
Dain memandangi Clara sesaat sebelum keluar dari ruangan setelah puas menatap gadis itu Dain keluar dari kamar Clara dan berjalan menuju ke ruang tamu untuk membahas masalah kasus pembunuhan yang terjadi terhadap kepala keluarga Earl Fragrante dan kemungkinan keterlibatan kuil suci dengan masalah tersebut.
Ekspresi saat Dain memasuki ruangan dengan Clara dan tidak bersama dengan Clara sangat berbeda, kali ini mereka sebagai para pemimpin atau calon pemimpin negeri serius dalam mempertimbangkan masa depan sebuah negeri dan puluhan juta jiwa di setiap negerinya.
"Bagaimana dengan penyelidikannya? Tapi aku yakin anak-anak di negeri Timur Tengah adalah paling banyak ditangkap karena banyak anak-anak di negeriku yang sangat belum mampu atau miskin, walaupun terlihat sangat mampu dan damai di alun-alun kota kami,"
"Aku juga ada mendengar akhir-akhir ini ada perdagangan budak lagi, aku telah mengirim pasukan untuk mencarinya, tapi hasilnya nihil sama sekali tidak bisa kami temukan" ucap Seyyal dengan tatapan kesal dengan keadaannya yang tidak berdaya
"Sedikit menambahkan ucapan kakakku kalau ada rumor orang-orang dengan pakaian khas barat, dan orang-orang itu adalah pembeli budak terbanyak hingga menjadi banyak yang melakukan penangkapan anak kecil," ucap Rumman dengan menggenggam tangan Seyyal untuk membuat kekesalan kakaknya hilang dan kembali tenang
Setelah mendengarkan informasi yang di dapatkan semua orang jadi merenung dan berpikir tindakan seperti apa yang akan mereka lakukan dengan informasi yang terbatas ini. Alasan kenapa kuil suci harus membunuh pemimpin keluarga Earl Fragrante yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kuil suci juga terjadi dan langkah apa yang akan mereka ambil semuanya mereka pikirkan masing-masing dengan tenggelam di dalam pemikiran mereka.
Di sisi lain, terdapat sebuah bangunan putih besar dengan banyak orang-orang berpakaian putih bergaris emas di dalam sebuah ruangan bersama seorang gadis dan anak-anak kecil yang tangannya di ikat terduduk di lantai dengan perasaan ketakutan.
"Apakah kalian menyelesaikan pekerjaan dengan baik?" ucap seorang laki-laki paruh baya dengan tatapan dingin ke arah para bawahannya yang membawa anak-anak kecil itu ke hadapannya
"Ya, kami mengerjakan tanpa ada yang melihat dan jika kesepakatannya selesai kita bisa mendirikan kuil suci di tempat itu," ucap salah satu bawahannya dengan senyuman karena berhasil memenuhi tanggung jawabnya
Tidak lama kemudian darah menetes begitu saja dari tubuh bawahannya dan rasa sakit sudah mulai dirasakan oleh sosok bawahannya, pada saat bawahannya itu melihat dia tidak menyangka kalau sebuah pedang ditusuk melalui punggungnya dari belakang oleh sesosok laki-laki yang terlihat seumuran dengan gadis yang duduk di sebelah laki-laki paruh baya. Dengan kejam tanpa ada perasaan kasihan ataupun penyesalan sama sekali di depan anak-anak yang mereka culik dengan perasaan ketakutan.
__ADS_1
"Kerja bagus, singkirkan mayat laki-laki itu di tempat yang sulit ditemukan dan hilangkan semua barang bukti,"
"Kemudian bawa dua anak dari semua anak yang ada di sini untuk dibawa ke ruangan altar sisanya masukan ke penjara bawa tanah," ucap laki-laki paruh baya itu dengan tatapan dingin dan aura yang gelap
"Yang mulia Hazami,"
"Semuanya telah sesuai dengan yang direncanakan hanya tinggal dijalankan sesuai dengan keinginan anda maka saya yakin kita bisa merebut kembali posisi yang setara dengan kerajaan bahkan lebih," ucap laki-laki paruh baya itu dengan seringai dan aura gelap
"Bagus, teruskan dan setelah ini pasti kita berada kembali ke posisi sebelumnya seperti Gadis Suci terdahulu," ucap gadis yang di panggil yang mulia itu dengan tatapan dingin sambil mengarahkan sihirnya menyerang seekor burung yang terlihat berada di dekat dengan jendela
Tidak jauh dari bangunan putih yang besar terlihat ada seorang sosok laki-laki bertudung dengan tersenyum.
"Sepertinya akan ada hal yang menarik lagi akan terjadi di sini,"
"Tapi ini sudah di prediksi sesuai dengan roda takdir yang berputar," ucap seorang laki-laki sambil menyeringai kemudian menghilang tiba-tiba
Clara yang berada di dalam kamar tiba-tiba terbangun dan tiba-tiba sudah telah sore hari, dia tidak menyangka bisa bermimpi hal buruk lagi dan kali ini adalah mimpi yang berbeda.
"Gadis itu... dan siapa laki-laki bertudung memegang jam saku itu dengan penuh senyuman,"
__ADS_1
"Laki-laki itu menatap seolah-olah dia telah mengetahui akhir ini, tapi apa memang itu hanya sekedar mimpi?" Gumam Clara sambil menatap ke luar jendela menatap matahari yang akan segera tenggelam
Clara mengesampingkan mimpinya dulu, karena dia baru ingat kalau dia tiba-tiba pingsan setelah merasa ada sesuatu yang menusuk dan membuatnya tidak sadarkan diri. Clara berjalan menyusuri lorong dan melihat pintu ruang tamu yang terbuka kecil, terlihat di sana teman-temannya masih berada di dalam ruangan tersebut sangat serius.
Clara mendekat ke arah pintu dan mencoba membuka pintu lebih lebar dan masuk ke dalam ruangan, tetapi pada saat dia ingin membuka pintu Clara terkejut karena teman-temannya di dalam ruangan berbicara mengenai kuil suci dan tidak sengaja dia mendengarkan fakta kemungkinan tentang kematian ayahnya yang ada hubungannya dengan kuil suci. Clara yang mendengarkan itu langsung pergi meninggalkan ruangan dan menuju ke kamarnya sebelum teman-temannya sadar kalau Clara menguping pembicaraan mereka di ruang tamu.
"Sudah sore ya, seharusnya efek dari jarum yang membuat Clara pingsan sudah membuatnya kembali normal,"
"Jadi kita harus mengecek keadaannya dan menghentikan pembicaraan ini untuk sementara," ucap Xiang yang menoleh ke arah keluar jendela
Violet dan Seyyal mengajukan diri untuk melihat keadaan Clara yang berada di kamar, di jawab dengan anggukan oleh Dain yang mengizinkan karena dia adalah tunangan Clara ketika kedua gadis itu sudah keluar dari ruangan dan menyisihkan keempat laki-laki di dalam ruangan yang tersebut dan seketika ruangan itu menjadi sunyi canggung hingga beberapa menit.
"Suasana ruangan jadi sunyi tanpa para perempuan ya,"
"Karena hanya ada laki-laki di dalam ruangan ini bagaimana kalau kita berbicara tentang para perempuan," ucap Rumman yang mulai membuka topik pembicaraan dengan senyuman bangga mengingat dirinya adalah pangeran yang cukup populer di kalangan para gadis bangsawan
"Aku tidak tertarik berbicara perempuan lain selain tunanganku, tapi kalau ingin meminta saran aku tidak masalah,"
"Dain, tidak ada yang akan meminta saran kepadamu,"
__ADS_1
"Aku yakin tidak ada,"
The Duke's Only Beloved Fiancé