The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 32 Pembahasan penting


__ADS_3

Ketika Clara kembali ke lantai dua setelah menyampaikan kepada seorang pelayan mengenai pecahan cangkir teh, suasana di sekitar Xiang dan Gadis Suci itu terlihat sangat menegangkan walaupun Clara meninggalkan keduanya hanya sebentar tapi suasana yang sedikit berbeda dibandingkan pada saat dia masih berada di dalam ruangan itu begitu dirasakan oleh Clara.


Clara kemudian duduk di kursi yang kosong tidak banyak berbicara, dan berdoa semoga Violet cepat kembali ke toko kue ini membawanya pulang, karena dia tidak bisa di tempat yang sangat tegang suasananya ini. Sampai beberapa kue yang telah di pesan Clara menyisakan piring kosong, suasana di sana masih sedikit menegangkan tatapan dari Gadis Suci itu juga sedikit berubah walaupun terlihat ramah tapi itu seperti di paksakan olehnya sedangkan Xiang Dimata Clara terlihat seperti orang yang menatap dengan kebencian dan tidak suka dengan Gadis Suci itu.


Clara dan keduanya menetap hingga waktunya sore hari dan pada saat itu waktunya Violet kembali datang dengan Edel, keduanya tampaknya mengalami hal yang sangat tidak terduga hingga terlihat tampak wajah yang berseri-seri dari Violet. Gadis Suci itu langsung bersembunyi dibalik punggung dengan cepat ketika melihat sosok Edel kembali ke toko kue itu.


"Maafkan aku tupai kecil, aku hampir melupakan dirimu kalau aku yang mengajak dirimu keluar jalan-jalan,"


"Kalau begitu akan aku antarkan pulang sekarang sebelum laki-laki itu datang ke sini dan melaporkan kepada ayahku kalau aku menculik tunangan seseorang," ucap Violet yang kemudian menggenggam tangan Clara menariknya pulang


Clara yang belum sempat mengucapkan perpisahan di seret begitu saja tapi dia tidak bisa juga banyak bergerak karena di seret, hanya bisa tersenyum walaupun hanya itu mereka bertiga yang berada di toko kue lantai dua itu paham kalau Clara dan Violet akan kembali ke mansion duke.


'Kenapa dia bisa di anggap antagonis aku rasa karena dia sering semena-mena seperti ini dan aku juga mulai paham sekarang kalau dia tidak beda jauh sifatnya dengan Dain karena mereka juga masih memiliki hubungan darah,'


'Aku harus mengawasi mereka berdua itu adalah tanggung jawab yang lumayan berat sekarang,' ucap Clara di dalam hatinya sambil mengikuti Violet yang menyeretnya di depan


Clara dan Violet berhasil pulang tepat sebelum makan malam di kediaman duke dimulai dan terlihat ada sosok laki-laki yang menunggu di depan pintu dengan ekspresi yang terlihat akan marah tapi dengan senyuman yang cukup menyeramkan untuk Violet, karena Violet yang membawa gadis itu pergi ke alun-alun kota dengan alasan ingin bersenang-senang.


"Coba jelaskan kepadaku kenapa baru sampai di rumah ketika matahari telah tenggelam dan sebentar lagi jam makan malam,"


"Dan kamu pergi dengan tunangan sepupumu berjalan-jalan,"

__ADS_1


"Kamu tau kan, artinya jika andai terjadi sesuatu kepada tunanganku karena kamu membawanya pergi tanpa pengawal dan tiba-tiba seperti itu?" ucap Dain dengan tatapan dingin dan tajam ke arah perempuan di depannya serta senyuman yang membuat Violet langsung bersembunyi di balik punggung Carl bawahannya Dain


"Violet, kenapa setiap kamu membuat masalah sejak kecil selalu bersembunyi di belakangku? Dan ke mana sifat angkuhmu itu ketika di depan orang lain? Kenapa hanya di depan Dain kamu langsung menciut?"


"Aku telah menikah tolong jangan selalu membuatku merasa seperti akan mati lebih cepat,"


"Karena aku masih punya istri yang harus di jaga dan anak kecil yang harus aku biayai," ucap Carl dengan tatapan lelah ke arah Dain kemudian ke arah Violet yang bersembunyi di belakangnya


Clara hanya bisa diam dan memandang perilaku yang tidak terduga dari ketiga orang itu sangat berbeda ketika mereka tidak berada di situasi bekerja ataupun di depan bangsawan. Hangat rasanya mansion ini begitu dirasakan oleh Clara ketika melihat tingkah ketiga orang yang konyol.


"Carl, minggir dia harus aku berikan pelajaran supaya tidak mengulangi kesalahannya lagi, walaupun seorang putri keluarga kerajaan " ucap Dain yang berjalan ke arah Carl dengan tatapan yang menyeramkan


"Violet, kamu dengar cepat lepaskan aku,"


"Tidak, kalau aku melepaskannya dia pasti akan langsung memberikan hukuman kepadaku secara cepat tanpa banyak berpikir hukuman apa yang ingin dia berikan,"


"Ditambah lagi semenjak dia bertunangan kegilaan yang ada di dalam dirinya semakin menjadi-jadi,"


"Oleh karena itu aku tidak ingin mati sendirian karena aku belum memiliki pasangan hidup," ucap Violet yang semakin erat menggenggam pakaian milik Carl tanpa peduli sosok Carl yang berucap tentang keluarga kecilnya


"Puff- haha..." tawa Clara yang melihat adegan yang menurutnya cukup lucu untuk di lihat

__ADS_1


Ketiga orang di depan Clara langsung menoleh ke asal suara karena mendengarkan tawa yang cukup lantang dari Clara, ketiganya tersenyum melihat hal itu kemudian kepala pelayan datang dan mengatakan untuk cepat langsung makan malam sebelum makanan tersebut  menjadi dingin nanti.


Setelah selesai makan malam Clara diminta oleh Dain untuk beristirahat langsung, karena dia tau pasti melelahkan melakukan perjalanan yang cukup lama di alun-alun kota. Setelah Clara masuk ke dalam kamarnya dan telah dipastikan oleh pelayan kalau Clara telah tertidur maka Dain, Violet dan Carl duduk berkumpul di ruang kerja Dain.


"Aku tidak menyangka kamu benar-benar kehilangan akal karena cinta sampai-sampai membuat perubahan kepada meja makan,"


"Aku sempat berpikir apakah aku salah arah atau salah ruangan saat masuk ke dalam sana," ucap Violet dengan tatapan tidak percaya ke arah Dain yang berada di depannya


"Aku juga telah mengatakan itu sampai kemarin para duke datang juga mengatakan hal yang sama kepada Dain aku rasa," ucap Carl dengan tatapan lelah sambil mengelap kacamatanya


"Aku hanya mencoba yang terbaik untuk pasanganku,"


"Namanya juga mencoba daripada tidak ada usaha sama sekali," ucap Dain dengan tatapan percaya diri dan sedikit bangga


"Kalian sepertinya sangat bersenang-senang ya,"


"Aku juga membawa tamu lain datang ke sini, dia merupakan orang yang mahir dalam ilmu sihir," ucap seorang laki-laki yang berjalan masuk bersama dengan sosok laki-laki lain ke dalam ruangan


Ruangan kerja Dain tiba-tiba memiliki aura suasana yang sangat berbeda dari percakapan mereka bertiga awalnya, saat ini ruangan itu menjadi sebuah ruangan yang menegangkan seisi ruangan. Kedua sosok laki-laki yang datang itu langsung duduk di kursi yang kosong.


"Karena semuanya telah berada di sini mari kita mulai pembahasannya,"

__ADS_1


The Duke'S Only Beloved Fiancé


__ADS_2