TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 52


__ADS_3

Alesia dan Josep masih berada di pantai tersebut. meski matahari sudah tenggelam. mereka berdua tidak ada yang berniat untuk meninggalkan tempat itu. terlebih saat tempat itu mulai sepi Josep justru senang.


setidaknya tidak akan ada yang mengganggu. Josep memeluk Alesia dari belakang. takut-takut wanita itu masuk angin karena tidak menggunakan pakaian yang tebal dan juga angin cukup kencang saat malam hari.


"Josep, ada hal yang aku mau kamu berhenti... jika kamu tidak berhenti, maafkan aku, aku tak akan melanjutkan hubungan kita, " ujar Alesia tiba-tiba setelah lama diam.


Josep terkejut dengan ucapan Alesia. entah apa yang diinginkan Alesia ia akan turuti namun jika mengalihkan perusahaan ia tidak akan pernah melakukan itu.


"kamu ingin aku berhenti melakukan apa? " tanya Josep pelan tepat di telinga Alesia.


Alesia menghela napas panjang. ia tidak mungkin membicarakannya di tempat umum, terlebih masih ada orang yang menikmati malam di pantai. Alesia melepaskan pelukan Josep dan menghadap laki-laki itu.


Josep yang terlepas dari Alesia menatap wanita itu yang juga tengah menatapnya dengan serius. ia takut jika pikirannya tadi akan terjadi, namun ia tidak percaya jika Alesia orang yang seperti itu.


"kita bicarakan ini di panthous mu, tidak nyaman jika harus berbicara di sini, " ucap Alesia lagi.


"dan satu lagi, aku lapar tapi aku tidak mau beli makanan aku ingin membuatnya sendiri, " lanjut Alesia memotong Josep yang hendak berbicara.


Josep yang mendengar itu hanya bisa menghela napas saja. keputusan Alesia tidak bisa di ubah terlebih Alesia terlihat sangat fokus dan serius saat berbicara dengannya tadi, mungkin hal ini cukup serius.

__ADS_1


"baiklah kalau itu mau mu, " sahut Josep dan mengajak Alesia untuk segera pergi dari sana.


Alesia tersenyum melihat Josep mau menuruti perkataannya. biasanya laki-laki itu tidak akan pernah menurut kepada siapapun bahkan kedua orang tuanya sendiri. namun berbeda ketika dengannya, laki-laki itu menurut seperti anak kecil yang habis di omeli ibunya.


mereka berdua berjalan beriringan ke arah mobil yang terparkir. lebih tepatnya Josep yang tidak mau jauh dari Alesia membuat Alesia mau tidak mau berdekatan dengan Josep.


sesampainya di tempat parkiran. mereka segera masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan pantai yang mulai sepi. selama perjalanan pulang tidak ada yang berbicara di antara mereka.


Alesia yang sudah merasa kelaparan padahal tadi cukup banyak makan cemilan sedangkan Josep sedang manahan gugup akan permintaan Alesia nantinya.


tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di apartemen tempat tinggal Josep. karena jalanan yang sepi membuat mereka jauh lebih cepat sampai di rumah.


sedangkan Josep hanya mengikuti sana dari belakang. lalu duduk di meja makan menunggu Alesia yang tengah bersiap untuk memasak. Alesia mulai bertempur dengan peralatan dapur. ia hanya membuat nasi goreng dengan omlet saja.


karena makanan yang ia buat sangat simpel dan gampang di buatnya. ia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Alesia memasaknya. Alesia memasak untuk porsi dua orang.


setelah matang ia menaruh di atas piring dan membawanya ke Josep yang sudah menunggu. Josep yang juga sudah mulai merasa lapar saat Alesia datang dengan makan malamnya segera mengambil piring itu dan mulai makan.


Alesia yang melihat itu hanya bisa menggeleng saja. lalu ia juga ikut makan. tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka makan. setelah selesai makan Alesia segera menaruh piring kotor di wastafel dan kembali menemui Josep yang lebih dulu menuju ruang tamu.

__ADS_1


sesampainya di sana ia duduk di samping Josep yang tengah fokus menonton televisi. saat Alesia sudah duduk di samping Josep, laki-laki itu mulai bertanya tentang keinginan Alesia.


"Alesia apa yang kamu inginkan? " tanya Josep memulai obrolan mereka.


💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘


...LIPS SERVICE BY KAY_21...



"Bantu aku menghilangkan phobia sialan ini! Maka aku akan memberimu bayaran mahal!"


Beyza Ishik tidak pernah menyangka, saat majikannya Elder Gulbar memohon bantuan untuk menghilangkan Phobia anehnya.


Semua berawal ketika Elder pulang ke kediamannya dengan kondisi mabuk. Lalu tidak sengaja mencium Beyza, maid muda yang baru saja bekerja seminggu lalu.


Elder yang selama hidupnya tidak bisa berciuman karena Phobia, merasa ada kesempatan untuk menghilangkan Phobia anehnya. Terlebih lagi, orang tuanya menuntut dia untuk segera menikah.


Namun, masalah timbul ketika Beyza tidak bisa mengontrol perasaannya pada Elder, majikan yang sudah memiliki kekasih.

__ADS_1


Akankah cinta seorang Maid bisa terbalas?


__ADS_2