The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 41 Laki-laki berkacamata


__ADS_3

Clara yang sampai ke bangunan yang sesuai dengan deskripsi dari kertas kecil langsung masuk menuju pintu bawah tanah, Clara langsung terkejut dibalik pintu besar dari bangunan yang tua terdapat kasino atau tempat berjudi. Banyak bangsawan yang datang ke tempat itu untuk bersenang-senang dari mulai mabuk-mabukan, bermain dengan wanita atau sebaliknya dan berjudi. Clara beruntung datang ke tempat ini dengan tudung kepala, karena mungkin saja orang-orang akan mengenali dirinya pada saat dia masuk ke tempat itu tanpa persiapan.


Terlihat ada seorang pelayan yang seolah-olah menunggu kedatangan Clara, dengan cepat memandu Clara ke sebuah lorong sepi berbeda pada saat dia berada di tempat kasino atau perjudian tadi. Pelayan itu memandu Clara hingga ke sebuah ruangan yang berpintu besar dan cukup bagus berbeda pada saat dia ingin masuk ke dalam ruangan.


Clara menghela nafasnya sebentar sebelum pintu besar itu dibuka dan dia di perlihatkan siapa sosok orang yang mengundang dirinya, setelah itu dia menatap pelayan itu dan pintu besar di depannya terbuka terlihat ruangan kerja yang hampir mirip dengan ruangan miliknya dan sesosok laki-laki berkacamata dan rambut perak duduk di kursi.


"Selamat datang Lady Clara Fragrante,"


"Aku turut berduka cita atas meninggalnya ayahmu dan pasti sangat sulit untukmu bisa diam-diam menyelinap ke tempat ini dari butik ya,"


"Dan silakan duduk di kursi yang kosong," ucap sosok laki-laki berkacamata dan berambut perak itu dengan senyuman lembut beranjak dari kursinya dan berjalan ke kursi panjang kosong di depan Clara, sosok laki-laki itu tiba-tiba memunculkan sebuah tongkat panjang di depan Clara dan mengetuk ke lantai  dan tiba-tiba teko teh dan cangkir teh muncul menyeduh teh sendiri. Clara langsung tau kalau itu adalah sihir, berkali-laki Clara melihat sihir ini sangat kagum tidak bisa dia sangkal kalau dunia sihir penuh dengan hal-hal yang keren dan mustahil dilakukan


Setelah teh selesai di seduh, Clara langsung kembali fokus ke topik pembicaraan yang membuatnya penasaran tentang sosok laki-laki misterius di depannya yang ingin membantunya padahal Clara sama sekali tidak mengingat ataupun mengenal siapa sosok laki-laki berkacamata yang ada di depannya ini.


"Kamu pasti penasaran siapa aku? Dan kenapa aku ingin membantu dirimu?" ucap laki-laki itu dengan senyuman yang profesional seperti pebisnis


"Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan hal buruk ataupun niat jahat kepadamu," ucap lagi laki-laki berkacamata itu dengan senyuman lembut ke arah Clara


"Semua orang jahat juga bilang aku tidak ada niat jahat ataupun melakukan hal buruk kepadamu,"

__ADS_1


"Dan tolong katakan identitas anda dan apa tujuan anda menginginkan saya," ucap Clara dengan tatapan dingin dan tajam ke arah sosok laki-laki berkacamata di depannya


Mendengarkan ucapan Clara yang terlihat seperti orang tidak suka berbasa-basi, membuat laki-laki berkacamata itu tersenyum seperti semakin tertarik dengan Clara yang ada di depannya. Tidak lama kemudian laki-laki berkacamata itu menjentikkan jarinya dan muncul sebuah tumpukan kertas yang melayang di langit-langit dan diletakkan di atas meja di depan Clara.


"Semua alasanku ada di depan kertas ini, sisanya aku tidak akan bisa mengatakan kepadamu karena rahasia yang tidak boleh diberi tau oleh orang lain kecuali kamu mengetahuinya sendiri," ucap laki-laki berkacamata itu dengan tatapan isyarat mengizinkan Clara untuk membaca isi dari tumpukan kertas di depannya


Clara mengambil kertas itu kemudian membacanya sebentar, walaupun hanya satu paragraf yang baru dibaca Clara tetapi Clara langsung mengerti dan mual serta membuat Clara cepat mengetahui kenapa sosok laki-laki berkacamata ini ingin bekerjasama dengannya. Clara kemudian menatap mata laki-laki di depannya lagi untuk melihat seberapa mengerikan orang ini mengetahui kelamnya sebuah sejarah.


"Kenapa kamu begitu tertarik denganku hingga memberi tau aku sejarah kelam dari kuil suci?" tanya Clara dengan tatapan dingin dan perasaan mual selesai membacanya


"Karena hanya kamu yang bisa mengubahnya, sebenarnya ada satu wanita lagi yang bisa melakukannya, tetapi saat ini dia telah menikah dan juga dia sehebat dirimu yang belum bangkit sama sekali kemampuannya,"


"Hanya saja semuanya masih berada di dalam rantai emas terikat," ucap laki-laki berkacamata itu sambil tersenyum ke arah Clara


Clara yang mendengarkan ucapan yang terdengar puitis di akhir merasa itu pastinya bukan hanya sekedar ucapan indah, karena dia tau setiap ucapan memiliki makna tersembunyi tetapi kamu harus mencari tau sendiri makna rahasia apa yang berada di balik tulisan itu. Clara melanjutkan membaca isi dari kertas-kertas yang diberikan, walaupun kadang-kadang dia akan mual dan hampir muntah sampai selesai membacanya.


"Aku telah mengerti betapa mengerikannya kuil suci, tetapi aku tidak memiliki kemampuan yang begitu besar untuk menyelamatkan anak-anak kecil,"


"Kenapa tidak di sebarkan saja atau menyerahkan kepada raja mengenai informasi sisi gelap kuil suci?" tanya Clara yang dengan cepat langsung minum teh yang di sajikan karena setiap dia mengingat apa yang dia baca membuatnya merinding

__ADS_1


"Kamu tidak tau kalau mereka sangat licik seperti ular, sulit di tangkap tapi beracun,"


"Jika di sebarkan itu tidak akan membuat mereka ketakutan karena tidak semua yang di sebarkan adalah hal yang bagus, mereka bisa menyangkalnya dengan membuka kuil dan mungkin saja sebelumnya mereka telah menyembunyikan itu," ucap laki-laki berkacamata itu dengan menyilangkan kedua kakinya


Clara yang mendengarkan itu kembali berpikir jadi alur novel yang selama ini tidaklah sesederhana yang dia kira, sekarang semuanya sudah sedikit-sedikit berubah. Dia di dalam buku mungkin hanya seorang pemeran figuran tetapi pemeran utama di dalam kehidupannya dia adalah pemeran utama yang mengharuskan dirinya menerima tugas ini.


"Jadi, Lady Clara Fragrante apakah kamu menerima tawaranku?"


"Kamu bisa membalaskan apa yang ingin kamu lakukan," ucap laki-laki berkacama itu dengan senyuman yang lembut ke arah Clara


Tiba-tiba terlihat sebuah entah asalnya dari mana pedang tersebut menancap di atas meja hingga menembus di depan laki-laki berkacamata dan Clara. Seorang laki-laki juga masuk ke dalam ruangan itu dengan tatapan kesal dan marah kepada sosok laki-laki berkacamata itu.


"Ishara Spielberg, berani sekali iblis seperti kamu di belakangku melakukan hal seperti ini,"


"Kamu menemukan aku dengan cepat,"


"Aku pikir kamu tidak masalah dengan ini,"


The Duke's Only Beloved Fiancé

__ADS_1


__ADS_2