukan itu jika Alesia tidak mau, jadi ia hanya akan jail sedikit kepada Alesia.


setelah Alesia selesai mengenakan pakaiannya hanya tinggal mengancing kancing blouse nya. Josep segera memeluk Alesia dari belakang membuat wanita itu terkejut dan langsung memerah karena malu.


"cantiknya wanitaku! " Josep tepat di telinga Alesia sambil menaruh kepalanya di pundak Alesia.


"apa kau melihat semuanya? " tanya Alesia berusaha tenang.


"Yups, aku tergiur namun aku tidak akan melakukan itu padamu jika kau tidak mau denganku, " jawab Josep menjelaskan.


Alesia merasa tenang ketika Josep berkata seperti itu. ia merasa jika Josep tidak terlalu brengsek namun mengingat kelakuan Josep ketika malam, ia menggeleng kuat mungkin Josep lagi tobat sekarang makanya seperti itu.

__ADS_1


Alesia mengelus kepala Josep pelan tanpa sadar. membuat Josep tersenyum dan menikmati elusan yang sangat halus dari tangan Alesia. lalu Alesia berkata agar Josep melepaskan pelukannya.


"bisakah kau lepaskan pelukanmu? aku akan membuatkan cake yang ku janjikan kemarin, jika kau tidak melepasnya aku tidak akan membuatnya, " ujar Alesia masih mengelus kepala Josep dengan wajah yang cukup memerah.


__ADS_2