The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 21 Apakah Aku Adalah Laki-Laki Yang Tidak Memiliki Moral Menurutmu?


__ADS_3

Semua uneg-uneg yang berada di hati Violet di keluarkan dengan emosi dan air mata olehnya, Clara yang berada di sosok gadis itu hanya bisa menemaninya di samping dan mendukungnya.


"Sudahlah Violet, aku tau kamu memang perempuan yang baik hanya saja orang-orang salah paham tentang itu,"


"Dan jika kamu terus memikirkan ini hanya membuatmu semakin merasakan sakit hati jadi tenangkan diri saja," ucap Clara sambil menuangkan teh ke cangkir yang di antarkan pelayan beberapa menit yang lalu ke dalam ruangan tersebut


Dain kemudian menatap Clara memberikan tatapan isyarat kalau dia akan pergi ke luar dari ruangan supaya ada ruang untuk sesama perempuan dalam berbicara dan menenangkan Violet, Clara hanya menjawab dengan anggukan setuju karena tidak ada yang bisa di lakukan oleh Dain jika berada di dalam ruangan bersama mereka berdua oleh sebab itu Clara setuju saja supaya Dain keluar dari ruangan, walaupun dia adalah pemilik mansion.


Setelah Dain keluar ruangan Violet menangis semakin menjadi-jadi di dalam pelukan Clara. Dia menangis karena sangat kecewa kepada sosok laki-laki yang telah lama dia temani sejak kecil hingga saat ini, tetapi tidak pernah terbalaskan perasaannya bahkan ketika dia bercerita tentang sosok gadis yang dia sukai dan dirinya terluka, Violet masih tetap ingin mendengarkan ceritanya.


Clara tentu paham dengan yang dirasakan oleh Violet jika seandainya dirinya berada di posisi yang sama seperti Violet mungkin dia akan merasakan sakit seperti itu. Oleh karena itu Clara akan berusaha yang terbaik untuk menenangkan perasaan milik Violet saat ini, walaupun itu sulit untuk di lepaskan.


Violet menangis menjadi-jadi hingga berjam-jam dan air matanya telah kering dan teh telah habis lima cangkir di minum. Ketika Violet telah tenang, dia duduk dan menenangkan dirinya sampai akhirnya dia tertidur dan Duke masuk ke dalam ruangan tidak lama dari itu dengan tatapan yang menurut Clara sangat aneh untuk di lihat seperti orang yang cemburu, tapi juga itu tatapan yang dingin menurut Clara.


"Sepertinya sangat melelahkan untukmu mengurus seorang gadis dewasa, tetapi bersikap atau memiliki kelakuan seperti anak kecil,"


"Bahkan sepertinya pakaianmu sampai basah air mata, tetapi bukankah kamu terlalu perhatian kepada temanmu dibandingkan dengan tunanganmu,"


"Clara Fragrante," ucap Dain dengan nada yang menggoda dan tatapan yang dingin sambil berjalan mendekat ke arah Clara hingga jarak keduanya hanya tersisa lima centimeter


Clara sontak terkejut melihat jarak yang sangat dekat antar wajahnya dengan duke, dia ingin menghindar tetapi dia tidak bisa melakukan itu, karena Violet tertidur di bahunya dan jika dia bergerak mungkin bisa membuat sosok gadis yang tidur terbangun dan melihat apa yang sedang terjadi.

__ADS_1


"Tuan Du-"


"Sepertinya kamu lupa ya Clara, kalau aku memintamu untuk memanggilku dengan nama," Ucap Dain dengan memotong ucapan dari Clara yang saat ini membuat Clara benar-benar terpojok tidak bisa melakukan apapun hanya bisa menutup matanya yang dilakukan olehnya


Dain kemudian memberikan isyarat kepada pengawal dengan gerakan tangan yang berada di depan pintu untuk membawa Violet ke kamar miliknya yang telah di sediakan khusus saat berkunjung. Clara pada saat itu masih duduk dengan mata tertutup, bibirnya di tutup oleh telapak tangan milik Dain dan bibirnya Dain mencium punggung tangan miliknya.


Clara yang merasakan tangan milik seseorang di tutup dengan telapak tangan langsung membuka matanya dan terkejut dengan Duke yang sedang melakukan ciuman tidak langsung kepadanya dengan kedua mata yang saling bertemu wajah Clara langsung memerah sedangkan laki-laki yang berada di depannya terlihat sangat puas karena tunangannya saat ini terlihat memerah dan malu.


"Kamu... kamu..."


"Kamu keterlaluan,"


"Bagaimana bisa kamu mencium seseorang tanpa izin dari gadis tersebut?" ucap Clara dengan terbata-bata dan wajah yang telah memerah seperti tomat


"Memangnya aku menciummu? Tapi jelas sekali bibir kita tidak bersentuhan," ucap Dain dengan senyuman dan duduk di samping Clara


Clara terdiam kemudian berdiri dan kabur dari ruangan itu seolah-olah dia telah melakukan hal yang memalukan, karena tidak bisa berpikir dengan jernih atas perilaku sosok Tunangannya yang aneh dimatanya.


Tidak lama kemudian sesosok laki-laki berkacamata datang dengan tumpukan dokumen yang berada di tangannya ke dalam ruangan itu setelah melihat sosok Clara telah pergi meninggalkan ruangan.


"Dain, apa yang kamu lakukan kepada putri keluarga Earl Fragrante hingga wajahnya barusan memerah saat keluar dari ruangan ini?"

__ADS_1


"Kamu tidak melakukan hal yang diluar batas bukan? Kamu harus ingat kamu baru menjadi tunangannya," ucap sosok laki-laki itu dengan tatapan tajam sambil membenarkan kacamatanya yang dirasanya saat ini turun dari posisi seharusnya


"Apakah aku adalah laki-laki yang tidak memiliki moral menurutmu? Aku tau batasannya dan tunanganku sepertinya semakin menarik," ucap Dain dengan senyuman tipis


"Siapa tau bukan? Kamu pernah ditolak bisa saja kamu melakukan hal gila,"


"Ah iya, ada hal penting yang harus dilaporkan,"


"Baru-baru dapat sebuah berita kalau ada orang yang diam-diam memanipulasi para prajurit perbatasan dengan sihir hitam dengan bukti tatapan mata mereka kosong saat melakukan penyerangan kepada sesama mereka,"


"Kasus ini harus segera kita selidiki sebelum ada dari penjagaan internal rusak," ucap laki-laki itu sambil menyerahkan dokumen kepada Dain


Setelah mendengarkan cerita dan mengambil dokumen yang diberikan dari laki-laki berkacamata itu ekspresi wajah Dain seketika langsung berubah menjadi dingin dan kejam sangat cepat perubahan itu terjadi ketika Dain menerima pekerjaan seperti yang dirumorkan seorang yang tidak punya hati.


"Carl, segera perintahkan semua kesatria khusus untuk ikut dalam penyelidikan bersamaku," ucap Dain dengan tatapan dingin ke arah sosok laki-laki berkacamata itu kemudian di jawab dengan tundukan kepala mengerti


Disisi lain Clara telah pulang ke rumahnya, karena dia merasa tidak akan tahan menatap sosok laki-laki yang tiba-tiba memiliki mood untuk menjahilinya seperti itu tanpa izin atau pamitan pulang kepada Dain sang pemilik rumah.


Setelah sampai Clara bahkan masih berlari menuju ke kamarnya, semua pelayan melihat dengan tatapan kebingungan melihat sang nona pulang-pulang dari kediaman Duke malah seperti kemasukan sesuatu.


Sampai dua bulan kemudian telah berlalu dan hari yang besar telah tiba menantikan keduanya, yaitu pesta pengumuman pertunangan antara dirinya dan orang yang pernah dia kagumi di masa lalu saat ini akan menjadi tunangannya di depan publik. Pesta pertunangan yang diadakan sangat mewah dan megah itu menjadi perbincangan dan perhatian dari semua kalangan bangsawan.

__ADS_1


"Clara, apakah kamu sudah siap?


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2