
Josep terdiam menatap cantiknya Alesia dari atas sampai bawah kaki. ia baru menyadari jika belahan dada Alesia terlalu turun, Josep menatap datar ke arah wanita itu. ia memuji dan menyuruh Alesia untuk mengganti gaunnya.
"cantik, tapi belahan dadanya terlalu turun aku tidak suka. cepat ganti! " ujar Josep membuat Alesia yang awalnya tersenyum menghela napas, ia sudah menduganya.
"baiklah-baiklah, " sahut Alesia lalu kembali ke ruang ganti dan mengganti gaunnya dengan gaun yang lain.
kali ini gaun yang di kenakan oleh Alesia pres body dan melebar di bagian bawah kakinya dan juga lengan gaunnya tidak ada. Alesia kembali ke arah Josep dan lagi Josep menggeleng dan menyuruh ganti gaunnya.
Alesia kembali mengganti gaunnya, ini sudah yang ke tiga kalinya ia ganti dan belum ada yang cocok menurut Josep. terakhir gaun yang di sediakan memang hanya empat saja yang paling bagus di butik itu. gaun yang terakhir itu jauh lebih terbuka.
"huftt, ini gaun terakhir jika dia masih tidak menyukainya siapkan gaun biasa saja yang tidak terlalu mewah biasanya tidak terlalu terbuka bukan? " ujar Alesia keluar dari ruang ganti dan berbicara pada laki-laki gemulai tersebut.
__ADS_1
"ya baiklah sayang, akan aku siapkan... padahal yang kau pakai sekarang sudah sangat cocok dan terlihat seksi juga anggun , " ucap laki-laki itu.
Alesia hanya menghela napas, ia tahu namun hal itu yang mengganggu Josep. terlebih Josep salah satu laki-laki hidung belang yang melihat paha mulus saja sudah berdiri. Alesia menghampiri Josep dan benar saja Josep marah ketika melihat Alesia.
"no! ganti, itu terlalu terbuka sayang. memangnya tidak ada gaun yang lain? " tanya Josep kesal.
"ini gaun terkahir yang kualitasnya paling bagus sayang, " jawab Alesia sabar.
"kalau begitu cari yang biasa saja, aku tidak mau milikku di lihat oleh orang lain! paha, dada dan semua tubuh mu punya ku! hanya aku yang boleh melihatnya, " ujar Josep kesal membuat Alesia menggeleng tidak habis pikir dengan laki-laki itu.
Alesia memilih gaun tersebut dah mengganti pakaiannya kembali. sebenarnya ia sudah lelah dengan pemilihan gaun itu terlebih tidak ada yang cocok di mata Josep, karena semua tubuhnya tidak boleh terlihat. sekalian saja ia menggunakan selimut yang besar dan menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"bagaimana dengan yang ini? " tanya Alesia sebagai kembali ke hadapan Josep yang sudah selesai memilih tuksedo.
Josep berbalik menatap Alesia dari atas sampai bawah, gaun putih itu sangat pas dan cocok di tubuh Alesia. Josep tersenyum dan mengangguk jika ia setuju membuat Alesia menghela napas dan berhasil memilih gaun yang sesuai dan tidak terbuka seperti yang diinginkan oleh Josep.
Josep sudah selesai memilih tuksedonya, ia memilih tuksedo dengan warna yang senada dengan gaun Alesia, putih. setelah selesai dan menyuruh pemilik butik untuk menyiapkan gaun tersebut dan di kirim ke kediaman orang tuanya. Alesia dan Josep segera pergi karena mereka akan menuju ke tempat toko perhiasan.
"sekarang mau kemana lagi? " tanya Alesia sesampainya mereka di dalam mobil.
"toko perhiasan, aku sudah memesan cincinnya jadi tinggal kita ambil, " jelas Josep dan segera menjalankan mobilnya menuju toko perhiasan.
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
__ADS_1
hay jangan lupa mampir di novel Gadis Pemimpi ya, di tunggu loh kedatangannya.