The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 37 Tidak Akan Berakhir Dengan Ending Yang Tragis


__ADS_3

Xiang, Violet, Seyyal dan Rumman yang berada di dalam ruangan tamu terkejut dengan kedatangan sosok laki-laki berkacamata yang datang tiba-tiba memeluk Violet dari belakang kursi dengan tatapan tajam ke arah Xiang yang berada di depan Violet. Seyyal dan saudaranya menatap dengan tatapan kesal karena akan ada drama pasangan lagi, tetapi Violet yang tidak mengerti dengan perilaku tiba-tiba sosok laki-laki berkacamata yang tiba-tiba memeluknya langsung memeriksa dahi milik sosok laki-laki itu.


"Edel, kamu tidak sakit bukan? Tiba-tiba memelukku seperti ini, apakah kamu terkena sihir dari kuil sesat itu dan dia memberikan dirimu perintah?" ucap Violet dengan tatapan khawatir dan sambil mendekatkan dahinya dan dahi Edel untuk memeriksa suhu


Tiga orang itu langsung menahan tawa tentang ucapan Violet yang terlihat hanya khawatir dengan kondisi Edel yang tidak pernah memperlakukan Violet seperti itu, sedangkan Violet kebingungan menatap sosok di depannya dan Edel merasa sepertinya ada yang tidak benar dengan situasi itu hanya bisa menghela nafas dan menggeleng pelan kepada Violet.


Tidak lama kemudian Clara dan Dain masuk ke ruangan tamu itu melihat betapa ramainya ruangan itu. Clara menyerahkan sebuah amplop kepada Xiang dengan cepat langsung ditolak oleh sosok laki-laki itu yang tau tentang isi dari amplop itu tanpa harus melihatnya, sedangkan Dain dan teman-temannya yang tidak tau apa-apa berpikir kalau itu adalah surat yang mencurigakan setelah di tolak langsung diambil dengan cepat oleh Violet yang penasaran dengan isinya.


"Clara, kamu sangat mencurigakan tau,"


"Hanya memberikan sebuah amplop kepada Xiang, ini sangat aneh jadi izinkan aku melihatnya," ucap Violet yang kemudian menarik selembar kertas dari dalam amplop milik Clara hanya bisa menjawab dengan anggukan setuju


Clara hanya bisa menatap dengan pasrah ke arah Violet, Sebuah kertas cek dengan nominal uang yang cukup besar tertulis kemudian Violet menatap dengan kebingungan apa maksud dari kertas cek itu ke arah Clara.


"Kertas Cek itu untuk membayar Xiang karena telah membantu,"


"Itu adalah salah satu tradisi di negeri timur ketika ada orang yang membantu mengurus masalah pemakaman dan mereka biasanya tidak mematok harga untuk membantu oleh karena itu seikhlasnya saja,"


"Benar bukan Xiang?" ucap Clara dengan senyuman kaku karena merasakan tatapan yang beraura dingin yang menusuk dari arah belakangnya

__ADS_1


"Itu benar, tetapi aku melakukan karena pada saat itu kamu dalam keadaan yang darurat,"


"Maafkan aku jika itu tidak di laksanakan sesuai dengan prosedur yang seharusnya di lakukan di negeri barat," ucap Xiang dengan kepala yang tertunduk bersalah kepada Clara hanya di jawab dengan gelengan kepala pelan


"Tidak apa-apa yang penting arwah ayahku bisa dibebaskan dari dunia ini, karena berat untuknya di dunia ini,"


"Sekarang aku hanya ingin mencari tau bagaimana ayahku bisa mati dan siapa yang membunuhnya itu saja,"


"Akan aku pastikan kalau dendam ini harus dibalas dengan hal yang setimpal," ucap Clara dengan tatapan dingin dan aura yang ingin membunuh serta haus darah


Orang-orang yang ada di dalam ruangan besar itu yang terbiasa bermain di garis kegelapan dunia bawah yang diatasnya indah tentu bisa merasakan dengan jelas niat dari Clara, mereka tidak menyangka bisa-bisanya seorang gadis yang muda mendapatkan perasaan haus darahnya, karena kematian orang tuanya yang dibunuh.


"Diam? Menurutmu aku bisa diam? Orang tuaku mati di saat aku tidak ada dan pada saat aku kembali ke mansion ini yang aku lihat hanyalah sosok kaku terbaring di dalam peti mati," ucap Clara dengan lantang tatapan dingin dan diliputi oleh kemarahan serta kebencian di saat bersamaan


Tiba-tiba pandangan Clara menjadi gelap dan Dain dengan cepat menangkap tubuh sosok gadis yang akan terjatuh. Clara di buat pingsan paksa oleh Xiang menggunakan jarum tipis supaya dia tidak banyak berpikir hal buruk.


"Jika Clara sampai membunuh kasusnya akan serius sekali nanti, karena kuil suci memiliki pendukung yang besar walaupun banyak perbuatan buruk mereka seperti di masa lalu mengenai penggunaan sihir suci yang ternyata bisa di gunakan oleh orang-orang untuk menghipnotis,"


"Aku sendiri tidak sadar kalau pada saat itu adalah melalui air mata," ucap Dain yang menggendong Clara yang pingsan dengan tatapan khawatir ke arah Clara

__ADS_1


"Dain, kamu harus tau kalau jangan terlalu terbawa perasaan kepada seorang gadis tetapi kamu malah tidak bisa melakukan itu,"


"Kamu yang menganggap dia adalah hal yang berharga untukmu pastikan tidak di sentuh oleh para pendeta kuil suci," ucap Rumman dengan senyuman iri dengan Dain


Clara di bawa ke kamar oleh Dain sebelum mereka memulai rapat penting, karena bagi Dain Clara bukan hanya sekedar gadis biasa sangat istimewa untuknya. Jika orang-orang tau seorang tirani bersikap lembut dan baik kepada seorang gadis yang dia cintai mungkin orang akan mengira kalau itu adalah terkena sihir hitam, walaupun pada kenyataannya tidak ada semua sihir hitam buruk.


"Clara, aku tidak akan biarkan cerita ini berakhir dengan ending yang tragis,"


"Karena aku mencintaimu dan kamu satu-satunya tunangan yang harus menikah denganku di masa depan tidak tergantikan," ucap Dain sebelum mencium dahi milik Clara dengan lembut


Dain sendiri mungkin tidak sadar jika dirinya telah banyak berubah karena tunangannya satu-satunya yang membuatnya jauh lebih hidup. Untuk orang seperti dirinya pernah ditolak, karena cinta pada saat di akademi membuatnya merasa tidak ingin lagi berurusan dengan yang namanya cinta sebab itu sangat-sangat menyakitkan untuknya yang bahkan harus turun ke medan perang, karena ingin melupakan segalanya tentang penolakan yang pahit itu.


Membunuh dan membunuh tidak membuat dirinya merasa tenang, tetapi malah membuat dirinya di anggap sebagai tirani sampai dia tidak sengaja mendengarkan ucapan dari Clara ditaman itu tentang pembelaan kepada dirinya yang padahal dipandang dengan kekejaman.


Awal dari itu membuatnya hanya sekedar tertarik untuk menyelidiki latar belakangnya hingga pada akhirnya bukan hanya sekedar tertarik saja, tapi takdir yang mengikat karena orang tua yang ternyata telah saling mengenal. Dain sama sekali yang menganggap itu keberuntungannya tentu saja dia tidak akan membuat Clara dengan mudah untuk memutuskan pertunangan dengannya bahkan tidak akan pernah dia berpikir seperti itu.


"Clara, kamu cukup hidup tenang di sini,"


"Aku yang akan berkorban untuk dirimu karena dirimu lebih berharga untukku, aku pasti akan menyelesaikan ini,"

__ADS_1


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2