
Clara yang tertidur di dekat altar suci sangat kebingungan tentang apa yang terjadi, karena tiba-tiba saja dia berada di sebuah tempat yang aneh.
Clara terkejut saat ini pakaiannya berubah menjadi gaun berwarna emas dan hiasan yang mewah, tempat dia berada saat ini juga aneh, karena di sekelilingnya hanya ada pintu dan lantai yang hitam putih. Semua pintu di depannya terkunci, tidak ada jalan untuk pergi kemanapun. Tetapi tiba-tiba seekor kelinci yang menggunakan jas lewat di depannya menatap sebuah jam saku.
Clara yang melihat ini teringat dengan sebuah dongeng di kehidupan sebelumnya, tetapi menurutnya sedikit tidak masuk akal jika saat ini dia berada di dalam cerita dongeng. Walaupun begitu Clara tetap mengikuti kelinci itu dari belakang, semua perjalanannya ini betul-betul mirip dengan dongeng tersebut. Namun di saat Clara selesai setengah dari perjalanan cerita yang mirip dongeng tersebut, tiba-tiba dia malah tidak sadar ke tempat apa saat ini dia berada.
Sebuah bangunan besar dengan warna emas dan coklat yang berpadu, jam besar dengan lonceng di atasnya serta penjaga yang menjaga pintu berbentuk angka-angka yang mirip dengan tulisan di jam besar di atas bangunan itu. Entah apa yang terjadi, Clara tiba-tiba saja tertarik dan penasaran dengan isi yang berada di dalam bangunan yang besar di depannya.
Perlahan-lahan dibukanya pintu besar yang ada di depannya, dengan mudah tanpa kunci pintu itu terbuka. Satu langkah Clara berjalan masuk ke dalam ruangan yang besar dan luas itu, Clara langsung dibuat terpukau dengan ruangan tersebut, karena rak-rak besar itu bergerak dan berpindah searah dengan jarum jam. Satu langkah lagi Clara melangkah dapat dengan jelas dia melihat banyak buku-buku terdapat di dalam rak-rak besar yang bergerak, beberapa buku dan gulungan kertas itu juga ada yang sebagian berterbangan seperti ada sihir yang menggerakkannya.
Di depan Clara semakin jelas sebuah jam pasir dan roda-roda gigi jam saling mengisi gigi-gigi kosong untuk menggerakkan jam terlihat, pemandangan yang belum pernah dia lihat sebelumnya sangat aneh, tapi menabjukan hingga tidak pernah di duga olehnya kalau dia berada di tempat seperti dongeng tiba-tiba.
Clara melangkah lagi hingga sampai di dekat sebuah tangga yang menuju ke jam pasir yang tepat berada di tengah-tengah tangga. Pada saat melangkah di salah satu tangga di sana tiba-tiba saja terdengar bunyi-bunyi roda-roda jam berdetik di tangga itu, Clara awalnya mengira kalau mungkin itu adalah jebakan, tetapi untungnya tidak terjadi sesuatu yang aneh pada saat Clara menginjak selangkah demi selangkah tangga di sana.
"Nona yang manis dan imut sudah lama aku menunggu dirimu untuk datang ke sini,"
"Akhirnya kita bisa bertemu," ucap sesosok laki-laki dengan satu lensa kacamata dan rambut panjang yang diikat dengan sebuah tali, pakaian yang berjas dan sarung tangan putih digunakan oleh laki-laki itu
"Kamu Edel?" tanya Clara yang tiba-tiba keluar begitu saja keluar dari mulutnya
__ADS_1
"Mana mungkin aku di samakan dengan manusia, tetapi yah memang wajah kami sedikit mirip, karena leluhurnya raja pertama masih memiliki darah dari berkat dewa, jadi kadang mungkin bisa saja sama,"
"Perkenalkan namaku adalah Ciel Idris Aryasatya Kawindra, aku dewa yang mengurus takdir dan mimpi atau lebih tepatnya yang dikenal manusia sebagai Dewa Penulis Takdir Dan Mimpi,"
"Sekarang memang hanya ada sedikit manusia yang mengenalku, tetapi secara tidak langsung kamu adalah salah satu orang yang berdoa dan berasal dari dunia lain,"
"Bagaimana kalau kita minum teh bersama dulu dan berbincang alasan kenapa kamu bisa ada di tempat ini?" ucap Ciel dengan senyuman ramah dan menulis sesuatu di dalam buku dengan pena bulu
Tiba-tiba sebuah meja, kursi, cangkir teh dan manisan muncul begitu saja di depan Clara yang sangat uniknya adalah teko teh yang dibuat seperti mesin yang bisa memanaskan teh dan langsung menuangkan teh. Clara begitu tajuk dengan semua yang terjadi di depannya.
"Karena sudah lama sejak aku terakhir kali kedatangan tamu, aku bingung harus mulai berbicara dari mana," ucap Ciel yang sambil mengangkat cangkir tehnya dan senyuman ramah ke arah Clara
"Humm... Itu sejarah yang sudah lama sekali tidak aku ceritakan dan itu seperti kisah yang sangat buruk hingga membuatku menjaga tempat ini sendirian,"
"Dunia yang kamu datangi ini sangat mirip dengan negeri dongeng bukan? Tepatnya cerita berjudul Alice di negeri ajaib," ucap laki-laki itu membuat Clara membelalakkan mata tidak percaya karena negeri yang dia masuki ini memang mirip cerita dongeng tersebut dari mulai bertemu kelinci hingga minum teh dengan sesosok laki-laki bertopi
"Tetapi nona manis, cerita ini akan berbeda dari dugaanmu hingga kenapa alasan tempat ini bisa terbentuk dan alasan kenapa kamu bisa minum teh dengan santai bersamaku," ucap laki-laki itu yang kemudian menulis sesuatu di bukunya hingga sebuah buku besar muncul di tengah-tengah jam pasir itu
Di kisahkan seorang anak laki-laki memiliki seorang saudara kembar perempuan, keduanya sangat menyukai dunia dongeng dan berharap bisa pergi ke sana. Tetapi suatu hari sang saudara kembar perempuan hilang, keluarganya yang awalnya harmonis berantakan hingga akhirnya anak laki-laki itu dibawa ke negeri dongeng sebagai pemandu takdir secara tiba-tiba.
__ADS_1
Anak laki-laki itu diminta untuk memandu takdir setiap orang dan tidak dia sangka dia bertemu dengan adiknya di negeri dongeng sebagai seorang yang ingin menghancurkan harapan dan takdir seseorang, di akhir cerita keduanya harus saling bertarung dan saudara laki-laki itu yang membunuh kembaran perempuannya yang membuatnya mengingat kalau sebenarnya saudaranya meninggal, karena kecelakaan bukan menghilang di tengah hutan.
Dunia ini adalah pemberian kepada anak laki-laki yang mati karena bunuh diri, dia di berikan pekerjaan mengurus dunia ini dan merawat setiap isinya, setelah mengetahui kebenaran yang pahit. Fakta itu juga yang membuat sosok laki-laki itu menjadi gila karena tidak menerima takdirnya, tetapi lama-kelamaan dia menerima segalanya dan menjalankan pekerjaannya.
Setelah cerita itu selesai di putar Clara langsung menatap ke arah sosok laki-laki di depannya sedang asik minum teh, seperti sudah terbiasa dalam menceritakan sebuah kisah dongeng.
"Begitulah yang terjadi nona manis,"
"Cerita itu adalah cerita orang yang mewariskan kepadaku,"
"Aku harap kamu tidak berpikir yang aneh-aneh,"
"Dan mari kita kembali ke topik penting,"
"Aku akan memberikan dirimu anugerah para dewa, jadi gunakan dengan baik karena aku percaya denganmu,"
"Clara Fragrante,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
__ADS_1