
"Alesia, aku menyukaimu tidak lebih tepatnya mencintaimu.... will you marry me? " ujar Josep menatap lekat Alesia tepat di manik mata wanita itu.
Alesia yang mendengar itu tentu saja terkejut, ia berpikir jika Josep hanya terobsesi kepadanya, namun tidak perlu sampai seperti ini bukan?
Alesia tersenyum canggung, ia menggeleng lalu tertawa. tidak mungkin jika Josep mencintainya itu sangat tidak mungkin. Josep yang melihat Alesia tertawa justru kebingungan, apakah ada yang lucu atau salah dalam ucapannya?
"are you seriouslly? " tanya Alesia tidak bisa menghentikan tawanya.
"yes, i'am serious, " jawab Josep dengan nada dinginnya.
Alesia yang mendengar itu terdiam, ia melihat kearah Josep yang sudah merubah raut wajahnya. Alesia menatap lekat laki-laki itu tepat di manik matanya mencoba mencari kebohongan di sana.
namun nihil, Alesia tidak menemukan sedikitpun keraguan dari mata Josep. namun tetap saja ia tidak bisa percaya begitu saja, jika Josep benar-benar mencintainya dan ingin menikah dengannya.
lagi pula mereka baru bertemu beberapa hari, sangat tidak mungkin jika Josep sudah jatuh cinta kepadanya. tidak lebih tepatnya Alesia memang tidak mempercayai cinta, mengingat tentang kedua orang tuanya, ia menjauhkan diri dari kata cinta.
"huftt, kau bohong aku tahu itu! kau hanya terobsesi kepada ku! " ucap Alesia tidak habis pikir lagi.
"aku tidak bohong! aku mencintaimu! bukan hanya sekedar obsesi saja, aku benar-benar mencintaimu Alesia Dallas, " balas Josep sedikit membentak.
sungguh ia benar-benar mencintai Alesia, meski ia tidak mengerti mengapa ia bisa mencintai wanita itu dalam sekejap saja. Alesia yang di bentak itu terdiam.
ia menatap Josep tidak habis pikir, Alesia tersenyum sambil menahan tangis. tidak Josep hanya terobsesi saja, laki-laki itu tidak mencintaimu sama sekali.
Alesia mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menatap Josep yang juga tengah menatapnya dengan datar. Alesia menggeleng lalu membuang muka sambil mengacak rambutnya prustasi.
"tidak! cinta itu bohong, tidak ada yang namanya cinta di dunia ini. kau hanya menyukai ku bukan mencintaiku Josep! " ujar Alesia tidak habis pikir lagi sambil terus mengusap wajahnya kasar.
mendengar kata cinta, membuatnya teringat dengan apa yang di lakukan ayahnya. laki-laki tua itu mengatakan mencintai mereka namun dia berbuat seenaknya bahkan meninggalkan mereka demi wanita lain.
hal itu membuat Alesia sedikit trauma dan tidak mau mengerti akan namanya cinta. saat ada yang mengungkapkan perasaan kepadanya, Alesia tidak mempercayai mereka.
"Alesia, cinta itu nyata.... " ucap Josep melembut melihat Alesia yang berantakan.
"tidak! cinta itu tidak ada Josep, apa yang kau tahu tentang ku hingga kau mengatakan itu semua? " tanya Alesia lirih.
__ADS_1
"aku mengenalmu, bahkan aku tahu semua tentang mu aku tahu semua ten-
" tentang ku? apa kau yakin? aku tidak pernah percaya cinta semenjak perceraian kedua orang tua ku! kau mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuamu, sedangkan aku? aku tidak tahu kemana ayahku pergi sekarang, " ungkap Alesia menangis tersedu.
Josep yang mendengar itu terdiam. yang dikatakan Alesia memang benar, ia mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya. sedangkan Alesia tidak. namun karena itu Josep mau masuk ke dalam kehidupan Alesia.
"maka dari itu, aku mau masuk ke dalam duniamu. aku ingin memberikan warna dalam hidupmu Alesia, percayalah padaku, " lanjut Josep meyakinkan Alesia.
"tidak terimakasih! ada kata pepatah, jangan menjadi pelangi bagi orang buta. apakah kau mengerti maksudku tuan? " ucap Alesia lalu segera berdiri dan meninggalkan tempat itu.
Josep tahu apa maksud dari pepatah itu, namun ia mau menjadi pelangi dalam kegelapan Alesia. ia ingin Alesia bahagia bersamanya. melihat kepergian Alesia, Josep hanya diam.
ia tidak mengejar wanita itu karena ia tahu jika Alesia membutuhkan waktu sendiri untuk sekarang. sedangkan ia, merenungkan diri agar saat bertemu dengan Alesia tidak canggung dan memilih untuk memakan pesanan mereka yang sudah tersaji di atas meja.
Alesia berjalan keluar dari restoran dengan air mata yang tak bisa ia bendung lagi. Alesia berjalan ke arah pantai untuk menenangkan diri. ia tahu tindakannya tadi cukup berlebihan namun ia tidak dapat mengontrol diri.
ia tahu Josep hanya ingin mengungkap perasaannya saja, namun Alesia tidak dapat menerima itu. ia benar-benar belum bisa percaya kemabli akan namanya cinta.
"maafkan aku, tapi lebih baik kau tidak bersamaku, " gumam Alesia di pinggir pantai sambil menghapus air matanya.
di lain tempat waktu yang sama. kedua orang tua Josep tengah berada di ruangan yang remang, di sana mereka menghadap seseorang yang duduk di bawah lampu yang menyala.
"jadi bagaimana? apakah tidak masalah jika putrimu menikah dengan putraku? " tanya ayah Josep kepada laki-laki itu.
"tidak masalah, namun jika putramu membuat putriku tersakiti... jangan salahkan aku mencabut kerja sama kita, " ujar orang itu yang tidak lain adalah ayah Alesia.
"ayolah, kita ini sahabat jangan seperti itu! " ucap ayah Josep sedikit kesal.
"haha baiklah-baiklah... jadi kapan pernikahan itu akan di gelar? " tanya ayah Alesia tertawa.
"aku ingin secepatnya, namun sepertinya Alesia akan menolaknya dengan keras.... apakah kita menunggu Josep untuk meluluhkan Alesia? " ujar Ibu Josep menimpali dan bertanya.
"Alesia... benar juga, sebaiknya jangan nikahkan mereka dengan secara paksa. biarkan mereka menjalani ini dulu setelah mereka sudah saling mencintai baru nikahkan mereka, " jawab ayah Alesia.
"baiklah seperti itu saja. aku takutnya jika terlalu cepat, Josep juga belum bisa menjadi kepala rumah tangga yang baik... kau tahu bagaimana sifatnya bukan, " jelas ibu Josep.
__ADS_1
"ya benar, oh ya kapan kau akan muncul di publik dan kembali ke keluarga mu? " sahut ayah Josep dan bertanya kepada ayah Alesia selaku sahabatnya.
"nanti aku akan muncul saat pernikahan putriku. aku juga tidak yakin jika mereka akan memaafkan ku setelah apa yang aku lakukan, terlebih Sintia yang sudah aku bohongin jika aku lebih memilih wanita lain dari pada dirinya, " jelas ayah Alesia.
"ya memang, sepertinya akan sulit. kemarin sempat sedikit keceplosan soal kau, dan respon Alesia sangat di luar kendali, " sahut ibu Josep.
"haha biarkan saja, sudah sewajarnya dia bersikap seperti itu. urusan denganku sudah selesai, kalian bisa pergi, " ujar ayah Alesia.
"baiklah, kami juga harus bertemu dengan Sintia, " lanjut ibu Josep.
ayah Alesia hanya mengangguk saja di balik bayangan itu. lalu ibu Josep dan suaminya segera bangkit dari duduknya mereka dan berjalan keluar dari ruangan itu meninggalkan laki-laki yang berada di kursi roda itu sendiri.
ayah Alesia, mengalami kecelakaan setelah pergi dari rumah ibu Alesia. ia bercerai dan meninggalkan kedua anaknya bukan tanpa alasan, apalagi karena wanita. ia harus melakukan itu agar keselamatan keluarganya terjaga.
jika saja ia bisa bercerita kepada istrinya saat itu, mungkin keputusannya bukan lah pergi meninggalkan mereka dan mungkin mereka akan masih bersama sampai sekarang dan hidup bahagia. namun nasi telah menjadi bubur semua sudah terjadi mau bagaimana pun ia menyesalinya tetap saja tidak akan ada yang berubah.
"Sintia aku merindukanmu dan juga anak-anak, maafkan aku, aku akan segera kembali sayang," gumam laki-laki itu tersenyum dalam kegelapan.
kedua orang tua Josep setelah keluar dari Mansion yang sangat besar bahkan lebih besar darinya langsung masuk ke dalam mobil. mereka sudah berencana setelah dari rumah sahabat suaminya akan langsung menuju rumah Alesia.
di dalam perjalanan tidak ada yang berbicara sama sekali. kecuali ibu Josep yang merasa sangat senang karena akan bertemu dengan sahabat lamanya.
ia tidak menyangka jika Alesia adalah anak dari Sintia, sahabatnya dulu. namun hubungan mereka renggang karena kejadian itu, di mana mereka membantu ayah Alesia pergi dengan wanita lain padahal kejadiannya bukanlah seperti itu.
tidak lama kemudian mereka sampai di rumah ibu Alesia. terlihat jauh lebih kecil dari rumah yang dulu. mungkin karena Sintia berkerja sendiri dan menafkahi kedua anaknya sendiri.
kedua orang tua Josep turun dari mobil dan langsung menuju rumah Alesia, ibu Josep sedikit meringis melihat kehidupan sahabatnya yang jauh berbeda dari yang dulu, sesampainya di depan pintu rumah. ibu Josep mengetuk pintu rumah hingga Sintia ibu Alesia membuka pintu.
"siapa ya? KALIAN! "
💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘
...JAMUR, JANDA MUDA DI BAWAH UMUR BY RAMANDA...
__ADS_1