The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 58 Partner Sepupuku


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah kejadian di alun-alun kota dan Clara menjadi pusat kekhawatiran para pelayan dan kesatria di mansion, sebuah surat datang dari istana kerajaan memberikan kabar mengenai pesta dansa ulang tahun sang putra makhota yang akan di adakan dua minggu lagi. Clara yang membaca surat itu merasa hari-hari penyiksaan sebelum pesta di mulai telah tiba kepada dirinya dan dia tidak bisa beralasan tidak hadir, karena dia adalah seorang bangsawan dan kepala keluarga sekarang tidak akan semudah dulu sewaktu dia masih seorang anak atau calon pewaris keluarga.


Acara yang terlalu dadakan ini membuat Clara memutuskan untuk pergi ke butik yang ada di wilayahnya, walaupun tidak terkenal tetapi setidaknya dia bisa menggunakan pakaian yang menghormati bangsawan lain. Terdapat aturan tidak tertulis di kalangan bangsawan yaitu mengenakan pakaian sesuai dengan tren dan jika ada yang tidak mengikuti mereka bisa di anggap remeh, memang tidak masuk akal menurut Clara tetapi dia harus memenuhi undangan kerajaan, jadinya dengan niat yang sedikit terpaksa dia sampai ke butik tersebut.


Sesampainya di dalam butik tersebut terlihat beberapa bangsawan yang sedang menunggu antrian memesan pakaian dan terlihat sesosok perempuan dengan bangsawan pangkat tinggi yang sedang di ukur untuk membuat pakaian, Clara merasakan perasaan tidak asing dari sosok gadis itu, tetapi dia juga tidak tau sisi mana dari sosok gadis yang terlihat sangat galak membuatnya merasa tidak asing.


"Bukankah nona ini adalah seorang marquess yang baru saja dinobatkan? Pasti berat ya menjadi seorang pemimpin keluarga Fragrante yang baru,"


"Aku dengar-dengar biasanya seorang gadis yang menjadi kepala keluarga akan sulit untuk mencari pasangan atau menikah," ucap seorang gadis bangsawan dengan tatapan merendahkan ke arah Clara yang baru saja beberapa langkah masuk ke dalam ruangan butik itu


"Apakah anda baik-baik saja nona marquess? Tidak memiliki pasangan sampai hari tua," sambung salah satu teman yang berada di sebelahnya dengan tatapan yang sama merendahkan Clara


Clara yang mendengarkan ucapan dari salah satu bangsawan di sana hampir membuatnya melayangkan tamparan atau melayangkan pukulan ke arah wajahnya, tetapi saat ini dia bukan lagi seorang calon pewaris keluarga melainkan seorang kepala keluarga jadi dia harus menjaga baik dengan bangsawan lain supaya tidak ada rumor buruk tersebar mengenai dirinya.


"Ah... Begitu ya,"


"Aku paham, memang tidak memiliki pasangan hidup itu memang membuat khawatir bukan? Tetapi bukankah lebih mengkhawatirkan kalau misalnya kamu di tinggalkan oleh pasanganmu sendiri,"


"Aku dengar-dengar dari rumor kalau baru-baru tunangan nona pergi ke tempat hiburan yang di mana tempat itu banyak sekali perempuan,"


"Yah, rumor yang aku dengar dari orang-orang seperti itu,"

__ADS_1


"Apakah anda tidak masalah jika suatu hari nanti tunangan anda meninggalkan anda? Karena anda sepertinya sangat kalah saing dengan perempuan di tempat hiburan seperti itu," ucap Clara dengan kipas tangan yang menutup setengah wajahnya membuat emosi sosok gadis di depannya langsung meningkat dan secepat mungkin tangan sosok gadis itu melayang ke arah Clara


Sesosok perempuan yang sejak tadi memperhatikan Clara dan seorang perempuan yang awalnya mencari ribut langsung menangkap tangan milik sosok gadis yang melayangkan tamparan ke arah Clara, jarak tangan yang dilayangkan gadis itu dan pipi Clara hanya tersisa beberapa centimeter saja.


"Seorang gadis bangsawan yang membicarakan keburukan orang lain dan orang lain itu tidak marah sama sekali sedangkan ketika keburukannya di bicarakan oleh orang lain dia malah tidak menerimanya,"


"Bukankah seharusnya sejak awal kamu tidak membicarakan keburukan orang lain jika tidak ingin sakit hati? Sungguh rendahan dan tidak memiliki etika sebagai bangsawan gadis seperti dirimu bersikap," ucap sosok gadis itu dengan tatapan merendahkan dan tawa yang meremehkan ke arah sosok gadis yang akan menampar Clara


Gadis yang akan menampar Clara seketika berusaha melepaskan tangannya dari cengkaman sosok gadis yang baru saja tertawa remeh ke arahnya. Clara menatap dengan tatapan sedikit kagum kepada sosok gadis yang membantu dirinya.


"Hei, kamu pesanlah sebuah pakaian,"


"Dan menjadi seorang marquess pasti sangat berat sehingga kadang tidak memiliki waktu jadi aku memberikan untukmu," ucap sang gadis dengan tatapan yang terlihat sedikit kaku tapi dengan tujuan dan maksud yang baik kepada Clara


Clara menjawab dengan anggukan dan ucapan terima kasih, setelah itu dia langsung melakukan pengukuran untuk gaun miliknya. Clara seketika menjadi gosip para bangsawan yang melihat dirinya di perlakukan dengan baik oleh seorang gadis yang tidak dia ketahui siapa sosok itu.


Setelah selesai mengukur pakaian, Clara memegang tangan sosok gadis yang akan langsung pergi setelah memilih gaya pakaian untuknya.


"Ummm... bisakah saya mentraktir anda makan siang? Sebagai balasan karena telah membelaku,"


"Aku tau anda sibuk dan ini mendadak jadi and-"

__ADS_1


"Tidak masalah, ayo kita pergi ke restoran untuk makan siang," ucap gadis itu dengan cepat memotong pembicaraannya dengan Clara


Clara dan gadis itu langsung menuju ke sebuah restoran yang cukup tidak asing untuk Clara, tetapi baru pertama kali dia merasa datang ke tempat tersebut. Clara dan gadis itu duduk saling diam setelah memesan makan siang bersama, keduanya merasa bingung ingin memulai topik pembicaraan.


"Sepertinya kita belum berkenalan ya, kalau aku ingat,"


"Aku perkenalkan diri namaku adalah Violet Wertvoller putri keluarga kerajaan di sebelah kerajaan ini,"


"Dan nona marquess bolehkah aku tau nama anda?" ucap Violet dengan tatapan penasaran ke arah gadis yang berada di depannya dengan senyuman yang cukup elegan


"Namaku adalah Clara Fragrante yang mulia," ucap Clara langsung dipegang tangannya


"Maukah kamu menjadi partner sepupuku ke pesta ulang tahun putra makhota kerajaan ini? Aku kesihan melihat dirinya sangat suram dan sejak awal aku melihat dirimu, kamu sangat baik dan terlihat cocok untuk dirinya," ucap Violet dengan tatapan berbinar-binar mengharapkan Clara menerima tawaran yang mendadak


Tiba-tiba sesosok laki-laki datang ke tempat itu dan tersenyum kepada Clara dan berdiri di belakang Violet dengan ekspresi yang menakutkan untuk Clara lihat di depannya. Dia tidak menyangka kalau sosok laki-laki yang datang adalah seorang pewaris yang akan berkuasa atas negeri ini. Violet yang melihat ekspresi Clara yang terlihat tegang langsung memutuskan untuk melihat ke arah belakang, karena merasa kedinginan.


"Violet Wertvoller, aku sudah menunggu dirimu berjam-jam di alun-alun kota sangat lama sekali,"


"Kamu mengatakan setelah memesan gaun langsung menemui aku, tapi kamu di sini sepertinya sangat asik,"


The Duke's Only Beloved Fiancé

__ADS_1


__ADS_2