The Duke'S Only Beloved Fiancé

The Duke'S Only Beloved Fiancé
Bab 42 Kamu Tau Bukan Aku Membohongi Dirimu?


__ADS_3

Clara yang mendengarkan suara yang tidak asing langsung menoleh ke asal suara setelah dia melihat pedang yang tajam dan mengkilap tertancap di atas meja dan di depan matanya. Clara tidak menyangka sosok yang datang adalah tunangannya sendiri, dia terkejut dan hanya bisa menunjukkan senyuman yang kaku ke laki-laki yang berjalan ke arahnya saat ini.


"Ishara, kamu sudah cukup berani ya,"


"Sampai kamu mengajak tunanganku ke tempat ini hanya untuk berdiskusi tanpa sepengetahuan aku," ucap Dain yang sambil menarik pedangnya yang tertancap di atas meja di depan Clara dan sosok laki-laki berkacamata yang saat ini tertunduk merinding


"Clara, kamu tidak apa-apa bukan? Ulat ini tidak menyuruhmu untuk melakukan hal aneh bukan?" ucap Dain dengan tatapan dingin dan senyuman yang cukup mengerikan di mata Clara


Clara yang melihat tatapan itu dengan cepat hanya bisa menunduk kebawah tanpa memandang wajah laki-laki berkacamata yang ada di depannya ketakutan setelah melihat Dain masuk ke dalam ruangannya.


Beberapa jam berlalu, laki-laki berkacamata itu di marahi dan dipukul habis-habisan oleh Dain dengan tatapan yang dingin. Clara hanya terdiam tidak bergerak karena merasa bersalah berbohong dengan Dain dan pengawal yang mengawalnya di butik.


Setelah Dain puas memukul, dia menatap sosok Clara yang tertunduk ketakutan dan langsung memeluknya dengan hangat dan lega seolah-olah takut kehilangan sosok gadis yang menurutnya sangat rapuh, tidak lama kemudian sosok laki-laki berkacamata masuk ke dalam ruangan dengan berkas ditangannya.


"Ishara, biar aku tebak kamu pasti di pukul oleh Dain karena bersikap berani kepada tunangannya bukan?" ucap Carl yang masuk ke dalam ruangan itu dengan menahan tawa setelah melihat bekas pukulan dari Dain berbekas di kepala dan di beberapa tubuh lainnnya


"Diam kamu mata empat budak kertas dan dokumen,"


"Kerjaannya selalu lembur," ucap Ishara dengan lantang tatapan kesal ke arah Carl yang menertawakan dirinya


Clara dan Dain yang mendengarkan suara lantang pertengkaran kekanak-kanakan yang mempermasalahkan hal kecil hanya bisa diam hingga berjam-jam kemudian keduanya pingsan karena kehabisan tenaga.

__ADS_1


'Padahal keduanya sama-sama berkacamata, kenapa mereka bertengkar sampai seperti itu?' ucap Clara di dalam hati dengan tatapan datar


"Clara, laki-laki itu pasti memberi tau dirimu tentang kuil suci bukan? Tapi aku merasa kamu tidak perlu terlibat dengan hal ini,'


"Walaupun kamu ingin membalaskan dendam kepada orang tuamu yang mungkin merekalah pelakunya," ucap Dain dengan tatapan serius dan tangan yang memegang erat bahu Clara takut kehilangan harta yang paling berharga untuknya


"Bagaimana kalau aku masih tetap bertekad untuk ikut campur dalam masalah ini?" tanya Clara dengan tatapan yang serius dan penuh kebencian terhadap pelaku yang membunuh ayahnya


"Clara, kamu tahu bukan kalau ini sangat berbahaya? Kamu tau aku sangat mengkhawatirkan dirimu," ucap Dain dengan tatapan serius dan dingin ke arah gadis keras kepala yang berada di depannya


Tangan Dain semakin erat memegang pundak milik gadis itu dan gadis itu juga tidak bergeming tetap pada jawabannya yang pasti untuk membalas dendam kematian orang tuanya yang sangat berharga untuk dirinya.


"Walaupun aku tau kamu tidak akan rela jika tunangan satu-satunya milikmu bergabung dengan kita tapi ini bukan masalah pilihan tapi keharusan," ucap Ishara dengan tatapan serius sambil bangkit dari lantai yang dia tiduri sehabis kelelahan dan di pukul oleh Carl bawahan setia Dain


Dain kemudian melepaskan genggaman eratnya di bahu milik Clara dan pergi keluar dari ruangan itu tanpa satu katapun, karena dia sendiri bimbang keputusan seperti apa yang tepat untuk dia ambil saat ini oleh dirinya sendiri untuk tunangan satu-satunya ini.


Setelah keluar dari ruangan suasana ruangan itu hening sebentar dan terlihat kedua laki-laki langsung berdamai dan menggunakan kacamata milik mereka masing-masing.


"Clara, Dain khawatir dengan keadaanmu karena kamu adalah satu-satunya tunangan yang dia cintai setelah dia kehilangan cinta pertamanya yang memutuskan untuk menikah dengan sahabatnya yang sama-sama saling mencintai dia sama sekali tidak pernah lagi terlihat sering berkumpul dengan sesama Duke,"


"Dia pergi ke medan perang juga terpaksa karena alasan dia tidak ingin teman-temannya berkorban,"

__ADS_1


"Itulah fakta yang sebenarnya dan tujuan dari awal pendirian organisasi ini," ucap Carl dengan tatapan serius kepada Clara sambil mengambil berkas-berkas yang dia bawa dan dia jatuhkan


Clara terdiam dan kemudian kembali ke butik untuk memastikan bahwa pengawalnya masih berada di tempat itu, yang benar saja setelah dia kembali pengawalnya masih berada di sana walaupun satu jam lebih dia pergi meninggalkan tempat itu.


"Nona, apakah anda telah selesai?" ucap sang pengawal tanpa ada tatapan keraguan ataupun curiga kepada Clara padahal dia telah lama pergi dan ketahuan oleh Dain kalau dia pergi ke tempat yang tidak seharusnya


Karena Clara tidak ingin ribut di dalam toko seseorang, keduanya tidak banyak berbicara keluar dari butik itu berjalan menuju ke arah pulang. Di saat tengah-tengah perjalanan Clara menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah pengawal di belakangnya.


"Kamu tau bukan aku membohongi dirimu? Tapi kenapa kamu sama sekali tidak memilih untuk langsung melaporkan diriku kepada Dain?" tanya Clara dengan tatapan menyidik sambil berjalan beberapa langkah lebih dekat ke arah pengawal yang diam di tempat


"Itu semua karena saya hanya memenuhi tanggung jawab saya sebagai seorang pengawal,"


"Tidak boleh meragukan atasannya dan juga tempat yang anda kunjungi adalah butik yang letaknya tidak jauh dengan tempat yang sebenarnya ingin anda datangi jadi tidak masalah nona," ucap pengawal itu dengan tatapan serius dan percaya diri membuat Clara terkejut dan tidak menyangka dengan jawaban yang diberikan


Clara sampai di mansion dengan teman-temannya yang telah selesai mengerjakan semua kertas yang dikirim oleh keluarga mereka, masing-masing langsung menyambut Clara dengan bahagia saat menuruni tangga. Akan tetapi Dain adalah satu-satunya sosok laki-laki yang tidak terlihat untuk menyambut Clara pulang, sedikit perasaan bersalah berada di dalam hati kecil Clara.


Clara kemudian pergi ke ruangan kerja Dain, tetapi pada saat dia mengetuk pintu tidak ada suara sama sekali kemudian Clara membuka pintu besar ruangan, terlihat kemudian kalau terdapat sosok laki-laki yang berbaring di kursi panjang tidak jauh dari meja kerja dengan dokumen yang berantakan dan tumpukan yang tinggi. Clara berjalan mendekat ke arah laki-laki yang terlihat seperti sedang tidur.


"Dia terlihat sangat puas tidur,"


The Duke's Only Beloved Fiancé

__ADS_1


__ADS_2