
Semua barang-barang Clara yang penting dan tidak penting untuk dibawa saat dia pindah ke rumah Duke Freiheit nantinya di urus oleh kepala pelayan, karena Clara membawa semua barang yang ada di kamarnya. Setelah semua barangnya dibereskan oleh kepala pelayan, dia hari ini berencana untuk mengunjungi makam sang ibu yang meninggal dunia pada saat dia lahir ke dunia ini sebelum dia pergi ke mansion milik tunangannya.
Letak pemakaman keluarga Fragrante tidak terlalu jauh dari wilayah kota yang di urus keluarga mereka, oleh karena itu Clara memutuskan untuk pergi ke sana walaupun dia biasanya hanya datang satu tahun sekali pada saat peringatan kematian sang ibu, tetapi kali ini dia yang akan pergi jauh dari kota ini maka tidak yakin kalau dia bakal kembali dengan cepat.
Di depan makam sang ibu Clara berlutut dan meletakkan rangkaian bunga yang dia petik di taman dengan tangannya sendiri dan berdoa kepada sang ibu untuk selalu bahagia di surga tanpa harus khawatir kepada dirinya yang berada di dunia menjalani kehidupan. Setelah sekitar satu jam berada di makam Clara langsung bangkit dari sana dan pulang, tapi siapa yang akan menyangka kalau ada Dain yang berada di belakang sana menunggu dirinya.
"Dain, apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Clara dengan tatapan kebingungan
"Kenapa kamu bertanya? Tentu saja jelas untuk ikut mengunjungi makam calon ibu mertua, walaupun telah tidak ada di dunia tetapi dia tetap adalah orang tuamu,"
"Jadi aku tentu harus menemuinya juga," ucap Dain yang berjalan ke arah depan makam kemudian berlutut meletakan buket bunga di makam itu dan berdoa
Setelah Dain selesai berdoa, Dain berjalan ke arah Clara dan memeluknya dengan penuh kehangatan.
"Pasti berat ya, sejak kecil kamu tidak bisa melihat ibumu,"
"Aku yakin dia sangat bangga saat ini melihat putrinya tumbuh dewasa dan bertunangan," ucap Dain yang sambil memeluk tiba-tiba
Clara yang awalnya kebingungan dengan kedatangan Dain ke pemakaman milik keluarganya, tetapi pada saat dia melihat sosok laki-laki itu meletakkan bunga dan berlutut dia mulai paham kalau tunangannya juga ingin memberikan penghormatan kepada keluarganya. Clara tersenyum ketika melihat betapa lembutnya orang seperti Dain saat ini kepada dirinya hingga memeluk seperti itu.
__ADS_1
"Terima kasih karena telah ada di sini,"
"Tapi kenapa kamu tau aku ada di sini? Aku ingat kalau aku telah mengirim surat tadi pagi-pagi sekali kalau aku akan berangkat besok,"
"Apakah suratnya tidak sampai?" ucap Clara dengan tatapan polos ke arah Dain sambil melepaskan pelukannya
Dain terdiam sejenak karena mendengarkan pertanyaan yang di berikan oleh Clara, karena surat yang di kirimkan oleh Clara memang sampai tapi tidak pernah tertulis kalau dia akan mengunjungi makam ibunya di pinggiran kota dan jarang orang tau kalau ada pemakaman di pinggir kota kecil, jadi tentu saja Clara pasti akan bertanya tentang itu walaupun dia telah tau kalau ada mata-mata di mansion keluarganya, dia juga merasa sangat lelah jika di dalam rumah sendiri dia di awasi setiap aktivitasnya. Oleh karena itu sebelum dia pindah ke mansion milik tunangannya yang dia inginkan hanyalah kejujuran dari laki-laki itu.
"Dain, kenapa kamu hanya diam? Apakah kamu tidak bisa mengatakan caranya? Atau kamu meletakkan sesuatu di mansion karena kamu tidak percaya kepada orang yang akan bertunangan dengan dirimu?" ucap Clara dengan nada yang polos tapi tatapan yang menyidik ke arah Dain karena setidaknya dia hanya ingin sosok laki-laki itu juga terbuka kepadanya sebelum dia benar-benar ingin menjadi orang yang dimasa depan bisa di andalkan
Bagi Clara mimpi yang dia lihat pada saat sebelum tidur sangat buruk hingga membuat dirinya sedikit takut, karena begitu realistis untuk dirinya merasakannya. Tapi dia juga tidak bisa bercerita kepada Dain karena dia tidak ingin membuat Dain malah merasa dia sedang di hasut untuk membenci sesuatu yang Clara tidak terlihat suka, jadi saat ini dia hanya ingin kepercayaan dari sosok laki-laki itu saja untuknya cukup dibandingkan harus memintanya hal yang ada di mimpinya.
"Jadi, apakah kamu bisa mengatakannya?" tanya Clara sambil memperhatikan gerak-gerik sosok laki-laki itu yang masih menyembunyikan sesuatu dari Clara
'Apakah dia benar-benar tidak ingin mengatakan kejujuran? Apakah begitu sulit untuk mengatakan langsung?' ucap Clara di dalam hatinya yang bersandar di salah satu pohon yang berada di tempat itu
"Katakan saja, aku tidak akan marah sama sekali bahkan jika kamu benar-benar menaruh sesuatu di rumahku,"
"Kita telah bertunangan tidakkah kamu ingin mempercayai aku seperti aku mempercayai dirimu sekarang?"
__ADS_1
"Apakah kamu pikir keluargaku mampu menggulingkan kerajaan? Hingga kamu meletakan sesuatu dan kamu tidak ingin mengatakan itu?" ucap Clara dengan tatapan yang serius ke arah Dain
Dain sebelumnya tidak pernah merasa tertekan seperti ini karena di pojokkan oleh seseorang merasa mau tidak mau mengatakan yang sebenarnya kepada Clara.
"Aku memang menaruh mata-mata ke mansion Fragrante, tetapi bukan aku curiga kepadamu,"
"Maksudku awalnya memang aku curiga kepadamu karena kamu sangat baik dalam membelaku, tetapi selama aku meminta salah satu mata-mataku untuk mematatai dirimu,"
"Tidak pernah ada yang aneh sama sekali jadinya aku hanya menugaskan dia untuk melindungi dirimu dan melaporkan apakah ada hal yang membuatmu khawatir atau kesulitan supaya aku bisa diam-diam membantu dirimu," ucap Dain dengan kepala tertunduk bersalah kepada Clara
"Aku tau akhirnya kamu akan mengatakan yang sebenarnya,"
"Terima kasih telah ingin memberikan kepercayaan kepadaku," ucap Clara sambil tersenyum ke arah sosok laki-laki yang berada di depannya
Tiba-tiba angin bertiup kencang ke arah keduanya seolah-olah menyapa keduanya atau mengatakan semuanya akan menjadi baik-baik saja. Clara merasakan angin yang berhembus kencang membuat Clara merasa sedikit tenang dan ringan karena seperti semua akan baik-baik saja di masa depan.
Karena Dain telah datang ke mansion keluarganya, Clara memutuskan untuk ikut langsung pindah setelah izin kepada sang ayah karena dia merasa sedikit merepotkan jika tunangannya telah pulang kembali dan datang kembali hanya untuk menjemputnya pindahan.
Dari sinilah Clara memulai kehidupannya sebagai tunangan satu-satunya Duke, entah apa yang akan terjadi di masa depan tidak ada yang tau.
__ADS_1
"Ayah, kami berangkat dan kami pasti akan berkunjung lagi nanti,"
The Duke's Only Beloved Fiancé