
Violet yang mendengarkan ucapan dari Dain langsung menatap dengan tatapan kesal dan kening yang mengerut karena merasa di perlakukan sebagai seorang penjaga Clara, tetapi dia tidak keberatan sebab dia sangat menyukai Clara dan menurutnya Clara sangat berharga untuknya juga seperti seorang adik. Tidak lama dari itu kening Clara di kecup oleh Dain, kemudian Dain pergi menuju ke hutan dengan kudanya meninggalkan Clara yang wajahnya sedikit memerah dan Violet yang menyaksikan hubungan cinta orang lain.
Setelah melihat Dain telah jauh masuk ke dalam hutan, Violet menarik tangan Clara menuju ke tenda dimana para gadis bangsawan sedang berkumpul dan berbincang-bincang. Clara sebenarnya tidak suka dengan para bangsawan yang sedang asik gosip di tenda karena mereka semua membicarakan keburukan bangsawan lain bahkan sampai di depan mereka langsung.
Clara menganggap itu adalah kebiasaan bangsawan yang sangat menyebalkan, tapi karena dia harus di dekat Violet tidak ada pilihan lain dia menurut dan ikut saja. Sesampainya di tenda terlihat ada dua kelompok bangsawan yang minum teh di sana, para bangsawan yang dekat dengan Gadis Suci dan para bangsawan yang tidak tertarik dengan Gadis Suci.
Semua sangat jelas hanya saja dibedakan dengan dua meja panjang yang di gabungkan menjadi satu hingga mereka memiliki jarak setidaknya satu meter. Clara dan Violet duduk di barisan yang berjauhan dari Gadis Suci, tetapi siapa yang akan menyangka walaupun jauh dari Gadis Suci di depan keduanya adalah seorang bangsawan yang pernah keduanya temui pada saat di butik.
"Oh bukankah ini adalah tunangan dari tuan Duke yang gila perang,"
"Aku tidak menyangka kalau kita bisa bertemu lagi dan tadi aku pikir Duke yang gila perang itu juga menyukai Gadis Suci, karena dialah orang yang menemani saat perang besar di perbatasan,"
"Ditambah lagi juga sang Duke menerima sapu tangannya," ucap gadis itu dengan senyuman yang membuat Clara sedikit kesal
Sebelum Clara emosi kepada sosok gadis yang berada di depannya, Clara melebarkan kipasnya dan menutup setengah wajahnya untuk menutup raut wajah kesalnya.
"Nona Cuore, kamu sangat suka berbicara asal padahal sudah jelas sekali kalau tunanganku hanya menyampaikan sapu tangan pemberian Gadis Suci kepada seorang kesatria yang ingin ikut dalam festival ini,"
"Setiap gadis tentu akan merasa malu jika mereka bukan siapa-siapa tetapi ingin memberikan dukungan kepada sosok tersebut,"
"Aku yakin tuan putri Violet juga begitu bukan dengan pangeran Edelweiss?" ucap Clara sambil tersenyum menatap Violet yang berada di sebelahnya dengan senyuman di jawab dengan anggukan
__ADS_1
Walaupun pada kenyataannya yang terjadi adalah kebalikannya, Edel yang memberikan sesuatu pelindung kepada Violet, sedangkan Violet tidak menyiapkan apapun karena merasa tidak terlalu penting.
"Ah iya, nona Cuore sepertinya belum pernah memiliki pasangan bukan? Apakah anda akan terus mengomentari kehidupan pertunangan orang lain seperti ini?"
"Anda tau gadis yang suka bergosip buruk tentang laki-laki tidak akan mudah mendapatkan pasangan,"
"Mungkin lebih baik mencari gadis yang diam seperti itu bukan? Daripada nanti ucapan sendiri menusuk punggung sosok pasangannya sendiri," ucap Violet dengan senyuman dan tatapan merendahkan ke arah gadis yang duduk di depannya
Ucapan dari Clara dan Violet yang beruntun membuat gadis di depannya tidak bisa membantah ucapan dari keduanya. Gadis itu langsung bangkit dari kursinya dan pergi entah kemana, sedangkan seluruh bangsawan yang melihat Violet berbicara seperti itu tidak akan berani berbuat macam-macam. Semua orang tau ucapan yang pedas dari Violet mampu membuat seseorang menjadi sangat memalukan di depan umum.
"Clara, apakah kamu baik-baik saja? Jika kita berada di tempat ini terus,"
"Karena sepupuku yang memintaku untuk menjagamu dan kita adalah sahabat," bisik Violet ke telinga Clara di jawab dengan anggukan kepala yang mengisyaratkan tidak apa-apa
Beberapa jam berlalu suasana minum teh yang berlangsung lama membuat beberapa bangsawan kembali ke kamar mereka yang tidak jauh dari sini, ada juga yang pergi ke danau dan lain-lain. Semua gadis bangsawan berusaha untuk tidak pergi ke tempat yang jauh, Clara yang merasa bosan dan lelah menatap dengan tatapan memelas ke arah Violet supaya untuk cepat pergi dari tenda tempat minum teh tersebut.
Melihat tatapan Clara yang memberikan isyarat ingin cepat keluar dari tempat pesta teh ini, Violet bangkit dari kursinya langsung diikuti oleh Clara namun tiba-tiba terdengar suara seseorang yang memanggil nama keduanya yang membuat keduanya langsung menoleh ke asal suara yang memanggil nama mereka.
"Nona Fragrante dan Tuan putri Wertvoller,"
"Bukankah terlalu cepat untuk pergi dari pesta teh yang menyenangkan ini? Bagaimana kalau kita minum teh bersama di sini? Bukankah kesepian jika hanya berbicara berdua saja di sudut sana?" ucap Gadis Suci dengan tatapan polosnya dan senyuman lembutnya
__ADS_1
Ekspresi Violet dan Clara berusaha tetap tenang sebab di panggil oleh Gadis Suci yang masih merupakan salah satu kebanggaan dari kuil, oleh karena itu keduanya tidak bisa pura-pura tidak mendengarkan panggilan itu. Semua mata para gadis bangsawan yang masih berada di meja panjang pesta teh itu memperhatikan dirinya.
"Terlalu cepat? Kesepian? Tidak juga nona Gadis Suci kami hanya merasa sedikit lelah dan otomatis harus membuat kami ingin berisitirahat di dalam mansion,"
"Kamu tau nona Gadis Suci, tubuhku tidak sekuat anda yang bisa pergi ke medan perang yang sangat berbahaya jadi kami pamit dulu," ucap Clara dengan kipas tangan yang telah menutup setengah wajahnya dengan tatapan yang terlihat sangat ramah
Ucapan dari Clara mampu membuat sang Gadis Suci terdiam beberapa saat karena jawaban yang diberikan diluar dari dugaannya. Ekspresi wajah yang terkejut dari Gadis Suci sudah Clara prediksi kalau mungkin dia tidak akan menyangka kalau Clara akan menolak ajakannya untuk minum teh bersama di dekatnya.
"Ah, begitu ya sayang sekali,"
"Padahal saya mau menceritakan beberapa cerita mengenai Duke Freiheit saat berada di medan perang," ucap Gadis Suci itu dengan tatapan sedikit murung tapi senyuman yang terlihat jelas merendahkan orang lain
"Tidak masalah, tunanganku telah menceritakannya pada saat dia berada di Medan perang yang berbahaya,"
"Bertunangan dengan laki-laki seperti dirinya akan membuat aku merasa bangga karena dia sangat hebat," ucap Clara dengan tatapan bangga dan ekspresi wajah yang memerah malu
Ucapan dari Clara membuat semua gadis bangsawan di sana merasa sedikit iri dan penasaran dengan kisah cintanya.
"Bisakah nona Fragrante ceritakan kisah cinta dengan Duke Freiheit?"
The Duke's Only Beloved Fiancé
__ADS_1