
satu minggu telah berlalu. acara pernikahan Alesia dan Josep akan segera di gelar. para tamu undangan mulai berdatangan di acara pernikahan mereka. Alesia masih berada di dalam kamar dengan gaun dan make-up yang menghiasi wajahnya.
"nak, tenangkan dirimu sebentar lagi Josep akan melakukan ijab kobul, " ujar ibu Alesia menenangkan Alesia yang terlihat panik.
"iya bu, tapi apakah ayah akan datang? " sahut Alesia dan bertanya.
ibu Alesia yang mendengar itu hanya bisa tersenyum ia tidak yakin jika ayah Alesia akan datang, namun ia sudah berpesan jika laki-laki paru baya itu harus datang di hari pernikahan Alesia.
ibu Alesia membawa Alesia duduk di atas ranjang dan menampilkan acara yang di gelar di gedung utama. Alesia dapat melihat Josep yang tengah panik di hadapan penghulu. mereka masih menunggu kedatangan ayah Alesia, jika ayah Alesia tak kunjung datang maka di wakilkan oleh adiknya, Henry.
"sudah setengah jam berlalu, sebaiknya kita mulai saja ijab kobulnya, " ucap pak penghulu.
Josep hanya mengangguk saja. ia menjabat tangan Henry dan pak penghulu mulai membacakan apa yang harus di ucapkan oleh mereka berdua. saat tengah mengucapkan janji suci ayah Alesia datang dan menghentikan ijab kobul.
"tunggu, biarkan saya yang menjadi walinya! " teriak laki-laki paru baya yang berada di atas kursi roda.
Josep yang baru pertama kali melihat ayahnya Alesia tersenyum, begitu juga dengan Alesia dan ibu Alesia yang berada di dalam kamar. kebetulan ia juga di temani oleh ibu Josep yang memantau Alesia.
__ADS_1
"anda siapa? " tanya penghulu memastikan.
"saya ayahnya pihak perempuan, " ucap ayah Alesia tanpa basa-basi.
penghulu bertanya pada Henry dan Henry mengangguk. lalu mempersilahkan ayah Alesia untuk duduk di sampingnya. setelah Alesia duduk di samping penghulu, ijab kobul. dapat di mulai dengan hidmat dan lancar.
Alesia yang menonton dari CCTV menangis kala mendengar semua orang berkata SAH, ia tak kuasa menahan air matanya karena sekarang ia sudah menjadi seorang istri dan yang lebih bahagia ketika ia menikah ayahnya lah yang menjadi wali nikahnya.
"syukurlah, sekarang kamu sudah benar-benar menjadi menantuku... selamat ya sayang, " ujar ibu Josep sambil memeluk Alesia.
"ya benar, selamat ya nak sekarang kemu sudah menjadi seorang istri... ingat harus berbakti pada suamimu oke? " sahut ibu Alesia menimpali.
mereka saling berpelukan dan menangis membuat mereka terhanyut dalam tangisan haru tersebut. saat tengah bersedih ayah Josep datang dan menyuruh para ibu-ibu tersebut untuk membawa Alesia turun bertemu dengan suaminya.
"hey! nangisnya nanti saja, sekarang bawa Alesia bertemu dengan Josep, " tegur ayah Josep membuat mereka terkejut.
"astaga sayang, baiklah akan kami bawa, " ucap Ibu Josep terkejut karena kehadiran suaminya.
__ADS_1
lalu ayah Josep lebih dulu turun menemui putranya, sedang ketiga wanita cantik itu menyusul. Alesia di apit oleh kedua ibu-ibu tersebut dan turun menuju ke lantai di mana pesta tentang di selenggarakan.
ketiganya sampai di bawah, semuanya terpana akan kecantikan Alesia begitu juga dengan Josep. lalu Josep berjalan ke arah ketiga wanita itu dan mengambil Alesia.
Alesia menerima uluran tangan Josep, lalu menghampirimu ayahnya yang sudah cukup lama ia tidak bertemu dengan laki-laki itu. sesampainya mereka berdua di hadapan ayah Alesia. ayah Alesia tersenyum.
"selamat ya nak atas pernikahan kalian, semoga bahagia... ada hal yang harus ayah katakan pada kalian semua terutama ibumu, nanti malam akan ayah beritahu, " ujar ayah Alesia memberikan selamat.
"baiklah, dan terimakasih ayah sudah menjadi wali ku, " ucap Alesia tak kuasa menahan tangis.
ayah Alesia tersenyum dan meneteskan air matanya " sudah kewajiban ku sebagai ayahmu Alesia, " sahutnya sambil menghapus air mata.
setelah itu mereka berdua bertemu dengan tamu undangan untuk salim-saliman dan ucapan memberikan salam untuk pengantin baru tersebut. Alesia dan Josep terlihat sangat bahagia ketika menerima ucapan tersebut dari para tamu.
ayah Alesia menatap ibu Alesia dengan dalam, sedangkan yang di tatap hanya tersenyum saja. lalu para keluarga berkumpul untuk mengobrol, karena hal ini sudah bahkan tidak pernah terjadi lagi setelah ibu Alesia dan ayah Alesia bercerai.
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
jangan lupa mampir di novel ku ini yah