
Karena tidak mau berlama-lama melihat adegan itu, laki-laki itu segera meninggalkan tempat itu membuat Hanzo yang berada di belakangnya kebingungan. sebab ia bilang akan makan siang di kantin perusahaan, sangat jarang laki-laki itu mau makan di sana. namun saat melihat Alesia, Hanzo mengerti mengapa sang bos langsung pergi begitu saja.
Hanzo menatap punggung Josep lalu menghela napas panjang. mau tidak mau ia harus membelikan makan siang untuk sang bos. Hanzo tidak menyusul Josep laki-laki itu memilih melangkah masuk ke dalam kantin dengan wajah datarnya.
para wanita yang melihat kedatangan Hanzo memeki kegirangan karena dapat melihat pujaan hati mereka. bahkan sampai ada yang sengaja menunjukkan lekuk tubuhnya hanya demi Hanzo dapat melirik mereka.
namun Hanzo tidak peduli dengan mereka semua. laki-laki itu berjalan menuju ke tempat pengambilan makanan khusus untuk orang-orang penting seperti dirinya dan bos.
sebenarnya dirinya bukan orang yang terlalu penting, namun mengingat ia adalah asisten pribadi Josep, ia dapat mengambil makanan di sana tanpa perlu mengantri.
Hanzo mengambil makanan dirinya dan juga untuk Josep. setelah mendapatkan makanan ia langsung pergi dari sana dengan seperti biasa, wajah datarnya terpampang jelas di sana.
Alesia yang memperhatikan Hanzo sejak laki-laki itu masuk sedikit bingung dengan sikap laki-laki itu. Carla yang paham langsung menjelaskan tentang Hanzo, membuat Alesia mengerti mengapa dirinya di musuhi oleh para karyawan wanita.
"jangan aneh melihat dirinya, Hanzo terkenal dengan wajah datarnya dan sikap dinginnya setelah direktur. jadi banyak para karyawan wanita yang iri melihatmu dekat dengannya bahkan sampai terlihat sangat akrab, " celetuk Carla sambil mengaduk minumannya.
"ah, oh aku baru tahu hehe... pantas saja mereka melihat diriku dengan sangat sinis, " sahut Alesia setelah menghabiskan minumnya.
"selagi masih ada waktu makan siang, sebaiknya kita habiskan mengobrol saja. mengakrabkan diri hehe, " cetus Gibran yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.
Carla dan Alesia yang mendengar itu mengangguk setuju. mereka menghabiskan sisa waktu dengan mengobrol. selama mengobrol banyak pasang mata yang terus memperhatikan Alesia terlebih para wanita.
mereka sangat tidak menyukai Alesia, terlebih saat Alesia di terima di perusahaan ini. saingannya sangat cantik dan berbakat tidak seperti Alesia yang terlihat biasa saja, namun Alesia tidak peduli akan itu karena niatnya di sini adalah untuk bekerja dan menghasilkan uang.
mereka bertiga mengobrol dengan asik hingga lupa waktu. untung saja Carla melihat jam di tangannya, jika tidak mereka akan terlambat kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
terlihat banyak karyawan yang lain sudah mulai meninggalkan kantin untuk kembali bekerja. Alesia yang melihat jam di handphonenya mengajak Carla dan Gibran untuk kembali.
"astaga, sudah waktunya kembali bekerja, " celetuk Carla sedikit terkejut.
"iya benar, sebaiknya kita kembali ke ruangan masing-masing sebelum terkena hukuman, " sahut Alesia.
__ADS_1
Carla dan Gibran mengangguk lalu mereka berdiri dan segera meninggalkan kantin. Alesia yang ruangannya berada di lantai paling atas berpisah dengan Carla dan Gibran karena mereka berbeda tempat dengan Alesia.
Alesia memasuki lift dan mengatur untuk ke tempat tujuannya, tanpa ia tahu ia sudah membuat seseorang kesal dan merasa cemburu.
Josep setelah melihat adegan kedekatan Alesia dan Gibran segera pergi dari kantin dan langsung kembali menuju ruangannya. sungguh ia merasa kesal dan panas ketika melihat itu.
Alesia dapat dengan mudahnya akrab dan tidak menolak saat di sentuh oleh laki-laki lain namun jika dengan dirinya pasti akan di tolak secara langsung. bagaimana tidak di tolak jika awal bekerja saja sudah di ajak untuk menikah begitu saja.
sesampainya di ruangan pribadinya. Josep mengendurkan dasinya dan duduk di singah sananya. laki-laki itu terlihat kesal lewat wajahnya yang memerah dan keringat yang bercucuran.
tidak lupa Josep membuka tiga kancing atas kemejanya menampilkan dada bidangnya. ia terlihat sangat seksi sekarang, terlebih ia di banjiri dengan keringat dan sesekali menggigit bibirnya karena emosi.
wanita mana yang tidak tergila-gila saat melihat Josep? terlebih laki-laki itu sangat handal jika sudah berada di atas ranjang. dengan tubuh kekar nya banyak wanita yang rela di tiduri olehnya namun kali ini ia di tolak secara mentah-mentah oleh satu wanita yaitu Alesia Dallas.
wanita yang baru saja bekerja di perusahaannya dan sudah membuatnya jatuh hati hanya dalam sekali tatap. wanita itu sederhana berbeda dengan wanita lain yang selalu memperhatikan penampilan mereka.
Alesia memakai pakaian yang cukup tertutup berbeda dengan wanita yang berada di sekitarnya yang menggunakan pakaian minim kekurangan bahan. hal itu membuat Josep suka, terlebih pastinya wanita sepertinya menjaga kehormatannya dengan baik.
saat tengah mengacak-acak rambutnya, Hanzo datang membawa makan siangnya. Hanzo melihat pakaian sang bos yang sudah tidak serapi tadi pagi hanya menggeleng.
"Hanzo, " panggil Josep tanpa melihat ke arah laki-laki yang berdiri di hadapannya.
"ya ada apa tuan? " tanya Hanzo cepat.
"bagaimana cara menaklukkan wanita? aku bertanya karena jika gagal dalam Perjanjian surat kontrak. aku ingin mendapatkannya dengan caraku, " tanya Josep dan bertanya kepada Hanzo.
Josep mengangkat wajahnya menatap Josep, terlihat jelas jika laki-laki itu tengah frustasi. Hanzo juga kurang mengerti akan wanita karena ia juga belum pernah berhubungan dengan siapapun.
"aku kurang tahu tuan, sebaiknya kau tanyakan pada nyonya besar sana... dia yang lebih berpengalaman, " jawab Hanzo.
Josep menghela napas kasar. sejujurnya ia tidak mau bertanya kepada sang ibu, sebab ia pasti akan di tertawakan. laki-laki hidung belang sepertinya tidak bisa menaklukkan wanita.
__ADS_1
padahal setiap harinya pasti banyak wanita yang ingin bersamanya. itu semua bukan karena usahanya, mereka hanya melihat tubuh dan harta kekayaan makanya mereka mau dengannya. jika saja ia tidak memiliki harta, meski tampan tidak akan ada wanita yang mau dengannya.
"ck! baiklah kau bisa kembali, " ujar Josep sambil mengusap wajahnya kasar.
Hanzo yang melihat itu sungguh bingung. baru kali ini ia melihat bosnya frustasi hanya karena wanita, bahkan wanita itu belum menjadi miliknya. terlebih ia di tolak mentah-mentah oleh wanita itu.
Hanzo segera meninggalkan ruangan Josep, membiarkan laki-laki itu sendiri. Josep benar-benar kacau. entah sejak kapan ia tidak suka melihat Alesia dekat dengan laki-laki lain bahkan yang paling aneh adalah mereka baru saja kenal.
apakah ia jatuh cinta pada pandangan pertama? namun jika memang begitu mengapa Josep selalu menyangkal hal itu dalam pikirannya? ia hanya kagum kepada Alesia dan ingin memiliki Alesia. apakah ini obsesi ?
entahlah hanya Tuhan yang tau. Josep kembali mengusap wajahnya dengan kasar. ia tidak boleh larut dengan perasaan itu. di hadapannya banyak berkas yang menunggunya untuk di selesaikan.
berbeda dengan Alesia, wanita itu mengerjakan tugasnya dengan happy. sejak ia memasuki perusahaan hanya Carla, Hanzo dan Gibran saja yang me. perlakukan nya selayaknya partner kerja.
Alesia mengerjakan tugasnya dengan baik, hingga tidak sadar sudah cukup banyak berkas yang ia selesaikan. ia juga memakan waktu cukup banyak untuk menyelesaikan itu semua.
hari sudah mulai sore, namun pekerjaannya masih ada. hari ini ia akan lembur bersama dengan direktur yang sangat menyebalkan baginya. melihat berkas yang harus segera di tanda tangani oleh Josep.
Alesia menghela napas sebelum bangkit dan membawa berkas-berkas tersebut ke hadapan Josep. Alesia berdoa agar Josep tidak mengajak menikah seperti siang tadi.
"semoga saja dia tidak melakukan itu lagi, " gumam Alesia tepat di depan pintu ruangan direktur.
sebelum masuk, Alesia mengetuk pintu terlebih dahulu. setelah ada instruksi untuk masuk Alesia baru membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam.
sesampainya Alesia di hadapan Josep. kesan pertama yang ia lihat adalah, pakaian Josep yang berantakan dan tubuh yang berkeringat padahal dalam ruangan tersebut terdapat dua AC sekaligus, mengapa Josep malah berkeringat?
dan juga tubuhnya yang di banjiri keringat membuat Alesia malu, Alesia menelan salivanya dan menaruh berkas tersebut di atas meja Josep. Josep hanya diam, Alesia dapat melihat jika laki-laki itu tengah mode serius dan tidak dapat di ajak bercanda.
Alesia bukannya segera pergi, ia malah berdiam diri di sana sambil menatap Josep yang fokus kepada laptop di hadapannya. jarinya yang besar dan kekar terus bergerak lincah di atas keyboard laptop membuat Alesia terpana pertama kalinya kepada laki-laki itu.
'dia sangat tampan saat tengah serius, ' batin Alesia berbicara.
__ADS_1
Josep yang merasa Alesia tidak kunjung pergi dan malah menatapnya. ia mendongak dan menatap Alesia dengan datar, sore ini ia benar-benar tidak bisa di ganggu. moodnya tengah sangat jelek.
"mengapa kau masih di sini? "