The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 61 Special Bab part 1


__ADS_3

Sehari setelah pernyataan cinta dan keduanya bertunangan, Clara berguling-guling tidak percaya kalau bisa bertunangan dengan sosok yang membuatnya merasakan perasaan yang sama dengan laki-laki itu. Semua pelayan sangat khawatir dengan perilaku atasannya, terkadang-kadang mereka sampai memanggil seorang dokter untuk memeriksa keadaannya.


Beberapa hari kemudian sejak hari pernyataan cinta dari sosok laki-laki itu yang hanya beberapa hari dia temui, di suatu malam dia tertidur dan bermimpi di suatu tempat di mana ada sebuah mansion yang telah hancur setengahnya, dan para iblis yang menyerang para bangsawan. Terlihat juga sosok dirinya yang di ikat oleh sang iblis dan sosok Dain yang berlutut di depannya sosok dirinya yang terikat dengan sang iblis.


Clara melihat dengan jelas isi dari mimpi itu sosok laki-laki itu mati mengorbankan dirinya dengan mudah hanya karena mencintai dirinya. Anehnya walaupun cuma sebuah mimpi Clara menangis hingga akhirnya dia terbangun dengan air mata yang sama seperti mimpinya, Clara terkejut saat dia bangun sesosok laki-laki duduk tertidur di samping dirinya dengan menggenggam erat tangannya.


"Clara, syukurlah kamu baik-baik saja," ucap sosok laki-laki itu dengan tanpa aba-aba langsung memeluk erat Clara yang baru saja berubah posisi dari berbaring ke duduk hingga membuat sosok laki-laki itu bangun


"Eh? Dain, memangnya aku kenapa? Aku ingat hanya tidur," ucap Clara dengan tatapan kebingungan

__ADS_1


"Kamu telah tertidur dengan demam selama tiga hari pada saat aku ingin mengunjungi dirimu," jelas Dain membuat Clara terkejut dan mengangguk


"Oh begitu, ada apa kamu datang?" tanya Clara dengan tatapan penasaran


"Aku datang untuk membahas pesta pertunangan kita, tapi aku rasa sementara tidak perlu dulu acara pertunangan karena kamu belum dalam kondisi yang sehat," ucap Dain sambil mengelus-ngelus kepala Clara yang hanya di jawab anggukan dan senyuman lembut oleh Clara


Keduanya kemudian menghabiskan waktu bersama dengan berbincang-bincang ringan dan sentuhan ringan seperti layaknya pasangan, di sisi lain di istana kerajaan seorang laki-laki berkacamata yang fokus mengerjakan dokumen dengan sosok gadis yang manja berada di pangkuannya tanpa bisa diam sama sekali.


"Tidak, aku bosan dan kamu harus menemani aku karena aku ingin di temani," ucap Violet yang menoleh ke arah sosok laki-laki yang berada di belakangnya hingga jarak keduanya hanya tinggal beberapa centimeter

__ADS_1


Jarak yang begitu dekat membuat wajah sosok laki-laki berkacamata itu membuatnya sedikit memerah, dan berusaha untuk tenang dengan sosok gadis yang terlihat polos di depannya.


"Violet, bisakah kamu duduk di kursi dan bersandar di sana,"


"Aku ingin pergi memberikan berkas ini kepada sang raja, jadi tolong ya," ucap sosok laki-laki itu dengan gugup dan menatap bibir gadis yang lembut itu


"Hum... baiklah Edel, jangan kembali lama-lama," ucap Violet yang langsung berdiri dan berjalan ke arah sofa yang empuk untuk berbaring


Edel kemudian tersenyum dan pergi keluar ruangan, beberapa jam berlalu ketika dia kembali ke dalam ruangan terlihat Violet yang tertidur dengan tenang dan manis di sana. Melihat gadis itu yang tertidur pulas dia berjalan ke arahnya dan mencium keningnya.

__ADS_1


"Melihatmu manis dan tidur tenang begini aku jadi hampir gila,"


The Duke'S Only Beloved Fiancé


__ADS_2