TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 24


__ADS_3

hari sudah semakin sore. matahari sudah berubah menjadi senja yang sangat indah, warna Oranye sedikit bercampur dengan warna merah dan biru menghiasi langit dengan indahnya. di bawah langit indah itu jalan di bumi tengah sangat padat.


karena sudah waktunya jam pulang kerja dan juga pulang sekolah. jaman sekarang sekolah waktunya pulang hampir sama dengan orang yang sudah kerja.


Alesia sudah selesai mengerjakan tugasnya, ia sedang membereskan barang-barang yang berserakan berantakan di atas mejanya. tanpa ia ketahui Josep sudah menunggunya di depan pintu sambil memperhatikan wanita itu membereskan meja yang berantakan.


setelah selesai membereskan mejanya. Alesia mengambil tas tangannya dan hendak berjalan keluar namun ia di kejutkan dengan kehadiran Josep yang secara tiba-tiba.


"astaga, sejak kapan kau di sana? kau tahu, kau hampir membuatku jantungan! " ujar Alesia sambil mengelus dadanya karena terkejut.


"aku sudah berdiri di sini sejak tadi, sebaiknya cepat... aku yang akan meminta izin langsung kepada ibumu, dan juga semua yang kau butuhkan sudah ada namun ada di panthous ku, " balas Josep sambil melirik jam tangannya.


Alesia hendak protes namun terpotong oleh Josep yang langsung menarik lengannya keluar dari ruangannya. Alesia mengikuti langkah Josep yang cukup besar, namun sebelum di lihat oleh banyak karyawan ia segera melepaskan genggaman Josep di lengannya.


"aku bisa jalan sendiri, " ucap Alesia sedikit canggung dan mendahului Josep masuk ke dalam lift.


akhir-akhir ini Josep suka naik lift khusus karyawan. mungkin karena ada Alesia makanya ia suka menaiki lift itu sekarang. kondisi di dalam lift cukup ramai membuat Josep tidak dapat mencuri kesempatan kepada Alesia.


terlebih lagi, di dalam lift sebagiannya adalah karyawan wanita yang sangat mengaguminya membuat ia sedikit risih karena ada saja karyawan yang sengaja menempelkan dadanya ke arah lengan Josep.


Josep yang tidak mau berurusan dengan wanita manapun selain Alesia yang ia incar. ia tidak akan menganggapnya. meski jika ia tidak bisa menahan birahinya mau tidak mau ia harus menyewa wanita untuk tidur dengannya.


tidak lama kemudian mereka sampai di lantai paling dasar, yakni lobby perusahaan. lalu Josep dan Alesia segera keluar begitupun dengan para karyawan yang berada di belakang mereka.


meski mereka sempat kecewa karena tidak di respon oleh Josep. namun mereka tetap senang karena dapat menyentuh laki-laki itu. sebenarnya Alesia melihat semuanya dan merasa kesal.


namun ia memiliki hak apa tentang itu? dan juga ia tidak memiliki hak untuk cemburu dan yang paling Alesia bingung kenapa ia bisa cemburu kepada Josep.


setelah keluar dari perusahaan, Josep menarik Alesia menuju parkiran dimana mobilnya berada. Hanzo yang terus memperhatikan keduanya tersenyum.


dan berdoa semoga makan malam mereka berhasil dan mereka dapat lebih dekat serta menjadi sepasang kekasih suatu saat nanti. Carla yang berdiri tepat di samping Hanzo penasaran.


ada hubungan apa antara direktur mereka dan sekertaris baru itu. karena penasaran Carla bertanya pada Hanzo, namun jawaban dari Hanzo membuatnya kesal dan tidak puas.


"sebenarnya ada hubungan apa direktur dan Alesia? " tanya Carla penasaran.


"kau ingin tahu?, " bukannya menjawab Hanzo justru balik bertanya.


"tentu, bolehkah kau ceritakan, " ucap Carla dengan semangat.


"kepo! " jawab Hanzo dan segera pergi dari sana.


Carla yang kesal dengan jawaban dari Hanzo segera pergi dari sana karena kekasihnya sudah menjemputnya dan ia sudah tidak begitu penasaran lagi dengan kedua orang itu. lagi pula besok ia masih bisa bertanya pada Alesia.

__ADS_1


sedangkan Alesia yang sudah duduk di mobil Josep masih terperangah. ia tidak menyangka akan menaiki mobil mewah terlebih itu adalah mobil milik atasannya.


Josep menyusul masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan mesin mobil lalu segera meninggalkan parkiran perusahaan. selama perjalanan menuju rumah Alesia tidak ada yang berbicara sama sekali.


hanya ada hembusan napas mereka saja dan sesekali Josep bertanya di mana arah rumah Alesia. padahal ia tidak perlu bertanya lagi karena ia sudah tahu dimana rumah Alesia.


tiga puluh menit berlalu dan mereka belum juga sampai di rumah Alesia. karena jalanan yang cukup macet dan jarak rumah Alesia yang cukup jauh membuat mereka kehabisan waktu di perjalanan.


ada kemungkinan juga mereka akan terlambat datang ke acara makan malam. tidak lama kemudian akhirnya mereka sampai di rumah Alesia. Josep memarkirkan mobil dan mereka berdua turun dari mobil.


Alesia mengajak Josep masuk ke dalam. ia akan memanggilkan ibunya untuk pembuktian jika Josep sendirilah yang akan meminta izin kepada ibu Alesia.


"kau duduklah di sana, maaf jika sempit dan biasa saja, " ucap Alesia setelah sampai di ruang tamu.


Josep tersenyum. ia paham tentang keluarga Alesia, ia yang sudah di besarkan dengan kekayaan yang melimpah bukan berarti ia tidak tahu cara menghargai orang lain yang ekonominya lebih rendah darinya.


"tidak masalah, kau cepat lah bersihkan diri dan jangan lupa panggilkan ibumu, " sahut Josep sambil tersenyum dengan lembut.


senyum yang baru Alesia lihat. Alesia membalas senyum itu dan mengangguk. ia hendak memanggil sang ibu namun sebelum di panggil ibu Alesia sudah muncul di samping Alesia.


"eh ada tamu, dia siapa Alesia? " ucap Ibu Alesia dan bertanya.


"baru saja aku ingin memanggilmu. dia atasan ku, kau temani lah mengobrol aku ingin membersihkan dulu, " jawab Alesia sambil mengecup pipi sang ibu.


Alesia segera meninggalkan mereka dan menuju ke kamarnya sedangkan ibunya menemani Josep mengobrol. sesampainya di kamar Alesia segera menuju ke kamar mandi.


di dalam kamar mandi Alesia segera melucuti satu persatu pakaian hingga tidak tersisa sehelai benang pun di tubuhnya. setelah itu ia segera mandi dengan air dingin, rasanya sangat segar saat terkena air tersebut.


kembali ke Josep dan ibu Josep. Josep yang tidak mengerti cara basa-basi langsung membicarakan intinya kepada ibu Alesia. meminta izin untuk membawa Alesia dan kemungkinan dikembalikan nya besok sore.


"kedatangan ku kesini ingin meminta izin kepada mu, aku ingin membawa Alesia malam ini dan mungkin besok sore baru pulang... aku melakukan ini karena terdesak membutuhkan bantuan dari Alesia, " to the point Josep.


ibu Alesia yang mendengar itu terkejut. ia justru senang jika ada yang mengajak Alesia kencan. ibu Alesia tersenyum ia memaklumkan Josep dan justru ia menyukai Josep karena berani bilang sendiri kepadanya.


"tidak apa-apa kau bawalah dia pergi, asal jaga dia jangan sampai terluka... dan juga sebaiknya di pulangkan dengan keadaan baik-baik saja, " ujar Ibu Alesia yang memiliki makna.


Josep mengerti akan ucapan ibu Alesia. ia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Alesia dan juga secara tidak langsung melarang Josep melakukan hal-hal di luar kendali.


"baiklah, aku berjanji akan membawanya pulang dengan selamat , " ucap Josep tegas tanpa keraguan.


ibu Alesia tersenyum dan mengangguk. tidak lama kemudian Alesia muncul dari belakang ibu Alesia, ia mengenakan celana leging panjang dan hoodie oversize.


Josep yang melihat kedatangan Alesia tersenyum lalu segera berdiri dari duduknya dan pamit kepada ibu Alesia jika mereka akan berangkat sekarang.

__ADS_1


"baiklah jika kau sudah selesai mari kita pergi, ibu Alesia aku izin membawa putrimu, " ujar Josep dengan lantang.


Alesia malu. namun melihat reaksi sang ibu ia berusaha menutupinya. ia mengangguk lalu memeluk sang ibu sambil meminta maaf karena tidak bisa makan malam di rumah dan meminta ibunya menyampaikan kepada Henry jika ia tidak akan pulang sampai besok.


"aku pergi dulu, maafkan aku tidak bisa makan malam di rumah dan sampaikan maaf ku juga kepada Henry, " ucap Alesia setelah melepaskan pelukannya.


"iya tidak masalah, sudah kau cepat pergi akan aku sampaikan kepada adikmu itu nanti, " sahut sang ibu.


lalu mereka berdua izin pamit pergi. mereka berdua kembali ke mobil Josep. Josep cukup beruntung karena Alesia memilih menggunakan pakaian yang cukup tertutup meski bagian pahanya sedikit terjiplak karena celana leging nya.


"apakah panthous mu jauh? " tanya Alesia memecahkan keheningan.


"tidak begitu jauh, aku beruntung kau tidak menggunakan pakaian yang kekurangan bahan sekarang, " ucap Josep membuat Alesia bingung.


"apa maksudmu? " tanya Alesia tidak mengerti.


Josep tidak menjawab. laki-laki itu hanya fokus dengan jalanan yang ada di hadapannya. Alesia yang tidak mendapatkan jawaban ikut terdiam sambil melihat keramaian jalanan.


waktu sudah hampir makan malam namun mereka belum juga sampai di panthous Josep dan bersiap. terlebih Josep juga belum membersihkan diri. membutuhkan waktu kurang dari lima belas menit untuk mereka sampai di salah satu apartemen mewah.


Josep segera memarkirkan mobilnya dan mengajak Alesia turun. lalu mereka berjalan menuju ke lift yang di khususkan untuk pengguna panthous saja.


Alesia mengikuti Josep dari belakang. di dalam lift mereka tidak berbicara sama sekali dan juga Josep tengah menelepon ibunya jika ia akan datang sedikit terlambat saat makan malam nanti.


tidak lama kemudian mereka sampai di panthous milik Josep dan tepat setelah pintu lift terbuka sambungan telepon Josep sudah selesai. Josep memegang jemari Alesia dan membawa wanita itu masuk ke dalam panthous nya.


Alesia tidak memberontak saat di pegang oleh Josep. sesampainya di dalam panthous, di sana sudah ada Hanzo yang menunggu mereka berdua. Josep memerintahkan Hanzo untuk membawa Alesia ke kamar yang sudah di sediakan pakaian, aksesoris dan sepatu yang akan di gunakan Alesia.


"Hanzo bawa Alesia ke kamar itu, aku ingin segera membersihkan diri, " perintah Josep.


"baik tuan! mari nona Alesia ikut denganku, " ucap Hanzo.


Alesia sedikit tidak enak saat Hanzo memanggilnya dengan sebutan nona. namun jika tidak seperti itu Hanzo akan habis du tangan Josep detik itu juga.


Alesia mengikuti langkah Hanzo yang membawanya ke satu kamar yang sepertinya sudah di siapkan untuk kedatangannya. sesampainya di kamar itu Alesia sedikit tercengang karena ukuran kamarnya yang jauh lebih besar dari kamar dirinya.


"kau silahkan pilih gaun, aksesoris dan sepatu yang kau suka... tuan akan menunggumu di ruang tamu, " ucap Hanzo lalu pergi dari sana.


Alesia melihat banyaknya pakaian bermerek itu. ia bingung dan ragu untuk mengenakan itu terlebih jika rusak ia belum tentu dapat menggantinya membuat linglung dan duduk di kasur empuk yang sudah tersedia di kamar tersebut.


💘💘💘💘💘💘💘💘💘


...TERPAUT 20 TAHUN BY RIA AISYAH...

__ADS_1



__ADS_2