
Perjalanan menggunakan kereta kuda membuat keempatnya menghabiskan waktu tiga hari perjalanan hingga akhirnya sampai di mansion keluarga Earl Fragrante, Keempat orang tersebut langsung di sambut oleh kepala pelayan dan para pelayan yang menyambut mereka di depan pintu depan menuju ke ruangan aula, Clara masih pingsan di dalam pelukan Dain walaupun telah tiga hari perjalanan telah berlalu. Dain memutuskan untuk meletakkan Clara di dalam kamarnya setelah itu dia akan mulai menyelidiki Tempat Kejadian Perkara kematian kepala keluarga yang ditusuk dengan belati perak, Dain tentu tau orang-orang yang menggunakan belati perak adalah orang-orang yang berasal dari sebuah organisasi yang sangat menjunjung kuil.
Bukan tanpa alasan atau bukti jika Dain mengatakan kalau itu pembunuhan yang dilakukan oleh para organisasi di bawah kuil, karena ciri khas yang sangat unik tentang belati perak dan ukiran di pegangan yang menggunakan nama dewa yang mereka puja.
Di sisi lain Clara telah membuka matanya, saat dia membuka matanya dia terkejut karena yang dia lihat bukanlah langit-langit kamarnya di kediaman Duke Freiheit, tetapi langit-langit kamarnya sendiri atau rumahnya sendiri mansion Fragrante.
Setelah sadar Clara memutuskan untuk berjalan menyusuri lorong di mansion untuk melihat apakah yang dia dengar terakhir kali adalah mimpi? Ataukah dia kembali ke masa lalu sebelum dia bertunangan? Dia ingin memastikannya semua itu tentang satu-satunya yang berharganya untuknya apakah telah hilang atau tidak.
Setelah Clara berjalan menyelusuri lorong yang sepi tibalah dia di sebuah aula dengan sebuah peti di tengah-tengah semua karangan bunga yang mengelilingi serta sebuah lilin yang berada di sana untuk menerangi peti itu. Clara yang melihat itu bergegas berlari ke arah peti itu dan ketika dia sampai di depan peti, Clara terduduk lemas dengan air mata yang mengalir menyentuh wajah yang telah pucat dan kaku tidak lagi bernyawa.
Air mata yang deras mengalir begitu saja dan teriakannya yang menggema di seluruh aula terdengar begitu jelas hingga membuat orang-orang yang berkumpul di satu ruangan untuk di interogasi dan meminta keterangan dari mereka masing-masing mengenai kasus yang terjadi, tiba-tiba berlari menuju aula tidak terkecuali Dain dan Violet yang berada di ruangan itu juga berlari setelah mendengarkan suara tangisan yang menggema. Dain melihat Clara menangis karena melihat sosok sang ayah yang telah terdiam dingin di dalam kotak kayu dingin itu.
Tidak banyak yang bisa Dain lakukan dia hanya bisa memeluk Clara ke dekapannya dengan erat untuk menenangkan sosok gadis yang menangisi kematian sosok orang yang paling berharga untuknya, karena telah merawatnya sejak kecil.
"Dain, ayahku tidak pernah memiliki kesalahan ataupun melakukan hal yang buruk,"
"Kenapa ayahku di bunuh oleh orang? Apa yang membuatnya benci kepada ayahku?"
"Aku ingin tau alasannya dan aku ingin tau kenapa dia tega begitu keji membunuh orang yang begitu baik,"
__ADS_1
"Jika memang dia tidak menyukai ayah maka aku akan pasti menemukan siapa orang yang membunuh ayahku,"
"Dan aku pastikan kalau dia akan menderita di neraka nantinya," ucap Clara dengan nafas yang tersengal-sengal di sertai air mata dan genggaman erat pada pakaian milik Dain
"Clara, tenang dulu kamu tidak boleh seperti ini,"
"Aku yakin ayahmu tidak mungkin membiarkan putrinya membalaskan dendam sang ayah seperti ini,"
"Tenangkan dirimu dulu, jangan dibutakan oleh dendam, aku pasti akan mencari pembunuh dan kebenaran dibalik kematian ayahmu,"
"Sekarang kita urus dulu pemakaman ayahmu, tidak baik jika dibiarkan seperti ini terus, apakah kamu paham?" ucap Dain yang mengelus-elus punggung Clara yang berada di dalam pelukannya untuk menenangkan dirinya
"Clara, kita urus dulu kematian ayahmu,"
"Apakah kamu paham? Aku kasih akan berada di sisimu tidak perlu ada yang ditakutkan,"
"Aku pastikan mereka mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya oleh karena itu kita melakukan yang seharusnya kita lakukan dulu saat ini," ucap Dain yang kembali mengelus-elus punggung Clara untuk menenangkan air mata dan suara tangisan penderitaan Clara
Clara kemudian menganggukkan kepalanya setuju untuk mengurus pemakaman sang ayah dulu, berita kematian seorang bangsawan Earl Fragrante yang merupakan tunangan Duke Freiheit tersebar ke seluruh penjuru negeri bahkan ke telinga sang raja, seketika keesokan harinya banyak tamu-tamu yang datang ingin mengantarkan kematian sang kepala keluarga Earl Freiheit.
__ADS_1
Saudara dan sepupu yang tidak pernah Clara lihat sebelumnya juga datang ditengah-tengah acara berduka itu, sampai kemudian pendeta dan Gadis Suci juga ikut datang ke acara itu. Clara terkejut melihat sosok yang datang ke upacara kematian ayahnya adalah sosok gadis yang tidak ingin dia lihat sama sekali saat ini, gadis yang membuatnya merasa aneh sejak pertama kali bertemu.
"Nona Fragrante, pasti sangat berat untuk dirimu melihat ayahmu meninggal dunia,"
"Tapi, pembunuhan itu bukankah memberikan arti betapa buruknya ayahmu kepada para bangsawan hingga menyebabkan adanya musuh,"
"Seharusnya kamu lebih perhatian dengan situasi juga supaya kamu tidak menjadi seperti ayahmu sekarang terbaring di dalam peti mati," ucap Gadis Suci itu dengan tatapan polos dan senyuman
Ucapan dan senyuman itu membuat Clara melayangkan tamparan kepada Gadis Suci itu, semua tatapan tamu-tamu yang hadir di acara duka itu seketika ke arah Clara. Karena suara tamparan yang begitu terdengar keras betapa sakitnya tamparan itu tidak diketahui tapi itu adalah karena Clara sudah tidak tahan lagi dengan ucapan yang di ucapkan keluar dari mulut Gadis Suci itu.
Seketika Gadis Suci itu langsung memegang pipinya yang di tampar dengan keras oleh Clara, dan air mata yang tiba-tiba mengalir dari matanya.
"Aku hanya memberikan saran tapi kamu malah menamparku? Kenapa kamu begitu jahat? Aku ke sini untuk menyampaikan duka citaku kepada tuan Earl Fragrante yang seorang bangsawan yang hebat,"
"Apakah kamu tau aku juga seorang kesayangan dewa jadi bisa saja dewa yang melihat ini memberikan hukuman kepada keluargamu lagi," ucap Gadis Suci itu dengan air mata yang mengalir dan tertunduk seperti orang lemah yang menjadi korban sedangkan Clara adalah orang yang jahat dan kejam karena menampar seorang gadis yang tujuannya mulia
"Maafkan kami terlambat,"
"Perjalanan tadi sungguh buruk,"
__ADS_1
The Duke's Only Beloved Fiancé