The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 33 Mimpi buruk


__ADS_3

Di dalam ruangan yang besar dan mewah, seorang laki-laki tiba-tiba merobek selembar kertas yang memiliki aksara yang khas dari timur, setelah kertas di robek terasa angin yang berhembus di dalam ruangan itu.


"Baiklah kita mulai pembahasan kita mengenai pergerakan Kuil Suci yang telah bergerak baru-baru ini," ucap seorang laki-laki berkacamata dengan tatapan serius dan dingin


"Mereka sangat kotor, kamu tau bukan maksudnya mereka baru-baru ini banyak memungut anak-anak jalanan yang terlantar, miskin dan tidak memiliki apapun,"


"Bawahanku telah menyelidikinya," ucap laki-laki itu dengan melemparkan setumpuk kertas di dalam amplop ke arah meja kemudian di buka oleh sebelahnya


Mereka berlima yang melihat setumpuk berkas di lemparkan langsung salah satu dari mereka mengambil berkas itu dan membaca isi dari tumpukan kertas yang merupakan kertas penyelidikan.


"Aku tidak menyangka kalau kamu begitu serius Xiang dalam menyelidiki masalah ini? Padahal kamu hanya orang luar tapi kamu menyelidiki masalah kerajaan ini," ucap Violet dengan tatapan kagum kemudian di senggol oleh laki-laki berkacamata di sebelahnya


"Jangan bersikap berlebihan, itu semua karena kamu masih seorang putri keluarga kerajaan,"


"Tapi dibalik semua itu Xiang ikut dalam hal ini karena ada orang-orang atau rakyatnya yang berasal dari timur tinggal di barat jadi dia merasa harus ikut dalam campur tangan,"


"Dia tidak tega melihat anak-anak kecil tidak berdosa mati ataupun di siksa," ucap laki-laki itu dengan tatapan sedikit kesal dengan pujian yang diberikan kepada Xiang


Violet semakin kagum melihat sosok laki-laki di depannya, kemudian setelah mereka berbicara berjam-jam mengenai kasus tersebut akhirnya mereka memutuskan untuk selesai sementara dan menyelidiki kasus tersebut untuk sementara masing-masing.


"Baiklah, itu saja untuk sementara,"


"Festival perburuan kali ini mungkin mereka akan datang dengan meriah,"

__ADS_1


"Jadi serahkan ini kepadaku yang bertugas untuk mengawasi, sudah tugas kita untuk melakukan hal yang kotor dan berbahaya seperti ini,"


"Jangan lupa sampaikan hal ini kepada kedua saudara itu," ucap Violet yang dengan tatapan serius dan senyuman dingin ke arah keempat laki-laki di depannya kemudian pergi menuju Kamarnya yang berada di sebelah kamar Clara


Keesokan harinya Clara bangun dengan wajah pucat dan air mata yang menetes kali ini mimpi buruknya datang kembali, namun dengan cerita yang berbeda mimpi ini datang kepadanya tapi dengan sosok yang sama.


Sebelum sempat Clara mengelap air matanya, dia di lihat oleh para pelayan yang bertugas untuk mengurusnya, semua pelayan itu langsung mengerumuni Clara dan bertanya apakah semua baik-baik saja atau tidak.


Keadaan Clara membuat semua pelayan khawatir tidak terkecuali bawahan tunangannya, karena dia yang bertugas untuk menangani masalah seperti ini.


"Apakah ada yang membuatmu tidak nyaman? Atau adalah yang membuatmu sedih? Katakan kepadaku sebelum Dain ke sini dan kepalaku akan di jadikan koleksinya," ucap Carl dengan tatapan serius dan khawatir kepada Clara tapi Clara hanya diam teringat dengan mimpi-mimpi buruknya


Tidak lama kemudian, sesuai dengan perkiraan dari Carl kalau laki-laki itu tidak akan bisa diam ketika mendengarkan tunangannya menangis ataupun memiliki masalah. Laki-laki itu langsung berlutut di depan Clara yang terduduk di atas tempat tidur dan dengan isyarat matanya semua pelayan termasuk Carl keluar dari ruangan itu supaya tidak membuat Clara merasa kesulitan untuk menceritakan masalah yang di milikinya.


"Atau kamu ingin aku panggilkan Violet untuk menemanimu kalau kamu tidak ingin aku temani?" ucap Dain dengan khawatir sambil sedikit mendongak ke arah wajah Clara yang berada sedikit tinggi dan memegang erat tangan Clara yang terlihat dingin


Tetapi Clara tidak berbicara dan menggelengkan kepalanya dengan pelan. Dain tidak yakin makna dari gelengan kepala itu karena dia menanyakan semua pertanyaan sekaligus kepada Clara, di saat seperti ini dia harus berpikir dua kali lebih maju untuk memahami perasaan gadis di depannya yang di pagi hari tiba-tiba menangis.


"Ceritakan saja jika kamu merasa tidak masalah,"


"Aku akan selalu berada di sampingmu dan mendukungmu apapun yang terjadi,"


"Tentu saja juga aku akan berjanji untuk merahasiakan semua pembicaraan kita berdua hari ini di ruangan ini hanya kita berdua saja," ucap Dain dengan tatapan serius dan senyuman meminta kepercayaan ke arah Clara untuk mengandalkan dirinya

__ADS_1


Clara yang menatap mata sosok laki-laki di depannya membuatnya langsung bimbang, karena di dalam novel ini dia hanya seorang pemeran pendukung atau figuran bukan pemeran utaman yang sewaktu-waktu bisa saja dia di tinggalkan dan tidak di pedulikan lagi ketika dia telah jatuh terlalu dalam melebihi hanya sebuah kepercayaan saja. Mimpi buruk yang begitu tidak terlihat jelas terlihat, tapi dengan kata pertunangan membuatnya merasa takut jika nanti itu akan terjadi kepadanya.


Kematian yang mungkin datang kapan saja, entah apa yang menyebabkan kematian itu tetapi yang pasti itu semua adalah akhir dari penderitaan.


"Dain, kamu bilang kamu akan percaya kepadaku bukan?"


"Aku tau ini sedikit menyimpang dari kontrak yang kita buat atau mungkin bisa membuat kontrak kita buat hancur,"


"Tapi aku ingin sedikit egois, apakah aku boleh?" ucap Clara dengan kepala tertunduk dan air mata yang kembali menetes terjatuh ke atas punggung tangannya


Dain terdiam sebentar ketika mendengarkan ucapan yang di lontarkan dari gadis yang di depannya, kemudian dia menggenggam tangan gadis itu dan di tatapnya mata gadis itu dengan sebuah tatapan kesungguhan dan keseriusan.


"Kamu boleh egois dan kamu boleh mengatakan yang kamu ingin tidak masalah jika kamu melanggarnya memang sejak awal aku tidak ingin mengingat hubungan kita di dasarkan sebuah kertas,"


"Percayalah kepadaku kalau kamu hanya satu-satunya gadis yang ingin aku bahagiakan, tidak peduli apapun itu," ucap Dain dengan tatapan serius sambil mengelap air mata sosok gadis di depannya


Setelah air matanya Clara berhenti mengalir dan tenang. Clara memberanikan dirinya untuk kembali berbicara mengenai apa yang terjadi, tetapi sebelum dia berbicara Clara mengeluarkan sesuatu seperti sebuah lonceng kecil yang seperti tusukan hiasan kepala khas timur dan sebuah anting yang hanya sebelah saja dengan permata merah dia keluarkan dan menunjukkan kepada Dain.


Dain kebingungan dengan benda yang berada di tangan Clara dan tidak memahami maksudnya, walaupun begitu dia tetap berusaha memahami dengan mengambil salah satunya dari tangan Clara


"Mungkin sulit di percaya tetapi ini nyata terjadi,"


"Kedua benda ini tiba-tiba muncul setelah aku bangun dari mimpi buruk aku akhir-akhir ini,"

__ADS_1


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2