The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 60 The Duke's Only Beloved Fiancé End


__ADS_3

Clara menghela nafasnya kemudian menyimpan surat yang ingin dia kirimkan ke dalam laci meja, karena tidak tau harus mengirimkan ke mana surat itu. Clara kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan setumpuk kertas dokumen yang harus di periksa dan ditandatangani.


Beberapa hari berlalu di sebuah mansion yang besarnya hampir sebesar istana, seorang gadis membanting pintu yang tidak bersalah di sebuah ruangan yang gadis tersebut dan melangkah masuk ke dalam ruangan tersebut.


"Dain, kenapa kamu masih berada di dalam ruangan kerjamu setiap hari? Kenapa tidak pergi bersama tunanganmu? Kamu juga tau bukan menyia-nyiakan gadis yang begitu baik untuk jauh dari keluarga kita tidak baik," ucap sosok gadis itu sambil meninju meja milik Dain yang tidak bersalah


Dain yang melihat tingkah gadis di depannya hanya bisa menghela nafas panjang dan mengelap dahinya yang tidak berkeringat sama sekali, kemudian melanjutkan pekerjaannya dengan segudang kertas di atas meja.


"Woy, Dain kamu mendengarkan aku apa tidak? Dengarkan sepupumu berbicara," ucap sang gadis dengan tatapan kesal kepada sosok laki-laki yang berada di depannya


"Aku mendengarkan Violet, hanya saja aku sedang berpikir bagaimana bisa sosok seorang putri keluarga kerajaan begitu kasar kepada benda mati yang tidak memiliki salah sama sekali, tetapi di pukul dan dibanting," ucap Dain dengan tatapan dingin dan tidak bersalah berucap seperti itu kepada sosok gadis itu


Violet langsung melemparkan sebuah belati dan di tangkap dengan dua jari oleh Dain yang ada di dengan sangat cepat, membuat Violet semakin kesal kepada sosok laki-laki yang bermuka datar yang sangat fokus kepada pekerjaannya itu.

__ADS_1


"Temui Clara, aku sangat suka berteman dengan gadis yang menggemaskan itu Dain," ucap Violet berkali-kali sambil menggoyangkan tubuh sosok laki-laki itu hingga tidak fokus melakukan pekerjaannya


"Violet, kamu sudah memiliki tunangan jadi bisakah kamu bermain dengannya saja dan kenapa kamu sangat suka memaksa aku dengan gadis itu? Kamu tau bahkan gadis itu tidak terlihat seperti menyukai aku," ucap Dain yang menoleh ke arah gadis yang berada di belakangnya kini menggoyangkan tubuhnya


"Itu ya, butuh alasan? Aku merasakan perasaan dekat dan familiar, tetapi aku tidak pernah ingat kenapa aku memiliki perasaan seperti itu dan juga Edel merasakan hal yang sama,"


"Aneh bukan?" ucap Violet dengan tatapan serius ke arah sosok laki-laki yang menoleh ke arahnya


Dain langsung berpikir kenapa dia, Violet dan Edel merasakan hal yang sama terhadap sosok gadis yang baru dia temui pertama kali. Merasa ada yang mengganjal dan aneh dengan hal ini Dain dengan cepat bangkit dari kursinya dan berlari keluar ruangan kerjanya untuk menemui sosok gadis yang membuatnya terus teringat dengan hal familiar untuk memastikan sesuatu.


"Clara, maafkan aku datang tiba-tiba ke mansion keluarga duke tanpa pemberitahuan,"


"Tetapi aku ingin menawarkan dirimu, apakah kamu menjadi tunanganku? Karena aku merasa sangat tidak asing setiap pertemuan kita dan kita seolah sudah sangat dekat,"

__ADS_1


"Aku tau ini terdengar blak-blakan tapi tolong pertimbangkan dengan cepat," ucap Dain yang langsung berlutut di hadapan Clara dengan bunga mawar dengan tatapan yang sangat serius di hadapan banyak pelayan


Clara yang melihat ini tiba-tiba saja merasakan jantungnya berdetak dengan sangat cepat dan suhu tubuhnya menjadi naik sangat cepat melihat sosok laki-laki yang tiba-tiba datang begitu saja dan malah menawarkan pertunangan kepada dirinya.


"Aku berjanji akan menjadikan dirimu satu-satunya orang yang paling bahagia di dunia ini,"


"Tolong terima aku," ucap Dain lagi dengan tatapan sangat serius ke arah sosok gadis itu


Ucapan dari Dain membuat air mata Clara menetes tanpa tau penyebabnya, kemudian dia mengangguk setuju karena dia merasa hal yang sama pada saat bertemu dengan sosok laki-laki itu. Tidak ada keraguan lagi untuk keduanya mengulur waktu dalam melakukan hubungan ke jenjang pertunangan.


"Ya, aku mau,"


The Duke's Only Beloved Fiancé

__ADS_1


...End...


Masih ada special bab besok, jangan lupa untuk di nantikan ya 😉


__ADS_2