
Josepthon yang baru saja sampai di salah satu bar ternama di ibu kota langsung duduk di meja VIP, bar ini milik salah satu sahabatnya jadi ia sudah terbiasa ke sini jika sedang banyak pikiran bahkan ia bisa sampai mabuk ketika ke bar ini. Ia memesan beberapa botol minuman untuk menemani malamnya.
Ardiansyah Smith pemilik sekaligus sahabat Josepthon menghampiri laki-laki itu dan duduk di samping Josepthon sambil menuangkan segelas bir. Ia sudah tahu jika Josepthon sedang mengalami masalah ataupun banyak pikiran.
"Masalah apa lagi kali ini? " Tanya Ardi tanpa menoleh kepada Josep.
Josep hanya diam, ia belum mau bercerita padahal sahabatnya itu pasti tau masalahnya itu apa, karena ia selalu berkeluh kesah kepada laki-laki tampan itu namun masih sendiri juga sampai saat ini.
Mereka sama-sama minum hingga menghabiskan 3 botol banyaknya, namun di antara mereka belum ada yang benar-benar mabuk. Mereka berdua sudah biasa minum banyak lebih tepatnya mereka berdua kuat minum jadi 3 botol saja tidak cukup untuk mereka.
__ADS_1
"Ibuku datang dan memintaku untuk membawa kekasih saat ulang tahun pernikahannya, " Ucap Josep mulai bercerita.
Ardi diam sambil mendengarkan, siapa tahu kali ini ia bisa membantu meski tidak banyak ia akan melakukan apapun demi sahabat nya itu.
"Ibuku bilang jika aku tidak membawa seorang wanita atau kabar jika aku akan memiliki anak dia akan menjodohkan ku hanya untuk mendapatkan cucu, namun aku tidak mau terikat tentang pernikahan, dan juga aku sudah tidak bisa mengelabui ibuku lagi, " Lanjut Josep.
"Hais, sedikit sulit... Kenapa kau tidak menurut untuk mencari pasangan? Kau sudah matang untuk menikah! Jika tidak mau menikah berpacaran dan memiliki anak itu juga tidak buruk, " Usul Ardi tanpa melihat dirinya sendiri.
"Aku tahu itu, tapi setidaknya aku sudah memiliki wanita incaran, "
__ADS_1
"Ouh, tapi aku sepertinya menemukan seseorang untuk di ajak kontrak, "
"Lagi? Aku rasa trik ini akan gagal, sebaiknya kau benar-benar cari pasangan dari pada berakhir seperti sebelumnya, " Nasehat Ardi yang sudah jengah dengan trik itu berulang kali dan yang terakhir kali ia ketahuan menggunkan trik kepada sang ibu.
Josep terdiam, apa yang di katakan Ardi ada benarnya juga. Josep setelah berpikir langsung menenggak habis minuman di gelasnya lalu pergi begitu saja untuk menemui adik tercintanya, meminta saran dari wanita itu tidak akan membuatnya kehilangan harga dirinya.
"Hey! Mau kemana kau? " Teriak Ardi saat Josep pergi begitu saja tanpa berkata-kata lagi.
"Aiss, orang itu! " Kesal Ardi sambil menggeleng lalu kembali melanjutkan minumnya dan meminta pelayan untuk memanggil wanita malam untuk menemaninya.
__ADS_1
Josep keluar dari bar itu dan langsung menuju mobilnya yang berada di parkiran, setelah masuk ke dalam mobilnya laki-laki itu segera menancapkan gas langsung menuju Mansion utama keluarganya, ya adiknya masih tinggal bersama kedua orang tuanya karena dia masih bersekolah.
Dengan kecepatan penuh, Josep tidak memerlukan waktu yang lama untuk sampai di kediaman orang tuanya, hari sudah mulai larut mungkin adiknya itu sudah bersiap untuk tidur. Namun karena ia sudah sampai ia tidak mau melupakan itu jadi ia harus bertanya sekarang juga.