
Air mata, perasaan cinta, penyesalan, harapan ,marah dan sakit bercampur menjadi satu di dalam hati Clara hingga tiba-tiba saja sebuah roda-roda jam, pasir emas dan sebuah buku muncul di hadapan Clara. Clara teringat dengan mimpinya mengenai sosok Ciel yang menggunakan buku itu untuk menulis dan sedangkan sang raja iblis yang melihat kejadian di depannya dia tau apa yang sedang terjadi saat ini.
Seorang pembimbing takdir telah berhasil bangkit, siapapun yan menerima anugerah darinya akan menjadi orang yang bisa bermain dan seenaknya mengendalikan kehidupan orang lain, itu adalah hal yang paling mengerikan untuk banyak orang.
Untuk seorang raja iblis yang telah menjadi seorang makhluk abadi memang tidak akan berada di bawah kendali dewa lagi saat ini, tetapi bukan berarti seorang iblis tidak bisa di kekang dengan itu. Keadaan yang tidak menguntungkan untuk dirinya saat ini tiba, seolah-olah saat ini dia sedang di permainkan oleh takdir.
"Clara, aku perintahkan dirimu untuk kembali ke sini dan buang buku itu," ucap sang raja iblis dengan tatapan dingin, tajam dan waspada kepada Clara
"Bagaimana kalau aku tidak mau? Kamu menganggap semua ini adalah akhir bukan, tapi tidak untukku ini adalah awal dari dunia," ucap Clara dengan lantang dan mulai menulis sesuatu di atas buku itu
Di atas langit tiba-tiba muncul sebuah rantai-rantai emas dan perak yang langsung mengikat sang raja iblis yang berada di depannya, dan setelah sang raja iblis terikat sebuah layar tipis muncul dan menampilkan seseorang yang duduk minum teh dengan santai.
"Azazel atau harus aku panggil Dion,"
"Mengacau takdir sebuah makhluk dan kematian seseorang yang belum di tentukan, kamu akan aku hukum secara langsung dengan hukuman yang sangat berat,"
"Hukuman ini aku harap membuat dirimu sadar dengan perbuatanmu," ucap sosok di balik layar dengan menaikkan kacamatanya yang posisinya tidak pas
"Mengacau takdir? Bukankah dirimu juga seperti itu dulu? Memutar waktu berulang kali hanya untuk bertemu dengan sosok saudari kembarmu,"
"Ketika bertemu kamu malah membunuhnya, di dunia ciptaan milikmu sendiri," ucap sang raja iblis dengan tatapan tidak takut kepada sosok di balik layar tipis
Sang raja iblis sama sekali tidak merasa takut dengan hukuman yang akan diberikan dewa kepada dirinya, tetapi dia malah puas melihat ekspresi sang dewa yang kesal kepada dirinya karena mengungkit kisah masa lalunya.
Dengan tulisan sosok laki-laki di balik layar tipis yang melayang, sang raja iblis tiba-tiba menjadi butiran-butiran emas dan menghilang begitu saja. Kini pertarungan telah selesai dan semuanya akan kembali menjadi damai.
"Clara, terima kasih telah membantuku kali ini,"
__ADS_1
"Sebagai utusan dewa aku sungguh sangat berterima kasih atas kerja kerasmu,"
"Karena dia adalah sosok iblis yang sebenarnya adalah menjadi tanggung jawabku," ucap Ciel dari balik layar dengan senyuman dingin sambil mengangkat cangkir teh miliknya
Clara hanya menjawab dengan anggukan kepada sosok dewa di depannya dan kemudian dia memandangi sosok laki-laki yang dia cintai kini sudah bertubuh kaku dan dingin. Air matanya kini kembali menetes dan membasahi tanah, dengan kepala tertunduk dia tidak mendengarkan ucapan selanjutnya dari sang dewa.
"Dewa Ciel, bisakah kamu mengabulkan satu permohonanku karena aku telah membantu dirimu untuk menangkap seorang iblis yang berbahaya dan menjadi tanggung jawabmu?" tanya Clara dengan tangan terkepal dan tatapan yang serius membuat Ciel yang berada di balik layar mendadak menghentikan gerakannya yang ingin minum teh
Ciel kemudian meletakan cangkir tehnya ke atas meja dan menatap serius berusaha memahami apa maksud dari Clara yang begitu berani kepada seorang dewa.
"Katakan apa yang kamu maksud? Selama tidak ada hal yang mustahil atau aku langgar maka akan aku bantu dirimu,"
"Tapi ingat kamu sedang berada di depan dewa bukan berarti kamu bisa bertindak seenaknya," ucap Ciel dengan aura yang menekan dan tatapan dingin
Clara tentu merasakan tekanan tersebut walaupun dia berada di balik layar tipis yang menjadi pusat komunikasi mereka berdua. Clara berusaha menenangkan dirinya akibat dari tekanan yang menyeramkan keluar dari Ciel.
"Tolong buat dirinya hidup kembali," ucap Clara yang tiba-tiba berlutut dan bersujud di hadapan Ciel yang berada di balik layar untuk memohon keinginannya di kabulkan
Ciel mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja bundar dan terlihat dia sedang mempertimbangkan sesuatu di sana.
"Aku ti-"
"AKU MOHON, AKU AKAN MEMBAYAR DENGAN JIWAKU JIKA ITU TIDAK CUKUP,"
"AKU MOHON KEMBALIKAN KEHIDUPAN SOSOK LAKI-LAKI ITU KE ARAH YANG NORMAL TIDAK MASALAH APAPUN BAYARANNYA," teriak Clara yang bersujud di depan layar tipis membuat Ciel menghela nafas dan menyentuh keningnya yang berkerut karena tidak dia sangka ada orang yang begitu rela melakukan hal semacam ini
"Xiang, sudah cukup untuk dirimu berbaring pingsan di sana,"
__ADS_1
"Kalau sudah sadar cepat bangkit dari tanah itu, walaupun kamu sekarat," ucap Ciel yang menatap tajam ke arah sosok laki-laki berambut hitam panjang terbaring di atas tanah
Sosok laki-laki itu membuka mata dan berusaha bangkit perlahan-lahan, memegang lukanya akibat dari serangan raja iblis.
"Master, tidak bisakah sedikit lembut kepadaku?"
"Aku sampai terluka seperti ini karena melawan iblis juga," gerutunya Xiang yang bangkit dengan sebuah tongkat panjang yang berubah bentuknya dari sebuah kipas tangan
Clara yang mendengarkan panggilan nama yang di ucapkan oleh sang dewa Ciel, menatap ke arah sosok laki-laki yang berusaha bangkit dari permukaan tanah dengan senyuman. Clara hanya bisa menatap sosok laki-laki di depannya yang menjentikkan jari tiba-tiba merubah penampilan yang kotor, terluka dan terlihat menyedihkan menjadi sesosok laki-laki yang bersih, sembuh dari luka dan berpakaian putih dengan relung awan.
"Xiang, kamu ada hubungan apa sebenarnya dengan sang dewa? Dan siapa kamu sebenarnya?" tanya Clara dengan tatapan penasaran dan menyidik ke arah sosok laki-laki yang kini telah rapi dan berjalan ke arahnya dengan sangat mudah
Xiang berdiri di depannya dengan seringaian dan mengeluarkan sebuah buku dan pena bulu.
"Tidak penting bukan saat ini menanyakan hal semacam itu di situasi sekarang bukan?"
"Keinginanmu bisa saja dikabulkan yang artinya, kami hanya perlu sedikit menulisnya untuk merubah,"
"Tetapi pembayarannya adalah ingatanmu akan hilang dan anugerah yang diberikan akan hilang,"
"Kamu akan melupakan semuanya tentang teman-temanmu dan sosok yang kamu cintai,"
"Apakah kamu ingin membayarnya dengan itu Clara Fragrante?"
"Ingat, karena ini bukan permainan sama sekali dalam membuat keputusan,"
The Duke's Only Beloved Fiancé
__ADS_1