
Setelah Clara melihat semua hal aneh itu, tiba-tiba saja pandangannya jadi gelap dan dia terbangun dan terlihat langit-langit kamar tempat dia tidur saat ini. Clara merasa bersyukur kalau itu semua yang dia lihat itu adalah mimpi, akan tetapi dia tidak mengerti kenapa dia merasa bersyukur kalau itu semua hanyalah mimpi. Akan tetapi yang pasti Clara saat ini merasakan air matanya mengalir, tanpa sebab yang pasti.
"Mungkin aku banyak berpikir, kelelahan dan khawatir hingga mimpi buruk yang tidak jelas datang kepadaku," Gumam Clara yang tidak lama kemudian para pelayan datang untuk mempersiapkan Clara berpakaian dan lain-lain
Walaupun Clara berada di dalam istana kerajaan, Clara tidak sarapan dengan keluarga kerajaan tetapi dia sarapan dengan tamu dari kerajaan negeri lain yang merupakan teman-temannya dan tunangannya yang telah menunggunya di depan pintu saat ini.
"Maaf membuatmu menunggu lama di depan pintu," ucap Clara yang membuka pintu besar kamarnya terlihat di sana ada Dain yang sedang menunggu di depan
"Tidak masalah, aku kurang kerjaan jadinya aku datang ke sini untuk menunggu dirimu," ucap Dain sambil tersenyum ke arah Clara sambil mengulurkan tangannya
Clara tentu tau saat ini dia adalah tunangan Dain yang berarti pegangan tangan adalah hal yang harus dibiasakan, jadi di pegangnya tangan milik Dain yang terulur kepadanya. Keduanya berjalan menyelusuri lorong ke ruang makan, tapi tidak terduga di depan pintu ruang makan Clara dan Dain mendengarkan panggilan dari seseorang yang Clara sangat kenal.
"Tupai kecil, aku tidak menyangka kalau kamu juga baru ingin masuk ke ruang makan,"
"Kalau bukan adikku, yang merepotkan aku sudah berada di ruang makan dan tidak membuat kalian ikut menunggu lama," ucap gadis itu menatap sosok laki-laki di belakangnya dengan tatapan tajam dan dingin sedangkan laki-laki di belakang Clara terlihat seperti merinding karena ditatap tajam dan dingin olehnya Clara
__ADS_1
"Seyyal, tidak apa-apa,"
"Kami juga baru mau masuk ke dalam ruangan makan dan jangan memarahi adikmu karena dia mungkin masih muda jadi wajar saja dia sering bermain-main," ucap Clara sambil tersenyum ke arah Seyyal dan sosok laki-laki di belakangnya
Walaupun Clara tersenyum kepada sosok laki-laki dibelakang Seyyal, tetapi laki-laki itu merasa merinding atau sedikit ketakutan karena sosok yang berada di belakang Clara tersenyum dengan senyuman menyeramkan dan aura yang menyeramkan di matanya hingga sosok laki-laki itu harus terus tersenyum walaupun terpaksa.
Clara yang tidak tau apa-apa kemudian membuka pintu besar ruang makan itu, terlihat di sana telah ada beberapa tamu penting yang menetap di kerajaan atas izin dari raja dan ratu tidak terkecuali dari kuil, karena jaraknya sangat jauh dari kerajaan jika menggunakan kereta kuda bisa menghabiskan waktu perjalanan dua Minggu karena itu ratu dan raja mengizinkannya.
Sudah sangat jelas jika sosok yang akan menatap Gadis Suci dengan tatapan tajam dan membunuh adalah Violet, karena dia sangat tidak suka dengan gadis yang menggoda orang-orang dengan kepolosannya, tetapi di saat yang sama dia juga tidak bisa melakukan hal yang tidak layak di lihat bangsawan, sebab dia adalah tamu dari luar negeri jadi akan sangat buruk untuknya jika berita tentangnya di dengar oleh keluarganya berada di negeri sebelah.
Mereka duduk di satu baris dan jarak yang jauh dari posisi depan, padahal kursi di depan mereka masih kosong tetapi mereka tidak ingin duduk di sana. Clara yang melihat sudah tau alasan kenapa mereka tidak ingin duduk di sana karena ada sosok yang menurut mereka cukup menyebalkan dan membuat tekanan darah mereka naik dan tidak bernafsu makan di depan kursi di depan sana.
Semua telah duduk dan semua kursi telah terisi penuh maka mereka memulai untuk makan bersama dengan menu makanan yang berbeda sesuai dengan asal mereka tinggal dengan tujuan untuk memudahkan para tamu menikmati makanan yang mungkin tidak bisa makan di negeri orang, akan tetapi itu hanya berlaku di istana kerajaan jika mereka makan di restoran hanya bisa memesan sesuai yang telah di sediakan oleh menu dari restoran.
"Clara, nanti kalau ada waktu datang ke negeri timur, disana ada lebih banyak tempat yang indah dibandingkan kota yang menjadi tempat tinggal orang-orang timur di sini," ucap Xiang yang bermaksud untuk mengajak Clara berbicara karena sejak tadi hanya fokus kepada pasangannya yang sedang menyuapi dirinya makanan
__ADS_1
Sesaat Clara ingin menjawab pertanyaan itu, dengan cepat dia langsung di suapi oleh Dain hingga Clara tidak bisa menjawab dan di tatap oleh Dain dengan tatapan dingin dari arah belakang Clara. Xiang yang melihat ini tentu tau kalau Dain sengaja melakukannya supaya Clara tidak berbicara dengannya.
"Clara, kamu harus makan dulu baru berbicara mengerti? Dan yang mulia pangeran Fu bukankah tidak baik berbicara dengan tunangan seseorang dan pada saat makan?" ucap Dain yang hanya di jawab anggukan oleh Clara karena mulutnya selalu penuh dengan makanan sedangkan Xiang menatap dengan tatapan kesal dan senyuman yang terpaksa
Seyyal, Violet dan Rumman yang berada di tengah-tengah itu merasakan tekanan dari keduanya hingga merasa sangat ragu untuk makan dengan nyaman, sedangkan Clara yang merasa itu adalah sebuah nasihat makan dengan menikmati makanannya dengan nyaman dan baik karena dia di suapi oleh Dain atas keinginan Dain sendiri.
Setelah selesai sarapan bersama, Clara dan Dain langsung bertemu raja dan ratu untuk berterimakasih dan meminta izin kalau mereka akan pulang ke mansion mereka, setelah itu Clara di antar pulang oleh Dain dan akan di jemput oleh Dain Keesokan harinya karena Clara akan mulai tinggal di mansion keluarga Freiheit sesuai tradisi yang di ucapkan oleh Dain.
Sesampainya di rumah yang di tuju Clara tentu saja kamarnya, semua barang yang akan dibawanya untuk pindah sangat banyak hingga pelayannya menatapnya dengan gelengan kepala. Semua barang tidak penting seperti buku yang jumlahnya lima lusin langsung di ambil paksa dari Clara, karena barang bawaan yang tidak wajar.
"Nona Clara, lebih baik saya yang merapikan barang apa yang penting dan tidak penting untuk anda bawa karena anda seperti ingin akan pindah rumah kalau membawa semuanya,"
"Padahal anda hanya akan pindah sendirian,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
__ADS_1