TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA

TERTAWAN CINTA SANG PENGUASA
BAB 41


__ADS_3

"Sintia, " panggil laki-laki itu dengan suara parau.


Sintia Ibu Alesia yang merasa di panggil oleh suara yang sangat ia kenali terdiam. terpaku meyakinkan dirinya jika suara itu bukan orang yang tengah ia bayangkan sekarang.


dengan kaku ibu Alesia memutar tubuhnya melihat siapa yang memanggilnya. betapa terkejutnya ia ketika melihat siapa yang sudah memanggilnya.


seorang laki-laki yang sangat ia kenali tengah duduk di atas kursi roda menatapnya dengan tatapan rasa bersalah. ibu Alesia menggeleng tidak percaya, namun saat di panggil kembali ibu Alesia tersadar.


"Sintia ini aku, aku merindukanmu, " ucap laki-laki itu siapa lagi jika bukan mantan suaminya.


ibu Alesia tersenyum kecut lalu menggeleng. tanpa basa-basi lagi ia segera pergi meninggalkan tempat itu untuk menenangkan dirinya dan agar laki-laki itu segera pergi dari rumahnya.


"Sintia tunggu! " teriak laki-laki itu namun tidak di gubris oleh ibu Alesia.


laki-laki itu yang tidak lain adalah ayah Alesia terdiam. ia tahu kesalahannya, jadi ia sudah siap dengan hal ini. ayah Alesia yang merasa tidak di inginkan kehadirannya menyuruh anak buahnya untuk membawa dirinya pergi dari sana.


"Jean bawa aku pergi... kita datang lagi lain waktu, " ujar laki-laki paru baya itu.

__ADS_1


"baik, " jawan Jean selaku bodyguard nya.


setelah kepergian ayah Alesia, Sintia ibu Alesia keluar dari kamar dan memperhatikan kepergian mantan suaminya dari balik jendela. sesungguhnya ia juga merindukan laki-laki itu, namun kesalahan laki-laki itu tidak bisa ia maafkan.


setelah ayah Alesia benar-benar pergi. ibu Alesia merasa terpuruk, wanita itu merosot di dinding sambil menangis. sungguh kenyataan yang pahit bagi hidupnya dan kehidupan anaknya.


"aku berharap mereka belum bertemu dengan anak-anak ku, " gumam ibu Alesia di balik tangisnya.


sedangkan di satu sisi. Alesia yang baru sampai di tempat kerjanya merasa bersyukur karena tidak datang terlambat. sesampainya di depan gedung perusahaan, Alesia segera masuk dan langsung menuju ke lantai tempatnya bekerja.


Alesia yang penasaran menghampiri ruang kerja Hanzo dan bertanya kepada laki-laki yang terlihat bekerja dengan santai tidak seperti biasanya yang terburu-buru.


"Hanzo, tumben sekali kau datang siang? dan juga kau bekerja dengan sangat santai ada apa? " tanya Alesia mengintip dari balik pintu ruangan Hanzo.


Hanzo yang merasa terpanggil menoleh dan sedikit tertawa melihat tingkah lucu Alesia yang mengintip. sebelum menjawab pertanyaan dari wanita itu Hanzo menyuruh Alesia untuk masuk terlebih dahulu.


"masuk saja, jangan seperti itu, " ucap Hanzo.

__ADS_1


Alesia menurut ia langsung masuk ke dalam dan duduk di hadapan Hanzo. padahal Alesia belum memasuki ruangannya sama sekali. terbukti dengan tas yang masih ia genggam di tangannya.


"bos tidak datang hari ini, jadi pekerjaan ku cukup santai tidak terlalu terburu-buru, " ucap Hanzo menjawab pertanyaan dari Alesia.


"ouhh bos tidak datang...., " ucap Alesia sambil manggut-manggut.


"eh, kenapa dia tidak datang? tumben sekali? padahal kan masih banyak berkas yang harus dia tanda tangani, " tanya Alesia lagi sambil bermonolog.


"haha, tentu saja kau tidak tahu... sudah kebiasaan bos jika sedang ada masalah pasti minum hingga mabuk dan berakhir tidak masuk bekerja, " jelas Hanzo sambil sedikit tertawa.


Alesia bingung dengan penjelasan Hanzo. Josep sedang ada masalah? kemarin laki-laki itu terlihat baik-baik saja. lalu kenapa i sekarang memiliki masalah? hal itu membuat Alesia berpikir keras di dalam ruangan Hanzo. sedangkan Hanzo kembali fokus dengan pekerjaannya.


💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘💘


...MY LOVE FROM THE BLUE SEA BY KISSS...


__ADS_1


__ADS_2