
"Sudah, ini sudah larut sebaiknya kalian tidur besok jangan sampai kesiangan, " Ujar ibu Alesia.
"Siap ibunda ratu hehe, " Jawab Alesia dan Henry bersama, lalu mereka berpencar untuk masuk ke dalam kamar mereka masing-masing.
sesampai di dalam kamar. Alesia segera menyiapkan barang yang akan ia bawa besok. setelah semuanya selesai baru ya beranjak ke atas ranjang single size-nya untuk beristirahat karena hari yang sudah malam.
sedangkan di waktu yang sama tempat yang berbeda, Josep masih bertanya-tanya kepada Arsyla adik perempuan satu-satunya yang ia miliki.
"bagaimana tipe wanita yang kau sukai untuk menjadi pendamping ku? " tanya Josep.
Arsyla yang mendengar itu sempat terkejut, sebab ia tahu jika sang kakak belum mau menikah bahkan waktu lalu ia sempat memberi tahu ciri-ciri wanita yang akan cocok jika bersama kakaknya dan tipe wanita yang ia sukai.
"ada apa kak? apa kau berubah pikiran dan akan menikah? " bukannya menjawab Arsyla justru balik bertanya.
__ADS_1
"tidak sopan jika ada yang bertanya dan di balas pertanyaan, " ujar Josep tidak suka.
Arsyla yang melihat wajah kakaknya berubah, tersenyum pepsodent merasa bersalah dan menjawab pertanyaan dari sang kakak yang sudah menunggu jawabannya.
"tipe wanita yang aku suka adalah, wanita yang sayang dengan keluarganya.... wanita yang sayang dengan keluarganya tidak akan mengkhianati pasangannya nanti, "
"wanita yang lembut dan sopan kepada orang yang baru di temui, wanita yang penurut namun tidak mudah di manfaatkan. wanita yang tegas dan yang paling penting wanita yang sangat menyayangi pasangannya sendiri, "
"Ciri-ciri itu sangat cocok untukmu yang memiliki sifat berkebalikan, jika kau ingin mencari pasangan carilah yang memiliki sifat berkebalikan dengan mu, " jelas Arsyla panjang lebar.
"baiklah, tipe mu sungguh hampir mendekati dengan ideal... aku akan mendengarkan mu," ucap Josep
"oh ya, di mana aku harus mencari wanita seperti itu? " lanjut Josep bertanya dengan bingung.
__ADS_1
sebab ia tidak mengerti akan hal seperti itu, terlebih ia selalu mendapatkan wanita di club dan di luar sana hampir sama seperti wanita club. hal itu juga yang membuatnya enggan untuk menikah.
terlalu banyak wanita yang menjual diri hanya demi mendapatkan bayaran tinggi dan barang-barang yang branded. semenjak melihat itu semua Josep tidak percaya ada wanita yang berkelas dan memiliki harga diri kecuali adik dan ibunya.
Arsyla yang mendengar itu tekekeh, sungguh kakaknya benar-benar lucu saat seperti itu. mencari wanita dimana lagi jika bukan di sekitar kita, atau bahkan bisa berada di perusahaan yang ia tangani sendiri.
"tentu saja di sekitarmu, pasti masih banyak wanita yang menjaga kehormatan mereka dan harga diri mereka sendiri, jangan melihat penampilan luarnya saja namun lihatlah hatinya juga, " ucap Arsyla menjadi bijak.
Josep yang mendengar itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, lalu mengangguk akan jawaban yang di berikan oleh Arsyla.
"baiklah terimakasih atas saran mu, sekarang sudah malam sebaiknya kau tidur, besok kau masih harus sekolah bukan, " sahut Josep.
"ya sama-sama, baiklah aku akan tidur kau boleh pergi sekarang, " jawab Arsyla.
__ADS_1
setelah mengatakan itu Arsyla bersiap untuk tidur, sedangkan Josep segera keluar dari kamar adiknya tidak lupa mematikan lampu kamar sang adik. setelah itu ia berjalan menuju kamarnya sendiri.
"wanita yang berada di sekitar ku? " gumam Josep