
Harapan, air mata, semangat, pantang menyerah dari semua orang membuat hati para dewa tergerak untuk membantu para manusia yang sedang kesulitan menghadapi sang raja iblis yang menggila di dunia. Cahaya tiba-tiba menyinari tubuh Violet, Xiang, Edel dan Dain. Sebuah anugerah yang diberikan atau diturunkan oleh sang dewa kepada mereka yang memiliki semua itu untuk membawa kedamaian kepada dunia. Dengan bantuan para dewa kekuatan mereka meningkat tiga kali lipat, itu adalah batas tubuh manusia untuk menerima anugerah para dewa, jika para dewa memberikan anugerah lagi maka tubuh manusia akan meledak berkeping-keping, sama halnya seperti iblis yang menyalurkan kekuatan mereka ke tubuh manusia tidak bisa melebihi tiga kali lipat atau kontrak yang di janjikan.
Clara yang terkurung merasa terkejut, karena bisa-bisanya dewa menurunkan anugerah sekaligus dan bersamaan, Clara yang awalnya khawatir dengan Dain karena perisai yang retak hampir hancur karena serangan beruntun sang iblis, merasa lega setelah melihat serangan beruntun itu berada tidak terlalu berefek setelah mendapatkan anugerah dari para dewa. Di dalam hati, Clara selalu berdoa supaya tidak ada hal yang buruk terjadi kepada orang-orang yang sangat berharga untuknya.
Sang raja iblis mulai serius untuk bertarung setelah melihat serangan beruntunnya sama sekali tidak berefek kepada Dain, walaupun telah berhasil merusak perisai itu. Dia sadar saat ini para dewa yang ikut campur dengan pertarungannya adalah hambatan untuk mendapatkan gadis yang dia cintai di masa lalu. Violet, Xiang, Dain dan Edel membagi diri menjadi dua tim. Tim pertama akan menjadi pengalihan dan tim kedua yang akan menyerang hingga sang raja iblis kehilangan fokus, mereka berempat melakukan serangan beruntun dan umpan selama berjam-jam dan fokus sang raja iblis hilang karena terbagi menjadi dua sisi. Sedangkan Clara diam-diam melepaskan ikatan yang ada ditangannya dengan berusaha berdoa kepada kekuatan yang diberikan oleh dewa selama sang raja sedang fokus kepada para musuhnya yang tidak bisa dia anggap remeh lagi saat ini.
Setelah merasa cukup keempatnya mengalihkan perhatian raja iblis, keempat-empatnya menyerang raja iblis langsung, tapi siapa yang menyangka serangan itu hanya membuat sang raja iblis terluka di lengannya. Dain dan yang lainnya tentu tidak langsung berpuas diri dengan hasil kecil yang mereka dapatkan dalam bertarung, sebab sang raja iblis dengan cepat langsung memulihkan dirinya dengan kemampuan regenerasinya. Karena cukup merasa Dain dan yang lainnya menyebalkan, maka serangan beruntun di kerahkan oleh sang raja iblis ke arah keempat orang itu, namun semua serangan yang di kerahkan ke arah keempat orang itu beberapa bisa di tangkis dan beberapa bisa di hindari hingga tidak ada yang terluka satupun.
Pertarungan semakin memanas walaupun ada para tengkorak hidup yang ikut membantu penyerangan, tetapi saat ini situasinya sangat berbeda setelah mendapatkan anugerah dewa, karena sudah sangat terdesak dengan keadaan yang di alami sang iblis maka dia mendekat ke arah Clara dengan kedua jarinya yang berada di leher Clara, terlihat memang tidak memiliki kemampuan membunuh dengan jari, tetapi jika di alirkan sihir di jadi tersebut dan membayangkan bentuk senjatanya, maka seseorang akan dengan mudah terbunuh seseorang karena sihir.
"Sepertinya, kalian tidak pernah kehabisan tenaga ya,"
"Kalau begitu bagaimana kalau jika kalian bergerak maka aku akan membunuh Clara Fragrante yang kamu cintai ini?"
"Jika dia di bunuh maka jiwanya akan hilang dari dunia ini, keputusan ada di tangan kalian berempat," ucap sang raja iblis dengan tatapan dingin dan mengancam sambil mengarahkan tangannya ke arah leher Clara
Dain dan yang lain mendadak langsung terdiam di tempat tidak berani bergerak dari tempat, karena tidak menginginkan Clara berada di dalam bahaya sampai kehilangan nyawanya. Keempatnya yang berhenti langsung dengan jentikan jari sang raja iblis dengan mudah menyerang mereka, sebab tidak akan memiliki waktu untuk menghindari serangan sihir itu.
__ADS_1
Akibat dari serangan yang di lakukan oleh raja iblis, dari keempat orang yang bertarung di garis depan saat ini terbaring di atas tanah dan tidak sadarkan diri. Tinggal Xiang dan Dain yang masih bertahan di tempat untuk melanjutkan bertarung melawan sang raja iblis.
"Serangan yang begitu mudah di tangkis di awal sekarang malah membuat kalian terjatuh dan tidak sadarkan diri,"
"Bukankah sia-sia seorang dewa memberikan kalian berempat anugerah jika serangan yang aku kerahkan mampu membuatmu langsung tidak sadarkan diri?" ucap sang raja iblis dengan tawa remeh kepada kedua orang yang tersisa di dalam pertarungan
"Mungkin memang terlihat sia-sia tetap setidaknya juga kami bisa membuat dirimu tidak regenerasi dengan cepat,"
"Coba kamu lihat lenganmu, itu adalah racun yang cukup berbahaya untuk para iblis, yaitu sihir suci," ucap Xiang dengan lantang dan merasa bisa menang dalam melawan iblis dengan menggunakan otaknya
Serangan kedua itu membuat Xiang terluka cukup parah dan Dain luka ringan, karena dia hanya terkena dampak dari serangan yang di hindari olehnya disekitar. Luka-luka dari Xiang yang cukup parah itu tidak membuat dirinya menyerah untuk mendapatkan Clara kembali, tetapi serangan ketiga yang langsung di lancarkan oleh sang raja iblis membuat Xiang langsung terbaring di atas tanah dan tidak sadarkan diri.
"Sekarang semuanya telah selesai tinggal dirimu seorang,"
"Tuan Duke Dain Freiheit yang katanya tidak memiliki kelemahan sama sekali dan seorang tiran yang sangat menyeramkan,"
"Tetapi, sepertinya di depan sosok Clara kamu hanyalah orang yang tidak layak berada di sisinya," ucap sang raja iblis yang sudah bersiap untuk menyerang Dain yang tersisa di sana
__ADS_1
Clara yang melihat semua teman-temannya yang telah terbaring di atas tanah tidak sadarkan diri, membuatnya meneteskan air mata penyesalan. Setelah melihat teman-temannya, Clara melihat ke arah sosok laki-laki yang masih memaksakan diri untuk berdiri kokoh padahal terluka. Air matanya semakin deras mengalir dan tangannya menjadi dingin, terkepal karena takut kehilangan sosok laki-laki yang sangat berjuang untuk menyelamatkan dirinya.
"Dain, menyerah saja dan lepaskan aku,"
"Lupakan aku untuk selama-lamanya, aku mohon kepadamu,"
"Jangan sia-siakan nyawamu untuk orang yang bisa kamu cari lebih baik di masa depan," ucap Clara dengan lantang ke arah sosok laki-laki yang berada tidak jauh jaraknya dengan dirinya dengan air mata yang terus-menerus membasahi pipinya dan senyuman pahit
Dain yang mendengarkan ucapan dari Clara dijawab dengan mudah tanpa berbicara sama sekali.
"Akan ada miliaran orang di dunia ini dan mungkin salah satu dari mereka mirip dengan dirimu,"
"Tapi pernahkan kamu berpikir perasaanku hanya kepada dirimu saja?"
"Satu-satunya tunanganku yang berharga hanya dirimu,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
__ADS_1