
"Lalu apa kau menerimanya? " Tanya Hanzo.
"Tentu saja tidak! Aku akan menikah sekali seumur hidupku dan aku akan menikah dengan orang yang aku cintai. Bukan menikah hanya untuk menjadi penyewa rahim, dia pikir aku tidak punya harga diri?! Aiss, " Jawab Alesia cepat sambil memaki karena kesal.
Hanzo yang melihat itu hanya terkekeh, kasihan sekali bosnya ini. Di tolak bahkan di maki oleh bawahannya sendiri. Sungguh menarik.
"sudahlah, sebaiknya kau lanjutkan kerjaanmu... aku ingin melapor kepada direktur lebih dulu, " cetus Hanzo setelah lama diam memperhatikan Alesia yang mendumel.
Alesia yang mendengar itu menoleh ke arah Hanzo dan mengangguk. ia juga tidak mungkin terus mendumel sedangkan pekerjaannya sangat banyak. terlebih ini hari pertamanya kerja.
"baiklah, aku akan melanjutkan pekerjaan ku... kau pergilah, " sahut Alesia dan di angguki oleh Hanzo.
lalu Hanzo segera pergi dari ruangan Alesia dan segera menuju ruangan atasannya. ia sudah membuat janji pada kantor sipil jika besok Josep akan pergi berkunjung ke sana secara langsung.
Hanzo masuk ke dalam ruangan Josep. auranya berbeda dari saat ia pergi, terlihat laki-laki itu kesal namun tetap menampilkan senyum miringnya yang menandakan jika ia memiliki rencana.
"tuan, aku sudah membuat janji pada kantor sipil... kau besok bisa ke sana untuk mengurus semuanya, " lapor Hanzo tepat setelah berhadapan dengan Josep.
Josep yang mendengar itu tersenyum, rencana awalnya sudah berhasil hanya tinggal menghampiri orang tua Alesia dan bernegosiasi dengan Alesia lagi.
tentu saja negosiasi itu akan menguntungkan kedua belah pihak, Alesia akan mendapatkan hidup yang enak begitu juga dengan keluarganya sedangkan Josep akan mendapatkan satu atau dua anak dari Alesia.
"bagus, oh sebelum kau pergi buatlah berkas kontrak pernikahan... perjanjiannya seperti yang aku tulis di kertas itu, " perintah Josep.
Hanzo yang hanya bawahan hanya bisa menggeleng dengan aksi gila sang bosnya. laki-laki itu mengambil selembar kertas yang sudah berisi 5 perjanjian di dalamnya.
Hanzo sedikit membaca perjanjian itu, dan benar saja perjanjian itu sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak. namun masalahnya cuma satu, apakah Alesia akan menerima kontrak tersebut atau justru sebaliknya seperti yang di lakukan Alesia tadi.
setelah menerima perintah itu Hanzo segera keluar dari ruangan Josep dan menuju ke ruangan nya berada. sedangkan Josep yang di tinggal sendiri tersenyum sambil memikirkan waktu yang tepat untuk datang ke rumah Alesia meminta persetujuan untuk menikahi Alesia.
__ADS_1
Hanzo yang baru saja keluar dari ruangan sang bos, melihat Alesia yang sangat fokus dengan laptop dan berkas yang ada di hadapannya saat ia lewat di depan ruangan Alesia yang sedikit terbuka pintunya.
Hanzo tidak peduli dan segera ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya. sedangkan Alesia yang tengah fokus dengan berkas yang ada di hadapannya tidak sadar jika Hanzo sempat memperhatikannya.
"huh berkasnya sangat banyak, " keluh Alesia setelah menyelesaikan beberapa berkas.
di samping mejanya masih terdapat banyak berkas hingga membuatnya pusing sendiri, terlebih berkas itu harus di selesaikan hari ini juga. sebentar lagi waktunya untuk makan siang.
namun karena masih ada waktu yang tersisa, Alesia memilih untuk menyelesaikan berkas yang ada di tangannya. hingga ia hampir melewatkan makan siangnya jika Carla salah satu resepsionis yang membantunya saat interview tidak datang.
Carla tahu jika Alesia di terima bekerja. ia senang mendengar kabar itu dan maka dari itu ia akan membantu Alesia beradaptasi dengan lingkungan perusahaan sambil mengajak wanita itu makan siang.
"siang Alesia! " sapa Carla tepat setelah ia berdiri di hadapan Alesia yang tengah fokus dengan laptop.
Alesia yang fokus tidak menyadari kehadiran Carla, membuat wanita itu terlonjak terkejut dengan sapaan Carla yang baru saja sampai.
"e-eh Carla, selamat siang juga! " sapa balik Alesia dan segera berdiri membuat Carla terkekeh lucu.
Alesia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. sekarang ia sedikit malu dengan kedatangan Carla dengan keadaan mejanya yang sangat berantakan dan dirinya yang terlihat sangat kelelahan.
"hehe tidak, ada apa kau datang kemari? " jawab Alesia balik bertanya.
"sudah waktunya makan siang, aku ke sini ingin mengajakmu sekalian membantumu beradaptasi di sini... apa kau mau? " jelas Carla akan tujuannya dan bertanya.
Alesia langsung melihat ke jam saat Carla membahas tentang makan siang. lalu setelah melihat jam ia menepuk pelan keningnya sendiri, sungguh saking fokusnya dengan berkas yang di berikan ia sampai hampir meninggalkan jam makan siangnya.
"a-ah, baiklah aku ikut... maaf merepotkan mu, " ucap Alesia segera merapikan diri dan berjalan keluar bersama Carla.
"tidak masalah, " sahut Carla senang.
__ADS_1
tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka sampai di kantin perusahaan. perusahaan memberikan makanan gratis pada karyawan yang ada untuk makan siang.
sudah sangat jarang perusahaan besar melakukan itu. Alesia melihat kantin yang sangat besar itu terpana, dengan bantuan Carla ia bisa merasa lebih aman saat mengambil makan siangnya.
karena sejak ia turun dari lift, banyak pasang mata yang melihatnya dengan tatapan sinis, mengejek dan tidak suka. Alesia sadar akan itu mungkin karena hari pertama ia bekerja sudah dapat dekat dengan salah satu laki-laki idaman di perusahaan siapa lagi jika bukan Hanzo.
selama Carla berada di samping Alesia. wanita itu terus berucap kepada Alesia untuk mengabaikan orang-orang itu. setelah mendapatkan makan mereka masing-masing.
mereka berdua segera menuju meja yang masih kosong. di perusahaan ini Carla juga banyak yang tidak menyukainya hanya karena wanita itu cantik dan di sukai oleh banyak laki-laki idaman di perusahaan.
saat mereka sudah mendapatkan meja, laki-laki berkacamata menghampiri mereka dan meminta izin untuk duduk bersama. laki-laki itu adalah teman dekat Carla laki-laki yang hanya dapat dengan Carla hanya dia.
"bolehkah aku bergabung dengan kalian? " tanya laki-laki malu-malu.
Carla yang melihat itu tersenyum, lalu menarik pelan lengan laki-laki itu duduk di sampingnya membuat laki-laki itu tersipu malu dan duduk di samping Carla.
"oh ya, Gibran... kenalkan ini Alesia sekertaris direktur kita yang baru, dan Alesia ini Gibran teman dekat ku dari divisi keuangan, " ucap Carla memperkenalkannya mereka berdua.
Alesia tersenyum lalu menjabat tangan Gibran yang terlihat malu-malu, begitu juga dengan Gibran menjabat tangan Alesia.
"Alesia, "
"Gibran, "
Carla yang melihat mereka berdua sudah saling mengenal lalu segera mengajak mereka untuk memakan makanan mereka karena waktu makan siang tidak begitu banyak.
"baiklah karena kalian sudah saling kenal, mari kita makan, " ujar Carla dandi angguki kedua orang itu.
mereka makan sambil mengobrol. hanya dengan sesaat Alesia dan Gibran sudah akrab, karena pada dasarnya Alesia memang memiliki sifat yang humble jadi mudah bergaul dengan siapapun.
__ADS_1
tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka. tidak lebih tepatnya kepada Alesia, orang itu merasa geram karena Alesia lebih akrab dengan laki-laki lain timbang dengan dirinya.
karena tidak mau berlama-lama melihat adegan itu, laki-laki itu segera meninggalkan tempat itu membuat Hanzo yang berada di belakangnya kebingungan. sebab ia bilang akan makan siang di kantin perusahaan, sangat jarang laki-laki itu mau makan di sana. namun saat melihat Alesia, Hanzo mengerti mengapa sang bos langsung pergi begitu saja.