The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 57 Tidak Asing


__ADS_3

Clara tanpa berpikir dua kali langsung setuju dengan yang di ucapkan oleh Xiang, dia rela kehilangan semua kenangannya dan melepaskan semua itu demi sosok laki-laki yang dia cintai kembali. Perlahan-lahan cahaya emas dan roda jam bergerak menyelimuti Clara.


Keesokan harinya Clara bangun dan menjalani hari-harinya sebagai kepala keluarga, karena sang ayah telah tiada, walaupun rasanya sangat aneh dan ada yang hilang. Berhari-hari berlalu Clara mengerjakan semua pekerjaannya dengan lancar hingga para pelayannya khawatir kalau sang nona bekerja terus tanpa beristirahat.


"Nona, apakah anda tidak bisa istirahat? Tidak baik terlalu memaksakan diri setiap hari seperti ini, walaupun memang anda adalah kepala keluarga Fragrante saat ini," ucap seorang pelayan yang mengantarkan teh dan camilan untuk Clara


"Tidak karena masih banyak yang harus di urus setelah kematian ayahku sebelumnya,"


"Aku hanya ingin mengerjakannya dengan baik demi wilayah kita, jadi tidak ada istirahat dan juga entah kenapa aku merasa ada sesuatu yang hilang dan kosong di dalam diriku,"


"Sekeras apa pun aku berusaha mengingat sesuatu yang kosong rasanya kosong dan tidak jelas bukan ucapanku,"


"Lupakan saja," ucap Clara sambil mengambil teh yang di antarkan oleh pelayannya dan memberikan fokus kepada pekerjaannya kembali


"Itu artinya nona harus jalan-jalan menenangkan diri dulu,"


"Dan bagaimana kalau nona jalan-jalan sambil melihat perekonomian wilayah kita?" ucap sang pelayan dengan senyuman bersemangat ke arah sang nona yang membuat dirinya akhirnya berakhir di alun-alun kota sekarang


Clara berkeliling ke setiap sudut jalanan yang di kota tersebut, di setiap langkahnya ke sebuah tempat dia merasakan sesuatu yang familiar. Clara berjalan sambil berpikir hingga dia tidak melihat ke arah depannya dengan benar dan menabrak seseorang saat berjalan hingga terjatuh ke tanah. Sosok laki-laki yang dia tabrak entah kenapa membuatnya merasa tidak asing dengan seseorang, tapi dia sendiri tidak merasa mengenal sosok laki-laki berambut hitam yang ditabrak.


"Maafkan aku menabrak anda, karena tidak melihat jalan dengan baik," ucap Clara yang terjatuh dan berusaha bangkit dari tanah


"Tidak, aku yang harusnya minta maaf karena juga tidak melihat jalan,"

__ADS_1


"Kamu sepertinya terluka ya? Karena aku yang menabrak maka aku yang harus bertanggung jawab," ucap sosok laki-laki itu langsung menggendong Clara dengan bridal style karena melihat Clara yang sepertinya terlihat kesulitan untuk berdiri dari situasi tersebut


Belum sempat Clara menjawab ucapan dari sosok laki-laki itu, Clara yang digendong tiba-tiba menjadi terkejut dan melihat wajah tampan sosok laki-laki di depannya membuatnya tidak bisa marah tapi malah malu kepada sosok laki-laki yang bermuka datar itu. Clara di bawa oleh laki-laki itu menuju ke sebuah penginapan, karena di sana adalah tempat sosok laki-laki itu menginap.


Clara di bawa ke sebuah kamar penginapan dan di obati langsung kakinya yang lecet dan terluka oleh sosok laki-laki itu langsung tanpa banyak bicara, Clara sempat berpikir yang aneh-aneh ketika akan dibawa menuju ke penginapan, tapi dia tidak menyangka kalau laki-laki itu adalah laki-laki yang cukup baik, walaupun cara sosok laki-laki itu menatap dan berperilaku sangat menyeramkan untuk dirinya. Hatinya merasakan sesuatu yang hangat ketika laki-laki itu perhatian dengan luka miliknya.


"Maafkan telah merepotkan anda tuan,"


"Dan terima kasih telah mengobati lukaku," ucap Clara dengan senyuman lembut ke arah sosok laki-laki itu


"Dain," ucap sosok laki-laki yang sedang posisi kedua lutut yang ditekuk dan tumpuan tubuh terletak pada telapak kaki membuat Clara sedikit tidak memahami ucapan dari sosok laki-laki yang ada di depannya saat ini


"Maksudnya tuan?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan ke arah sosok laki-laki yang ada di depannya mengenai ucapan satu kata itu


"Oh, namaku Clara senang bisa berkenalan dengan anda tuan,"


"Dan sepertinya sudah sangat sore, saya akan pulang dulu,"


"Terima kasih," ucap Clara yang langsung bangkit dari kursi dan pergi keluar pintu dengan cepat tanpa sadar kalau kakinya terluka atau lecet itu sakit, tapi dia tidak ingin juga menghadapi situasi canggung


Sosok laki-laki bernama Dain itu tanpa sadar tersenyum melihat gadis yang sangat aneh tingkahnya untuknya, sampai asisten pribadinya merinding melihat sosok atasannya yang tidak pernah tersenyum sama sekali saat ini tersenyum sendiri tanpa alasan.


"Dain, kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apakah kamu ingin menambah gelar? Dan tolong jangan banyak bertingkah di luar mansion," ucap sosok asisten pribadi dengan tatapan ketakutan ke arah Dain

__ADS_1


Di tempat lain, Clara berlari dari alun-alun kota hingga sampai ke mansion keluarganya membuat semua pelayan terkejut, karena sang nona pulang dengan lari dengan wajah yang memerah dan luka di kaki. Semua pelayan dan penjaga yang melihat sang pemimpin keluarga Fragrante terluka dengan secepat kilat mereka mengerumuni Clara sebab khawatir terjadi sesuatu kepadanya.


"Nona, anda terluka seperti itu siapa yang berani melakukan kepada anda? Katakan kepada kami nona,"


"Kami pasti akan membuatnya mati dalam sekejap karena berani mengganggu nona," ucap salah seorang pengawal dengan tatapan khawatir dan berharap di andalkan


"Iya benar sekali nona, kami pasti akan membuat mereka menyesal karena telah membuat nona terluka seperti ini," ucap seorang pelayan yang memegang wajan entah dari mana asalnya benda itu


Clara yang melihat kehebohan para pelayan tanpa memberikan dirinya waktu sedetikpun untuk menjelaskan hanya bisa tersenyum kaku dan mengangguk paham semua ucapan para pelayan dan pengawalnya hingga beberapa jam berlalu semua pelayan dan pengawal masih mengerumuninya, sampai tiba-tiba seorang kepala pelayan datang dan terkejut melihat para pekerja berada di ruang tamu mengerumuni Clara, Clara menatap dengan penuh pengharapan untuk membuat semua pelayan tidak mengerumuninya yang kemudian di jawab dengan tatapan tajam kepala pelayan kepada para pekerja di sana.


"Aku hanya meninggalkan kalian sebentar untuk memesan kebutuhan mansion,"


"Kalian malah membuat nona stres dengan tingkah kalian yang mengerumuninya,"


"Bukankah lebih baik kalian pergi kembali bekerja sekarang?" ucap sang kepala pelayan dengan tatapan dingin ke seluruh para pelayan dan pengawal yang secepat kilat menghilang entah kemana


Di sisi lain, di sebuah bangunan dengan menara jam yang besar dengan isi buku-buku dan roda-roda gigi jam yang berputar.


"Kamu jelas-jelas menyukai gadis itu kenapa kamu tidak mengambil kesempatan itu?"


"Master, kenapa kamu tidak mengganti murid saja?"


"Dan juga ada sesuatu yang tidak akan bisa di ubah dengan pena di atas kertas,"

__ADS_1


The Duke's Only Beloved Fiancé


__ADS_2